Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 184


__ADS_3

"Jadi kita jalankan saja sesuai rencana awal paman?" tanya Pak Antonio.


"Iya tunggu waktu yang baik untuk mengambil alih dan setelah dia berada maka kita bisa membawanya pergi jauh dari sini dan aku akan mendidik dan mengajarkan cara berbisnis dan agar dia bisa melupakan semuanya, tapi ingatlah lakukan dengan matang dan penuh hati-hati jangan menimbulkan kecurigaan atau pun bukti keterlibatan aku di dalam semua ini," pungkas pria tersebut sambil berlalu dari hadapan pak Antonio.


"Paman aku mohon berubahlah, jangan seperti ini terus karena Paman sama saja akan menghancurkan kehidupan paman sendiri," batinnya Doni.


"Aku harus membuat mereka berpisah, apapun caranya aku harus membuat mereka berpisah dan mereka tidak boleh bersatu untuk selamanya," umpat seseorang yang sedang duduk berpangku tangan di kursi kebesarannya.


Mirah mengakhiri presentasinya dengan senyuman yang cukup menawan membuat seseorang tersenyum melihat senyuman manis dari Mirah.


"Cantik tapi sayangnya, dia kakak sepupuku," gumam Alexander yang memuji kecantikan alami dari Mirah.


Alexander tersenyum membalas senyuman dari Mirah. Ia sempat terpesona oleh senyuman dan wajah Mirah, tapi ketika gerak geriknya terbaca oleh ayahnya yaitu Pak Agung Wijaya dan langsung menegur melalui pesan chat.


"Jaga matamu, kamu tidak pantas untuk melihatnya seperti itu, ia adalah kakak sepupumu," batin Alexander.


Alexander langsung tersenyum ketika membaca chat dari Papinya. Mereka puas dengan penjelasan dari Miirah dan mereka sepakat dengan isi dari perjanjian tersebut.


"Makasih banyak, kita deal dengan apa yang asisten bapak Dion paparkan dan semoga perjanjian Kita berlangsung hingga beberapa tahun ke depan," ucap Pak Agung.


"Alhamdulillah makasih banyak Pak Agung, dan senang bisa bekerja sama dengan Bapak," ucap Dion yang masih memakai bahasa formal kepada Pamannya.


Mereka satu persatu meninggalkan ruangan meeting Perusahaan Alena Teknologi tbk. Mereka sangat puas dan bahagia karena perjanjian mereka berhasil. Dion berjalan beriringan bersama dengan Maya tanpa mereka sadari.


Mairah tersenyum melihat kedekatan yang tanpa mereka sadari. Bahkan Mirah berjalan agak pelan dan mundur beberapa langkah ke belakang. Hingga Mirah berpapasan dengan Alexander.

__ADS_1


Sedangkan kamera yang terpasang di tubuh Dion belum sempat dimatikan, sehingga apa yang Mirah lakukan terekam dengan sempurna dan tersambung langsung ke HP Yudha.


"Hay, kamu ada waktu gak malam ini?" tanya Alexander ke Amairah.


"Maaf saya tidak terbiasa keluar malam dan kebetulan tidak ada yang menemani putra saya," jawab Mirah.


"Kalau gitu aku langsung datang ke rumah kamu saja sambil berkenalan dengan putramu," tutur Alexander lagi.


"Silahkan datang kalau bapak ingin datang ke rumah," balasnya Mirah.


"Jangan panggil bapak, aku masih muda dan belum menikah loh lihat dengan jelas, kan nampak dari wajahku," ucap Alexander agung Wijaya yang memajukan wajahnya ke hadapan Mirah yang membuatnya harus memundurkan langkahnya serta wajahnya tapi langsung memukul tangan Alexander dengan map yang dipegangnya.


"Pak aku itu belum rabun gak usah segitu reaksinya kali," gurau Mirah yang tertawa kecil dengan melihat tingkah laku Alexander yang menurutnya lucu dan jahil.


Yudha mengepalkan tangannya menandakan bahwa dirinya sangat marah setelah melihat istrinya bercanda dan tertawa bersama pria lain. Dion dan Mayang yang berjalan di depan mereka semakin akrab saja bahkan mereka sudah saling bertukar nomor hp.


"Nanti malam aku chat, ga apa-apa kan ?" tanya Dion yang ingin tahu posisinya di hati mata Mayang sebagai apa.


"Kalau chat biasa gak apa-apa kok, silahkan saja dengan senang hati," timpalnya Mayang yang malu-malu kucing.


"Serius nih gak apa-apa kalau aku chat kamu atau jangan-jangan ada yang marah lagi jika aku dekat dengan kamu," ucap Doni yang melihat langsung ke dalam bola matanya Mayang.


"Masa aku harus bilang sama dia kalau aku sudah punya tunangan kan bisa gagal pedekatenya kalau gini," batinnya Mayang.


....

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


__ADS_2