Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 147


__ADS_3

"Tolong kirim nomor HP dan alamatnya di Surabaya, karena minggu depan aku akan ke kota S, aku ingin mengikuti reuni teman SMA aku dan menghadiri acara pesta Perusahaan Pak Agung Wijaya dan aku ingin dia yang menemaniku," tutur Yudha dan langsung mematikan telponnya.


"Tapi...." perkataan Doni terpotong sebelum Dion berbicara lagi.


tutututut... bunyi HP yang sudah tidak terhubung lagi dengan si penelpon.


"Tapi..., kebiasaan dari dulu, selalu saja tidak memberikan saya waktu untuk menjawab tapi sebentar juga menelpon lagi kalau belum yakin dengan keputusannya," umpat Doni yang kembali menarik selimutnya dan sebelum tidur selalu memandang wajah sang calon istri yang keberadaannya entah kemana.


"Sepertinya dia lupa kalau ia yang katanya ingin menutupi status dari orang lain dan tentang jati dirinya di hadapan istrinya itu" cicitnya Doni lagi.


Masih Flashback on…


Tembok yang bercat serba putih itu menjadi saksi kekhawatiran yang dirasakan oleh Yudha yang terlalu berlebihan membuat dirinya berulang kali ditegur bahkan diperingati oleh Pihak keamanan rumah sakit tersebut.


Yudha mondar mandir di depan pintu masuk UGD RS seperti setrikaan saja. Apa yang dilakukan sangat menggangu kenyamanan, aktivitas dan pekerjaan dokter maupun Perawat yang sedang bekerja. Setelah diberikan peringatan oleh pihak keamanan yaitu Security membuat Yudha duduk anteng di Kursi tunggu.


Tapi setelah perawat maupun Security sudah pergi, Yudha kembali lagi untuk mondar mandir berlalu lalang di sekitar pintu UGD. Tidak berapa lama ia pun dipanggil oleh perawat.


"Maaf dengan bapak Yudha Dirgantara Lee suami dari pasien yang bernama Mirah putri" ucap suster yang celingak celinguk mencari keberadaan Yudha.


Yudha baru ingin menghubungi neneknya untuk tidak menunggunya pulang ke rumah tapi baru mau memegang hi tersebut sudah ada Suster yang berteriak memanggilnya. Dia segera berdiri lalu berjalan ke arah sumber suara tersebut.


"Dengan Saya sendiri sus, ada apa yah?" tanya Martin yang menjawab pertanyaan dari perawat.


"Istri bapak sudah diperiksa oleh dokter dan keadaannya sudah membaik jadi Bapak diminta oleh dokter untuk masuk ke dalam ruangan untuk menemui Dokter karena ada yang ingin disampaikan oleh Dokter kepada bapak," jelasnya suster tersebut dengan seulas senyumannya.


"Makasih banyak Dokter," jawabnya lalu berjalan ke arah ruangan di mana istrinya dirawat.


Yudha melihat Mirah yang masih terbaring lemah di atas Bangkar rumah sakit. Tapi wajahnya tidak sepucat sebelumnya. Martin pun ke arah Ruangan di mana dokter berada.

__ADS_1


"Masuk Pak!" ucap Dokter setelah melihat kedatangan Yudha.


"Makasih banyak Dok, tadi katanya Dokter ingin berbicara dengan saya?" Tanya Yudha dihadapan dokter setelah mendudukkan pantatnya.


"Apa bapak suaminya ibu A


Mirah putri?" tanya Dokter yang kemudian membuka map yang berisi hasil pemeriksaan medis dari Mirah.


"Betul Dok, Saya sendiri Suaminya apa yang terjadi dengan istri Saya dokter?" tanya Yudha yang sudah khawatir dengan keadaan kesehatan istrinya.


"Kami telah memeriksa dengan seksama keadaan istri bapak dan Setelah hasil laboratoriumnya keluar ternyata ibu Mirah tidak apa-apa, ibu Mirah sehat dan dalam keadaan yang baik-baik saja," terang Dokter yang belum selesai Berbicara untuk menjelaskan tentang kesehatan Mirah tapi, Yudha kembali sudah memotong pembicaraannya Dokter.


"Maksudnya dokter? kalau emang istri saya baik-baik saja, tapi kenapa wajahnya tadi sangat pucat dan Dia langsung pingsan?" Tanyanya Yudha yang kebingungan dengan kondisi Istrinya.


Dokter hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Yudha yang tidak bisa tenang dan tidak sabaran.


"Alhamdulillah istri Bapak dinyatakan sehat saja tapi sesuai hasil lab Istri bapak dinyatakan positif hamil dan kehamilannya sudah jalan tiga bulan masih dalam trimester pertama," ucap Dokter.


"Iya benar Pak, ibu Mirah Sekarang hamil dan sudah jalan tiga bulan usia kandungannya atau calon bayi Anda dan ini hasil laboratoriumnya dan hasil USG nya Pak!" Ungkap Dokter yang menyerahkan sebuah amplop yang berisi keterangan hasil pemeriksaan medis Mirah.


Yudha membuka amplop tersebut lalu memeriksa hasil USG tersebut dan dia langsung meneteskan air matanya saking bahagianya dan tidak bisa berkata-kata lagi. Ia mengelus hasil USG 4D tersebut.


"Anakku, calon Bayi kami!!" Cerca Yudha di sela Isak tangisnya.


Dokter perempuan tersebut yang mungkin umurnya sudah sekitar 40an itu tersenyum dan ikut bahagia melihat kebahagiaan yang dirasakan oleh Yudha


"Selamat yah pak, Anda akan segera menjadi bapak, Calon bayi dan Istri bapak dalam keadaan yang sehat dan ini resep vitamin dengan obat untuk ibu Mirah tolong ditebus di Apotek!" jelas ibu Dokter.


"Makasih banyak Dokter," ujarnya Yudha yang menjabat tangan dokter sebelum mengambil resep obat dan vitamin untuk Mirah.

__ADS_1


Kebahagiaan yang terpancar dari wajah Martin dirasakan dan dilihat langsung oleh Orang yang berjalan dan berpapasan dengan dirinya. Yudha tak henti-hentinya menebarkan senyuman manisnya ke semua orang Saking bahagianya akan segera menjadi bapak lagi.


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


Alurnya novel ini maju mundur cantik yah...


__ADS_2