Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 67. Penyerangan


__ADS_3

Kemal refleks mengamati di sekitar mereka. Dan yang dikatakan Richard memang benar adanya, tidak jauh dari mereka ada seseorang yang duduk di dalam mobilnya dengan memakai topeng selalu mengamati apa saja pergerakan yang mereka lakukan.


Tidak lama kemudian, beberapa mobil hitam berdatangan ke arah mereka. Ternyata itu adalah bala bantuan dari kakaknya Raisa.


Rexy dan yang lainnya segera turun dari mobilnya. Mereka dilengkapi dengan senjata yang cukup canggih dan sudah memakai rompi anti peluru terbaik.


Rexyl segera mendatangi tempat adiknya dan memberikan beberapa jaket anti peluru dan senjata baru.


Baru lah perlawanan mereka berimbang satu sama lainnya. Daerah tempat mereka berada cukup jauh dari pemukiman warga dan lalu lalang kendaraan sehingga mereka tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.


"Kamu baik-baik saja kan?" Tanyanya Rexy yang memeriksa keadaan dari adiknya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.


"Alhamdulillah, aku baik-baik saja kak," jawabnya dengan seulas senyuman.


"Maafkan kakak yang terpaksa terlambat datang," terangnya Maxy dengan sedikit menyesali keadaannya.


"Enggak apa-apa kak, Kak Rexy di mana, kok belum muncul juga?" Tanyanya sembari menembaki beberapa orang dengan tepat sasaran.


"Rexy! dia mengejar orang yang berada di dalam mobil, kami mencurigai kalau otak dari semua penyerangan terhadap kalian adalah dia," jelasnya Maxy dengan memperhatikan ke seluruh lokasi.


Baku tembak masih berlangsung sengit diantara mereka. Hingga jumlah dari lawan tersisa sedikit lagi. Orang-orang dari mereka pun tersisa sedikit jumlahnya.


Sedangkan, Rexy berusaha untuk mengejar mobil yang di dalamnya terdapat seorang yang memakai topeng dengan wajahnya yang terlihat samar.


"Kamu tidak akan lolos dari saya, aku harus mendapatkan informasi dari dia," cicitnya Rexy yang sudah mengintai lawannya.


Mereka sudah seperti orang yang adu balapan di sirkuit saja. Bahkan kecepatan dari mobil mereka sudah melampaui batas maksimal.


Hingga mobil sedan hitam itu berhenti dengan tiba-tiba karena jalan yang dilaluinya ternyata jalan buntu. Orang tersebut segera keluar dari mobilnya dan berusaha untuk menghindari kejaran dari Rexy..


"Hey berhenti!! Jika tidak aku akan menembakmu," teriak Rexy yang sudah siap untuk menembaki orang itu.


Baru ingin menarik pelatuk pistolnya, orang itu segera meraih ujung tembok lalu melompati pagar yang cukup tinggi dengan lincahnya.

__ADS_1


Rexy yang melihatnya tidak mau kalah, dia tidak tinggal diam. Dia pun berlari cepat dan menyusul orang itu. Karena kecepatan Rexy cukup cepat sehingga orang itu mampu terkejar olehnya.


"Hey berhenti!!! Rexy kembali berteriak dengan suara yang cukup besar dan lantang untuk menghentikan langkah orang itu.


Rexy berteriak, tapi tidak menghentikan kecepatan larinya. Hingga orang itu tersandung dan terjatuh ke atas rumput. Tubuhnya tengkurap di atas rumput taman.


"Sial! Kenapa juga harus terjatuh," batinnya.


Rexy memanfaatkan kesempatan tersebut, dia segera menambah kecepatan larinya dan segera menarik topi orang itu.


Rexy terkejut melihat orang itu saat topinya terlepas. Rambutnya yang panjang dan berkilauan terkena cahaya lampu dan sinar rembulan malam.


"Dia adalah seorang perempuan," cicitnya Rexy.


Rexy lalu memegang kedua tangannya di Penjahat itu, agar orang itu tidak bergerak dan mudah untuk dilumpuhkan.


"Tidak ada gunanya kamu memberontak atau pun melawanku," pungkas Rexy dengan seringai liciknya.


Rexy kemudian membalik tubuh orang itu lalu segera membuka topeng orang itu. Ia kembali dibuat shock saat melihat wajah dari wanita itu.


Rexy spontan melepas cekalan tangannya yang tadinya sudah memegang kuat tangan wanita itu. Sedangkan si wanita dengan gesit memanfaatkan kesempatan itu untuk menendang kaki Rexy dengan sekuat tenaganya.


Lalu tersenyum licik ke arah Rexy. Dia yang tidak siap dan berjaga dengan serangan tiba-tiba tersungkur ke arah belakang.


"Aaaahhhh!!" Pekik Rexy saat terjatuh.


"Jangan meremehkan kemampuan seorang perempuan," sarkasnya sebelum meninggalkan Rexy yang terbaring di atas rumput sintetis itu.


Wanita itu terus berlari dan sesekali melirik ke arah Rexy dengan tersenyum meremehkan yang sudah berdiri dari posisinya semula.


Wanita itu mengacungkan jari tengahnya ke arah Rexy dengan wajahnya yang meremehkan.


"Kita pasti akan bertemu lagi!!" Teriaknya saat sudah masuk ke dalam mobil yang datang tiba-tiba untuk menjemputnya.

__ADS_1


Rexy tidak menyangka jika dia akan bertemu lagi dengan perempuan itu. Dia berdiri kebingungan dan sibuk dengan pikirannya sendiri.


Anggota penjahat yang semakin sedikit dan beberapa diantara mereka yang sudah tidak memiliki senjata lagi dimanfaatkan oleh Richard untuk menyerang mereka dengan kekuatan tanpa memakai senjata apapun itu.


Mereka bertarung dengan memakai tangan kosong. Richard mengeluarkan segenap kemampuannya yang terpendam yang dia miliki. Tanpa henti mereka berusaha untuk segera melumpuhkan lawannya masing-masing.


Kemal yang melihat Aisyah bertarung bukannya membantu malah hanya berteriak histeris, jika ada yang menyerang calon istrinya itu bukannya membantu tapi, dia hanya heboh melihat kekasihnya begitu berani dengan aksinya yang menantang maut.


Beberapa saat kemudian, senyuman terbit di ujung bibirnya Maxy saat mereka sudah berhasil mengalahkan anggota penjahat yang tersisa dan pihak kepolisian pun turut membantu mereka serta menangkap dengan memborgol penjahat yang masih hidup.


"Alhamdulillah kita berhasil menumbangkan mereka semua," terang Raisa yang tersenyum bahagia.


Baru sepersekian detik ia mengucapkan kata itu, tiba-tiba ada bunyi suara tembakan yang cukup memekakkan telinga dan membuat beberapa orang yang berada di tempat kejadian itu langsung mengarahkan pandangannya.


"Tidak!!!!!" Teriak Raisa dengan suara yang cukup melengking saat melihat kejadian itu di depan matanya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Diantara Dua Pilihan...


...3. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


...4. Pelakor Pilihan...


...5. Aku hanya sekedar baby sitter...


...6. Cinta Ceo Pesakitan...


...7. Tetanggaku Idola Suamiku...


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2