Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 131.


__ADS_3

Mutiara mulai menambah kecepatan mobilnya hingga seperti pembalap di sirkuit saja. Raut wajahnya Rexy sudah sangat mencemaskan keadaan dari anggota keluarganya itu dengan berbagai macam pikiran yang bersikeras di dalam benaknya.


"Ya Allah… lindungilah keluargaku dari segala marabahaya, dan sabarkanlah hati ini," batinnya Rexy yang doanya yang sedari tadi dia panjatkan agar hatinya bisa sedikit tenang.


Mutia segera menambah kecepatan mobilnya saat mendengar suara beberapa ledakan yang berasal dari istana Kakeknya Nur Hadi. Raut wajahnya berubah menjadi tegang dan sedih.


"Tidak!!!!!" Teriak Rexy yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya itu.


Booommm… Boom….. booommm…


Suara ledakan yang bersumber dari rumah yang layaknya seperti istana yang ada di negara Eropa itu, mengeluarkan beberapa suara dentuman ledakan yang sangat besar dan keras.


Asap sudah mengepul di atas istana itu. Api berkobar di mana-mana. Setelah mendengar kabar tersebut dari pamannya, Mutia segera mempercepat dan menambah kecepatan laju mobilnya.


Mutiara yang walaupun fokusnya terhadap jalan, tapi sesekali ia melirik sekilas ke arah kekasihnya sekaligus ayah biologis dari putri cantiknya. Keadaan Rexy yang sudah berkeringat, matanya memerah, hidungnya kembang kempis, nafasnya memburu, tangannya mengepal kuat. Mulutnya tidak berbicara tapi, raut wajahnya dan sorot matanya yang menandakan bahwa di dalam hatinya bergejolak suatu perasaan yang akan meledak kapan saja.


Mobilnya sudah berhenti, sesaat sebelum bomnya meledak di depan matanya. Rexy dan Mutia tidak menduga jika semuanya akan berakhir dan terjadi seperti ini


"Tidak!!!!!!!" Pekiknya Rexy.


Teriak Rexy yang melengking menggema ke seantero area daerah itu, disaat dirinya sudah sampai di depan pintu masuk Istana itu. Rexi turun dari mobilnya lalu segera berlari ke arah dalam istana itu sambil berlindung dari amukan si jago merah.


"Abang!! Jangan masuk ke dalam berbahaya, nanti bomnya meledak," teriak Mutia yang berusaha mencegah Rexy untuk tidak masuk ke dalam.


Entah kenapa perasaan Mutiara tidak enak dan merasa jika, ada seseorang yang sengaja melakukan hal ini untuk menjebak mereka.


"Kenapa feeling aku mengatakan ada seseorang yang sudah merencanakan semua ini dengan matang untuk menjebak kami," batinnya Mutia.


Rexi sama sekali tidak mengindahkan dan peduli dengan peringatan dari pacarnya itu. Dia tetap berlari ke arah dalam sambil berlindung dari ledakan kecil dan api yang semakin membara saja.


"Apa aku masuk saja mengikuti langkah Rexys, tapi bagaimana jika ini adalah jebakan," gumamnya yang kembali memundurkan langkahnya tetapi kembali berfikir bagaimana dengan kondisi Rexy dan keluarganya.


Mutia baru ingin mulai mengambil ancang-ancang untuk berlari tapi, langkahnya harus terhenti saat ada seseorang yang memanggil namanya, Mutia stop!!!! Jangan ke sana!!"

__ADS_1


Mutia yang mendengar teriakan tersebut sekuat tenaga segera menghentikan langkahnya. Ia lalu menolehkan kepalanya tepat ke sumber suara.


"Kami mohon jangan ke sana, itu hanya jebakan yang sengaja dibuat oleh kakekmu!!" Teriak Aisyah.


Seketika wajahnya pucat pasi mengingat kembali pesan chat Pamannya yang mengatakan jika di dalam sana sudah terpasang banyak bahan peledak yang siap meledak kapan saja. Dan pamannya juga mengatakan keluarga dari kekasihnya ada di sana.


"Tapi, Rexy ada di dalam sana, aku harus menyelamatkannya," jawabnya dengan dibalas teriakan juga sembari melangkahkan kakinya ke dalam istana itu.


Aisyah yang mendengar perkataan dari Kuota sontak terkejut, dia tidak menyangka jika Rexy ternyata berada juga di dalam sana.


Sebelum kedatangan mereka ke tempat area tersebut, ada seseorang yang mengirim chat padanya nomor yang tidak dikenalnya mengatakan, jika Rexy dan Mutia sudah selamat dan aman karena katanya mereka sudah berada di jalan untuk pulang ke rumah utama keluarga Lee.


Aisyah saling berpandangan dengan Bryan, sedangkan Maxy tanpa aba-aba sudah berlari ke dalam mengikuti langkah kakinya Liora.


Booommm… Boooom…


Beberapa ledakan kembali terjadi, mereka semakin dibuat khawatir dan cemas yang berlebihan.


"Telpon segera pihak kepolisian untuk mengirim ke sini personilnya dibagian penjinak bom!!" Teriaknya ke arah Kemal suaminya.


"Dimana adikku, kenapa dia belum kelihatan?" cerca Maxi yang sudah kelelahan dan sesak nafas diakibatkan banyaknya asap yang mengepul di sekitar mereka.


Telinga mereka mendengar suara yang cukup membuat mereka kelimpungan. Mata mereka langsung menangkap ada sebuah bom yang cukup besar dengan berkekuatan skala besar siap meledak dalam hitungan satu menit dari sekarang.


"Abang!! Ayo kita segera lari jika tidak kita akan hancur di tempat ini," teriak Mutiara dengan menarik tangannya Maxy untuk meninggalkan tempat itu yang sudah gegabah dan keras kepala untuk bertahan di tempat yang sangat berbahaya itu.


Maxy yang ditarik tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya, dia bersikukuh untuk tetap mencari adiknya. Ia tidak akan pulang sebelum menemukan keberadaan dari adik keduanya itu.


"Abang, aku tahu Abang mengkhawatirkan keadaan Rexys, tapi kalau kita tetap di sini itu sama saja mencari mati dan matinya kita pun sia-sia," terang Mutia yang sudah ketakutan karena telinganya mendengar suara seperti bom yang sudah siap meledak.


Mutia semakin menguatkan tarikan tangannya agar pria yang disayanginya itu selamat tidak bergerak dan mengikuti langkahnya. Maxy setuju dengan penjelasan dari calon adik iparnya itu.


Mereka segera berlari ke arah luar dengan tetap menghindari puing-puing bangunan yang berjatuhan. Asap hitam sudah mengepul dan waktu yang tersisa dari bom yang siap meledak hanya dalam hitungan detik saja.

__ADS_1


Dalam hitungan mundur tiga, dua, satu, booommmmmm. Ledakan itu pun akhirnya terjadi juga. Mereka berdua terhempas ke arah luar akibat dorongan ledakan itu yang belum sempat berhasil keluar.


"Aaaaahhhhhh!!!" Teriak mereka berdua.


...****************...


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...


__ADS_2