
Ucapan dokter belum bisa dicerna dengan baik oleh Yudha dan malahan tambah bingung saja, "Maksudnya Istri saya hamil?" tanya lagi Yudha yang sedikit tidak percaya dengan perkataan dan penjelasan Bu Dokter yang menangani Mirah.
"Iya benar Pak, Nyonya Mirah sekarang hamil dan sudah jalan tiga bulan usia kandungannya atau calon bayi Anda dan ini hasil laboratoriunnya dan hasil USG nya Pak!" ungkap Bu Dokter yang menyerahkan sebuah amplop yang berisi keterangan hasil pemeriksaan medis Mirah.
Yudha membuka amplop tersebut lalu memeriksa hasil USG tersebut dan Martin langsung meneteskan air matanya saking bahagianya dan tidak bisa berkata-kata lagi. Dia mengelus hasil USG 4D tersebut.
"Anakku, calon Baby kami!" Yudha membeo disela Isak tangisnya.
Dokter perempuan tersebut yang mungkin umurnya sudah sekitar 40an itu tersenyum dan ikut bahagia melihat kebahagiaan yang dirasakan oleh Yudha yang seperti seseorang yang baru pertama kali mendapatkan seorang calon bayi.
"Selamat yah pak, Anda akan segera menjadi bapak, calon bayi dan Istri bapak dalam keadaan yang sehat dan ini resep vitamin dengan obat untuk Ibu Mirah tolong ditebus di Apotek," jelas ibu Dokter.
"Makasih banyak Dokter," ujarnya Yudha yang menjabat tangan dokter sebelum mengambil resep obat dan vitamin untuk Mairah.
Kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya Yudha dirasakan dan dilihat langsung oleh orang yang berjalan dan berpapasan dengan dirinya. Yudha tak henti-hentinya menebarkan senyuman manisnya ke semua orang saking bahagianya akan segera menjadi bapak lagi.
"Mungkin aku juga akan sebahagia ini disaat aku tahu kalau Maxy hadir di dalam rahimnya istriku, ternyata sebahagia ini rasanya jika, akan memiliki seorang calon bayi, andai saja aku berada di sampingnya Mirah pasti semakin bahagia," gumam Yudha.
Yudha memutuskan untuk segera berjalan ke Apotek sebelum ke ruangan UGD RS untuk menemui Mirah. Yudha sangat bahagia banget sehingga memberikan uang tip kepada semua orang yang berada di sekitar Apotek terutama perawat yang berjaga dan bertugas di Apotek tersebut.
"Makasih banyak Pak, semoga istrinya Sehat dan anaknya juga sehat, selamat sampai lahiran," tutur do'a tulus dari semua orang yang Yudha berikan uang sebagai wujud rasa syukurnya.
Martin pun menemui pegawai yang bertugas dibagian Adminstrasi untuk segera memindahkan istrinya ke ruangan perawatan VVIP rumah sakit. Mairah sudah dipindahkan ke dalam ruangan perawatan VVIP. Dan sudah sadar ketika Yudha baru saja duduk untuk beristirahat.
__ADS_1
Mirah menatap ke sekeliling ruangan dan kaget setelah melihat kondisi ruangan tersebut yang berbeda dengan kamarnya. Dan wajah yang pertama dia lihat adalah wajah Yudha suaminya tercinta yang selalu tersenyum sedari tadi.
"Mas Yudha!" Lirihnya Mirah yang masih lemah dan tidak mampu untuk berbicara dengan keras.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar, apa ada yang sakit yang kamu rasakan atau kamu mau makan atau butuh apa?" tanya Yudha yang sangatlah antusias dan eksaitik menanti kehadiran dan kelahiran calon anak keduanya di dunia ini.
"Mas Aku di mana bukannya tadi aku ke kantor untuk kerja dan kok Mas juga ada di sini bukannya Mas ada di Jakarta" ucap Amairah.
"Kamu sekarang di rumah sakit dan tadi Mas yang membawa kamu ke sini karena kamu tiba-tiba pingsan," Yudha yang sudah memegang tangan Mirah.
"Pingsan mas?" tanya bingung Amairah.
"Iya kamu sewaktu keluar dari lift kamu langsung pingsan untung ada Mas yang kebetulan lewat di sana dan langsung melarikan kamu ke rumah sakit!" Jelas Yudha sembari tersenyum penuh kebahagiaan..
"Makasih banyak Mas, syukur alhamdulillah untung ada Mas yang menolongku," timpal Mirah tulus.
"Kamu tidak sakit sayang tapi ada calon bayi kita di dalam sini," jelas Yudha yang selalu tersenyum refleks mengusap perut datarnya Mirah.
Senyuman Mirah langsung terbit dari sudut bibirnya, disaat mendapat perlakuan seperti itu membuat wajahnya memerah dan malu-malu.
Mirah sekaligus semakin sangat bahagia bahkan kebahagiaannya berlipat-lipat, karena telah diberikan kepercayaan dan amanah untuk mengandung kembali seorang calon bayi lagi di dalam rahimnya. Mirah bahagia karena mendengar langsung Yudha menyebut kata sayang di depannya.
"Alhamdulillah Mas kalau begitu, aku sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan untuk menjadi seorang calon ibu lagi," terangnya Mairah sambil mengelus perutnya yang masih datar itu.
__ADS_1
....
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...