Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 65. Kisah Masa Kecil Richard


__ADS_3

Raisa terdiam menyimak dari perkataan Richard dengan sesekali melompat kecil seperti anak kecil saja yang bermain di jalan raya.


"Tapi suatu hari Papa ke Ibu Kota meninggalkan kami di desa, setelah beberapa tahun lamanya Papa kembali mencari kami, memutuskan untuk meninggalkan desa dan menetap di ibu kota, mulai dari situlah kehidupan keluarga Abang perlahan berubah berkat kegigihan dan kerja keras dari Papa hingga seperti sekarang ini," jelasnya panjang lebar.


"Pantesan dia tidak masalah dengan tes yang aku berikan, haaa gagal kalau gini."


Raisa tersenyum menertawai dirinya sendiri yang taktiknya kurang tepat malahan salah.


"Pekerjaan kasar semuanya Abang sudah pernah jalani, Abang sudah mengenal pekerjaan cari uang sejak umur 6 tahun, setiap hari Abang sama kakak berkeliling kampung menjajakan kue buatan Mama," terangnya yang kembali teringat dengan masa kecilnya.


"Tidak mungkin Abang melakukanya? Adek tidak percaya lah," ujarnya Raisa yang bernada meremehkan sekaligus tidak percaya dengan kemampuan Richard.


Richard hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Raisa yang pastinya tidak percaya dengan penjelasannya sendiri.


"Seperti itulah kehidupan Abang sewaktu kecil penuh dengan perjuangan bahkan kami pernah tidak makan selama dua hari, jadi kalau hal seperti ini masalah biasa saja," sahutnya sambil tetap melangkahkan kakinya.


Raisa menutup mulutnya mendengar penjelasan dari Richard bukan karena pernah tidak makan selama dua hari tapi karena taktiknya kurang berhasil dan tidak cocok yang kembali menuai kegagalan lagi.


Richard mengira Raisa simpatik padanya. Padahal hanya karena kecewa dengan cara yang sudah dipilihnya. Dia sedari tadi hanya sibuk menertawai dirinya sendiri yang baru kali ini menemui kegagalan dalam merencanakan sesuatu untuk mengetes calon suaminya.


Selama ini, apa pun yang dilakukan olehnya selalu saja sukses tidak pernah menemui kegagalan. Tapi, untuk kali ini kegagalan yang harus dituainya. Raisa sedikit kecewa dengan hal tersebut.


"Apa yang kamu lakukan tidak berhasil jadi kalau besok-besok ingin ngetes Abang yang lebih ekstrim saja," sarkasnya dengan senyuman smirknya.


Raisa terdiam sesaat baru refleks tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya saking lucunya menertawai dirinya sendiri.


Richard berjalan ke arah Raisa lalu tanpa aba-aba memeluk tubuh calon istrinya dengan hangat. Ia yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya terdiam, tangannya menjulur ke bawah.

__ADS_1


"Raisa maafkan Abang, semua kesedihan dan kemalangan yang terjadi di dalam hidupmu semuanya gara-gara Abang, Abang sangat menyesal setelah tahu kalau karena gara-gara Abanglah kamu sempat sakit," tuturnya Richard yang spontan berlutut di hadapan Raisa.


Perkataan yang begitu tulus yang diucapkan oleh Richard membuat Raisa terenyuh dan tersentuh hati dan perasaannya. Perkataannya Richard mampu menyentuh dan menggetarkan jiwanya yang tidak pernah tersentuh sedikit pun.


Raisa terkejut saat ada tetesan air yang sedikit hangat membasahi punggungnya. Tubuhnya Richard bergetar dalam tangisnya. Dia pun sesegukan,ia sudah melupakan statusnya yang seorang CEO ternama.


Kegarangan dan ketegasannya luntur sudah di dalam pelukannya Raisa. Pria yang tidak disangka bisa menangis ternyata meneteskan juga air matanya demi perempuan yang sudah lama dia sayangi. Perempuan sudah susah payah dengan perjuangan yang begitu besar melahirkan putranya.


"Maafkan Abang yang terlambat menemukanmu, sejak malam itu Abang mulai mencarimu, tapi pencarian Abang selalu menuai kegagalan," ujarnya yang sesekali sesegukan.


Raisa membalas pelukan dari Abi. Memang untuk saat ini dia belum tahu persis apa yang diinginkan oleh hatinya. Dia masih ragu dengan apa yang dia rasakan tetapi, dia tidak memungkiri bahwa ada getaran aneh yang muncul di dalam hatinya jika dia diperlakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Abang tidak memaksamu untuk memaafkan Abang, tapi satu hal yang Abang pinta mohon terima lamaran Abang, jujur saja Abang tidak bisa dalam sehari saja tidak melihat dirimu, mendengar suaramu hingga gak melihat senyumanmu itu," ungkap Richard.


Raisa diam-diam meneteskan air matanya, dia ikut terharu mendengar kejujuran dari Abi. Ia tidak menyangka jika pria yang begitu dingin ternyata jatuh cinta padanya.


Raisa hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan semua ucapan yang diucapkan oleh Richard.


"Hanya kamu gadis yang mampu membuatku jatuh cinta berulang kali bahkan selalu mencintai diawal kita bertemu hingga detik ini, insya Allah semuanya tidak akan pernah berubah hingga akhir waktuku," Richard membatin.


Richardi ingin memajukan wajahnya untuk dia cium pipinya Raisa hingga ujung matanya melihat ada sosok bayangan hitam di balik pohon besar itu.


Richard langsung mendorong tubuhnya Raisa hingga mereka terjatuh ke atas aspal kemudian sengaja berguling.


"Raisa!!! berbaring jangan bangun!!" Teriak Richard.


Kemal yang melihat hal tersebut segera bertindak dan sigap melempar sebuah senjata api ke arah bosnya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dan siapa mereka?" Pekiknya Richard yang terkejut dengan kedatangan serangan dari beberapa orang yang tidak dikenalinya itu.


Raisa yang menyadari hal tersebut segera membuka tasnya dan mengambil senjata yang selalu setia menemaninya ke mana-mana.


Dia berguling ke arah kiri dan membidik sasarannya yang berada di atas pohon.


Doorrrr!!!! dorr!!!


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Diantara Dua Pilihan...


...3. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


...4. Pelakor Pilihan...


...5. Aku hanya sekedar baby sitter...


...6. Cinta Ceo Pesakitan...


...7. Tetanggaku Idola Suamiku...


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2