
Kenapa kehidupan tak seindah melatih mereka kadang kejam dan tak punya perasaan sedangkan kita tak punya pilihan untuk menentukan sebuah jalan.
"Cinta juga buta tanpa memandang status dan kehidupan seorang yang disayangi," ujar Maxyl yang membuat beberapa orang menatap tak percaya dengan perkataannya.
Mereka tidak menyangka jika seorang Macy yang tidak pernah berkomentar tentang masalah percintaan hari ini harus ikut berkomentar.
Entah apa yang terjadi dengan Maxy apa sudah menemukan calon istri atau sudah mulai mencintai seorang gadis.
"Semoga perkataanmu Nak jadi kenyataan dan kamu bisa menikah dengan perempuan pilihanmu sendiri, Daddy bosan dengar dari mulut orang-orang kalau kamu tidak normal," batinnya Yudha.
Martin menatap ke arah putra sulungnya. Martin akhir-akhir ini dilanda kecemasan akut. Dia pernah tidak langsung mendengar perkataan dari beberapa gadis yang dijodohkan dengan Axel. Mereka mengatakan jika Axel tipe cowok yang penyuka sesama jenis.
Martin sempat meradang dan berang dengan isu-isu tidak sedap seperti itu. Tapi, Martin sangat yakin jika apa yang terjadi dengan kondisi anaknya sangatlah normal. Axel tidak mungkin melakukan bentuk-bentuk penyimpangan seperti yang mereka tuduhkan.
Kemal masih menunggu dengan setia dokter tersebut menjelaskan semua kondisi kesehatan Aisyah dengan terperinci dan detail.
"Dokter bagaimana dengan kondisi istriku? Apa dia baik-baik saja?" Tanya kembali Kemal yang tidak sabaran.
"Alhamdulillah kondisi kesehatan dari calon istrinya bapak baik-baik saja dan hanya kurang istirahat dan banyak pikiran yang membuat kondisinya drop," jelas Dokter tersebut.
"Jadi apa yang harus aku lakukan untuk kesembuhannya Dokter?" Tanya balik Nathan.
"Bapak hanya perlu menjaganya dengan baik terutama waktu makan dan istirahatnya, karena kondisi lambung Nona Aisyah sedikit terganggu dikarenakan pola makannya yang beberapa hari ini tidak teratur," terang Dokter.
"Syukur Alhamdulillah kalau hanya masalah itu Dok, Makasih banyak yah dokter," ucapnya.
"Sama-sama Pak," sahut Dokter sembari berlalu dari hadapan mereka.
Kemal segera berlari ke arah dalam ruangan ICU setelah mendengar penuturan dari Dokter. Dia mencari tempat Aisyah berada.
__ADS_1
Yang lain kembali dibuat tercengang dengan tingkah lakunya Kemal.
"Semoga saja cinta Kemal setulus hatinya untuk Aisyah, semoga perlahan rasa sakit hati yang dialaminya bisa terobati dengan perhatian dan kasih sayang tulus darinya," batin Mirah.
Mirah berdoa dan berharap yang terbaik untuk mereka berdua. Mereka bersyukur karena Aisyah hanya mengalami sakit ringan sehingga mereka bisa bernafas lega.
Aisyah terbaring lemah di atas ranjang Bangkar Rumah Sakit. Bibir dan wajahnya pucat pasi.
Kemal sudah duduk di samping Aisyah sambil memegang tangannya Aisyah.
Yudha mengurus kepindahan kamar perawatan Aisyah. Segala administrasinya pun diurus olehnya.
Keesokan harinya, Aisyah sudah bisa keluar dari rumah sakit karena kondisinya sudah membaik dan sembuh total. Kemal sekalipun tidak beranjak dari sisinya Aisyah.
Entah kenapa sejak malam itu mereka menghabiskan waktunya bersama hingga kepergok sedang berpelukan dan tidur bareng. Walaupun mereka hanya sekedar berpelukan saja.
Kemal sudah mulai mencintai dan menyayangi Aisyah. Ia tidak peduli dengan perasaannya Aisyah terhadapnya. Yang paling penting dia membuktikan dan menunjukkan keseriusannya untuk membina hubungan yang lebih serius lagi.
"Setahu Aku sih, besok siang dia dan rombongannya akan kembali datang ke rumah untuk melamar Aisyah," jawabnya dengan seulas senyuman.
"Mas berharap Aisyah bersedia menerima lamaran dari Nathan, kasihan sudah dibuat patah hati dan kecewa gara-gara dokter Rizaldi," balasnya dengan raut wajahnya yang sendu.
Hubungan antara Yudha, Amairah dengan Aisyah tidak seperti seorang asisten pribadi tetapi sudah melebihi seperti saudara sendiri.
"Semoga saja yah Mas, Amairah juga sangat berharap agar mereka bahagia dan Pak Nathaniel berbeda dengan pria lainnya," harap Mirah.
"Kalau menurut Mas, Pak Nathan sangat mencintai Aisyah, apa Kamu lupa dengan reaksinya kemarin saat tahu Aisyah sakit?" Tanyanya dengan sesekali menikmati minumnya yang masih mengepulkan asapnya.
Mereka duduk di teras belakang rumahnya sambil menikmati pagi yang indah. Hari ini Martin dilarang oleh Amairah untuk berangkat ke Kantor sebelum Aisyah dan Nathaniel datang.
__ADS_1
Sekalian mereka menunggu keluarga besar Kemal untuk datang melamar Aisyah. Mobil dengan tipe Vellfire sudah memasuki area pekarangan rumahnya.
Seorang pria yang tinggi tegap, dengan perawakan kulit sawo matang layaknya orang asli pribumi, dengan rahang bawah yang tegas dan hidung mancung sedikit Bangir turun dari mobilnya.
Dia segera berlari ke arah pintu samping. Dia membuka pintu mobilnya dengan sangat hati-hati. Dengan senyuman khasnya dia persembahkan untuk menyambut perempuan yang sangat dia sayangi.
"Silahkan turun Tuan Putri," ucap Aisyah sambil membuka pintu mobilnya lalu mengayunkan tangannya ke arah Aisyah.
Sedangkan Aisyah yang diperlakukan istimewa begitu hanya tersipu malu dan wajahnya memerah seketika seperti buah ceri.
Biasanya Aisyah akan ilfeel dan berbuat kasar jika ada pria yang bersikap seperti itu padanya. Tapi, beda halnya dengan Nathan.
Entah karena sedang patah hati dan tiba-tiba ada seorang pria yang bersikap penuh perhatian dan tulus padanya sehingga dengan mudahnya hatinya luluh untuk memberikan lampu hijau kepada Nathan untuk segera menghalalkannya.
...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Dilema Diantara dua pilihan...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...7. Pelakor Pilihan...
__ADS_1
...8. Hanya Sekedar Baby Sitter...
...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......