Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 174


__ADS_3

Map yang terakhir yang membuatnya tercengang bahkan menjatuhkan map tersebut ke atas meja adalah, sosok perempuan yang masih perawan dan ia yang telah merenggut keperawanan perempuan tersebut dan lengkap dengan fotonya serta seprei yang ada noda merahnya.


"Ini tidak mungkin pasti ada kesalahan dalam pencarian bukti tersebut," ucap Yudha yang tidak percaya jika perempuan tersebut adalah Mirah putri Hedy Yunus Husein.


Mirah yang sudah sah menjadi istrinya yang sudah mulai dua sayangi ternyata perempuan itu juga yang dia perawanin.


"Apa yang terjadi dengan tuan, apa tuan baik-baik saja?" tanya Pak Bustam detektif swasta yang asli anak Jakarta tapi sudah menikah dengan wanita pribumi Bali yang sudah lama bekerja sama dengannya.


"Makasih banyak atas bantuannya dan tunggu gaji bapak serta bonus Bapak akan saya akan segera transfer," tuturnya Yudha lalu berjalan tergesa-gesa ke dalam Lift untuk naik ke kamar yang pernah dipakai untuk menghabiskan waktunya bersama Mirah.


Yudha tidak tahu harus bahagia atau bagaimana dengan kenyataan yang ada. Langkahnya Yudha yang lebar sehingga dirinya terbilang cepat untuk sampai ke kamar tersebut. Ia membuka knop pintu kamar hotel yang pernah disewa oleh Mirah.


Yudha berusaha keras untuk mengingat kejadian kurang lebih enam tahun lalu. Dia kemudian duduk di ranjang king size hotel itu. Dan meraba sprei yang motifnya dan warnanya sama waktu Mirah Istrinya menginap.


Bukan hanya itu yang Martin dapatkan tapi tentang pernikahan dan alasan Mirah berlibur ke Denpasar Bali. Yudha pun sudah teringat dengan kejadian saat dirinya menjatuhkan sebuah kotak beludru warna biru tua di ranjang ini.


"Mungkinkah kau akan mengira kalau cincin itu adalah pemberian dari suaminya dan apa dia sudah tahu kalau malam itu adalah malam dia bersama denganku bukan bersama Agam mantan suaminya, tapi bagaimana jika Mirah menyangka pria itu adalah Adam suaminya dan Maxy berarti putraku yang selama sudah dekat denganku tapi aku sama sekali tidak menyadari kehadirannya dan alergi putraku ternyata sama denganku," Yudha membatin.


Yudha sibuk memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi sehingga membuatnya lelah hayati dan tanpa dia sadari akhirnya tertidur pulas di ranjang tersebut dengan senyuman yang masih terukir di wajah tampannya.


Yudha tertidur pulas hingga sore hari, Matahari sudah perlahan meninggalkan peraduan dan singga sananya menuju tempat peristirahatannya. Handphonenya berdering hingga banyak kali, tapi Yudha masih asyik dalam buaian mimpi indahnya.

__ADS_1


Hp Yudha tidak berhenti berdering hingga yang punya hp pun terbangun dari tidurnya. Martin meraba meja nakas untuk mencari hpnya yang sedari tadi berdering dan mengganggu tidur siangnya. Ia tidak mengecek hpnya siapa orang yang telah menelponnya dia hanya langsung mengangkatnya.


"Halo," ucapnya setelah telepon tersambung.


"Halo saja, apa kamu sangat sulit untuk mengucapkan kata salam haa bocah tengik!" Sarkas mamanya Bu Masitha yang sudah ngomel-ngomel dengan tingkah cucu tunggalnya.


"Assalamu alaikum Ma, ada apa?" Tuturnya Yudha sambil menguap.


"Kapan kamu ingin menikah? kalau kamu tidak ingin segera menikah maka Nenek akan memaksa kamu untuk menikahi putri dari teman Nenek yaitu Elsa si cewek cupu dengan kepangan rambutnya yang selalu bersamanya setiap saat serta kacamata hitam yang tebal," gertak Nyonya Masitha.


"Apa yang benar saja Ma, masa putramu ini yang super ganteng ini melebihi Le Ming ho harus menikah dengan perempuan model seperti itu, amit-amit lha Nek," gurau Yudha yang langsung terduduk di atas ranjangnya setelah mendengar perkataan dari neneknya.


"Kalau kamu tidak mau maka segera lah menikah dan bawa istrimu ke sini secepatnya dan Mama kasih kamu waktu sepuluh hari dari sekarang!" Ancam Bu Masitha yang langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak dan tertawa terbahak-bahak membayangkan wajah cucunya.


Yudha masih belum move on memikirkan bagaimana nanti jika Mirah menganggap bahwa bukan dia Ayah kandung Maxy dan menganggap bahwa itu anaknya Agam mantan suaminya dan masih belum menemukan caranya untuk menyampaikan kepada Mirah.


Yudha berniat untuk meminta maaf atas perbuatannya yang gara-gara dia yang telah merenggut mahkotanya sekarang dihadapkan lagi dengan permintaan neneknya untuk membawa Mairah ke hadapan keluarga besarnya.


Yudha semakin dibuat pusing saja dan Martin lebih memilih untuk menghadapi tender proyek kerjasama yang sulit dari pada harus menghadapi masalah seperti sekarang ini.


................

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2