Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 80. Kegundahan


__ADS_3

Maxy begitu khawatirnya dengan kondisi dari Ica. Ia tidak menyangka jika masih banyak orang diluar sana yang berpikiran picik dan tidak punya perasaan.


"Ada ibu-ibu yang bilang sama Ica kalau Ica itu tidak punya Ayah dan bunda katanya kalian bukan keluarga kandungnya Ica, Ayah keluarga kandung itu apa?" Tanyanya yang ingin mengetahui apa itu keluarga kandung dengan tampang polosnya.


Mendengar penjelasan dari Ica, mereka satu sama lainnya saling bertatapan dan tidak mengerti dengan maksud dari orang yang berbicara seperti itu.


Pak Yudha yang baru saja ingin meneguk kopinya pun tidak jadi meminumnya. Dia tidak menduga jika ada orang yang punya niat jahat memperlakukan anak sekecil itu dengan perkataan yang membuatnya bertanya-tanya.


"Keluarga kandung itu adalah keluarga yang ada hubungan darah sayang, misalnya Grandpa dengan Ayah sama ica," Tutur Mirah yang terpaksa sedikit berbohong untuk menutupi kebenaran yang ada agar Ica tidak bersedih.


"Oh gitu yah, Ica senang punya keluarga kandung," ujarnya dengan wajahnya yang bahagia.


"Ayo sayang lanjutkan makannya, nanti kita terlambat ke sekolah," pintah Mirah.


Rexy yang ikut memperhatikan tingkah lucu Ica melihat senyuman di bibirnya langsung dejavu. Dia merasa mengenal senyuman itu. Ia terdiam dan memikirkan baik-baik perasaan yang tiba-tiba itu muncul dalam benaknya.


Kedatangan Ica di dalam keluarga besar mereka membawa kebahagiaan dan semakin mempererat hubungan diantara mereka. Lee yang selama ini tidak punya teman semakin bahagia karena tidak kesepian dan sendiri lagi.


Apa lagi Ica mampu membuat suasana ramai dengan celotehan dan tingkahnya. Jauh dari kediamannya keluarga Lee, ada seorang perempuan yang duduk di gazebo rumahnya. Dia mengelus perutnya dengan halus, air matanya menetes membasahi pipinya.


"Maafkan Mami sayang," ucapnya dengan lelehan air matanya membasahi pipinya.


Dia kembali teringat dengan masa lalunya empat tahun lebih. Dengan berat hati dia terpaksa membuang darah dagingnya sendiri ke Panti Asuhan. Hal itu terpaksa dia melakukannya demi untuk menutupi kesalahan besar yang dia lakukan.


Hingga detik ini satupun dari anggota keluarganya yang tidak ada yang mengetahui aib dan kesalahan besarnya itu. Bukan pilihan yang terbaik yang ditempuh waktu itu. Dengan hamil diluar nikah tanpa suami, dengan usia yang masih muda terpaksa setiap hari menutupi kehamilannya dari orang-orang. Termasuk dari kakeknya.

__ADS_1


Dia adalah cucu tunggal di dalam keluarganya. Kedua orang tuanya sudah lama berpisah sedangkan, Mamanya dua tahun lalu meninggal dunia akibat penyakit yang sudah lama dideritanya.


"Mami merindukanmu putriku, Mami ingin sekali melihatmu, memelukmu dan menggendongmu, Nak."


Dia pernah kembali mencari keberadaan putrinya di Panti Asuhan tetapi, ternyata putrinya sudah diadopsi oleh orang lain.


Flashback on..


"Ibu saya dulu pernah bilang tolong jangan biarkan anakku ada orang yang mengadopsinya karena suatu saat nanti saya akan kembali lagi kesini," ucapnya yang sedikit kecewa bercampur marah setelah mengetahui jika anaknya sudah diadopsi oleh seseorang yang tidak dikenalnya.


"Maafkan kami Bu waktu itu ibu panti asuhan yang lama sebenarnya tidak ingin melakukan hal itu tapi kami waktu itu mengalami kekurangan biaya sehingga beberapa anak panti kami berikan kepada orang yang telah Sudi dan berbaik hati untuk mengadopsi mereka" jelasnya dengan sedikit kecewa dengan keputusan mereka waktu itu.


Dia kembali terduduk di kursinya dengan tangisannya yang sudah pecah.


"Putriku maafkan Mami nak" sesalnya yang membuat dadanya sesak dan sangat menyesali kenyataan yang baru diketahuinya.


"Ibu tolong katakan padaku siapa yang mengadopsi anakku?" Tanyanya yang tidak sabar dia ingin mengetahui hal tersebut.


Dia berhadapan dengan Ibu Panti asuhan dan niatnya datang kesana untuk melihat anaknya setelah empat tahun lebih dia titipkan di Panti tersebut. Tapi apa boleh buat anaknya sudah tidak berada di sana lagi.


"Sekali lagi kami minta maaf yang sebesar-besarnya Bu, atas keputusan kami itu," ujarnya.


"Makasih banyak Bu, semoga Puteri saya baik-baik saja dan hidup dengan orang yang tepat, permisi Bu" ujarnya lalu meninggalkan ruangan itu Bu panti asuhan.


Dia pun mencari alamat sesuai yang diberikan oleh pengurus Panti asuhan. Dengan berharap besar agar dia bisa menemui putrinya. Tetapi, rasa penyesalan dan kesedihan itu masih menaungi kehidupannya.

__ADS_1


Rumah orang yang mengangkat anaknya sudah kosong beberapa hari dan satupun tetangganya tidak ada yang tahu kemana perginya pemilik rumah yang dia datangi itu.


Flashback off..


Kedatangan kakeknya yang sedari tadi berdiri di belakangnya pun sama sekali tidak disadarinya. Dia masih asyik dengan lamunannya, matanya memerah, hidungnya sembab setelah beberapa saat dia menangis.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Diantara Dua Pilihan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Pelakor Pilihan


Aku hanya sekedar baby sitter


Cinta Ceo Pesakitan


Tetanggaku Idola Suamiku


__ADS_1


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers…


__ADS_2