Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 193


__ADS_3

"Ya Allah… kenapa juga ia harus hadir disini membuat suasana menjadi kacau dan tidak kondusif saja," umpatnya Mirah.


Mirah tidak menyangka kalau orang tersebut akan bertemu dengan dirinya dan langsung membuat selera makannya hilang dalam sekejap mata padahal baru beberapa saat mereka menikmati makanan tersebut. Kakek Lukman pun tidak menyangka jika orang tersebut akan menggangu kegiatan mereka.


Siapakah orang yang sudah berani mengganggu kenyamanan mereka dan membuat nafsu makan Mirah menghilang dan berubah menjadi perasaan dongkol.


Pertemuan yang tak terduga dengan kakek Lukman membuat Mirah bahagia. Putranya pun Maxy sangat senang karena merasa Kakeknya bertambah lagi. Karena Maxy sudah lapar mereka pun memutuskan untuk mencari restoran yang terdekat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta.


Karena Maxy cicitnya itu menginginkan makan ayam goreng akhirnya mereka memutuskan untuk makan makanan siap saji bin junfood. Awalnya Mirah menolak tapi karena, Maxy merengek dan mengamuk tak hentinya memelas sehingga Mirah memutuskan untuk memenuhi permintaan dari putra tunggalnya.


"Mommy kita makan ayam goreng saja yah, kan udah lama Maxy gak makan ayam goreng itu," ucapnya Maxy sambil menunjuk restoran siap saji yang berlogo seorang Kakek yang berkaca mata.


"Tapi sayang, gak baik terlalu sering makan makanan seperti itu, kan udah pernah makan di sana," sanggah Mirah yang membujuk anaknya untuk tidak makan di sana.


"Tapi, Maxy maunya itu Mommy, kan udah lama juga aku gak pernah makan, please Moms sekali ini saja yah," tampik Maxy dengan raut wajah sedihnya yang sudah menghibah pada mamanya.


"Penuhi saja permintaannya anakmu, kasihan kalau gak dipenuhi keinginannya," sahut Tuan Besar Lukman.


Dengan penuh pertimbangan dan pemikiran yang cukup alot Mirah pun memutuskan untuk mengijinkan putranya makan ayam goreng walaupun ada sedikit rasa khawatir dengan keadaan putranya nanti. Tapi. Mirah menepis segala pemikiran negatif yang muncul dan terbersit di kepala dan benaknya.


"Baiklah Mommy ijinkan untuk kali ini saja, tapi gak ada lagi untuk nanti kecuali kalau Maxy sudah sangat lama belum makan lagi baru lah Maxy bisa makan ayam itu, kalau di rumah pingin makan ayam goreng tanya Mommy saja insya Allah mommy akan langsung buatkan untuk kamu sayang," jelasnya Miirah.

__ADS_1


Mirah berusaha memberikan penjelasan kepada anaknya agar Maxy tidak gampang untuk makan makanan siap saji sambil berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan tinggi badan putranya agar lebih mudah untuk memberikan pengertian kepada anak semata wayangnya itul.


"Hore Maxy!!! bisa makan Ayam goreng Upin Ipin," pekiknya Maxy yang sangat bahagia dan sedikit berteriak saking gembiranya.


Mereka pun berjalan ke arah Resto tersebut dan mengambil posisi duduk yang nyaman sedangkan Mirah berjalan ke arah kasir untuk memesan makanan yang mereka ingin makan. Setelah beberapa saat kemudian.


Mirah membawa nampan yang berisi banyak macam ayam goreng berserta minumannya dan jangan lupa sausnya. Mereka makan dengan lahapnya terutama Maxy, mamanya pun begitu karena tiba-tiba ngidam ingin makan ayam goreng juga.


"Apa kamu juga mau menikmati ayam goreng seperti yang dimakan Abang kamu sayang?" Cicitnya Mirah sembari mengusap lembut permukaan perutnya yang membesar karena ada gerakan dari bayinya itu.


Baru beberapa suapan makanan yang masuk ke dalam perutnya mereka, kursi yang ada di depan mereka berpindah dan ada yang langsung duduk di depannya. Mirah dan Maxy serta Pak Lukman langsung berhenti menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Selera makan mereka tiba-tiba hilang seakan-akan tertiup dan terbawa angin. Maxy yang tidak tahu permasalahan yang terjadi antara Mommy dan ke dua orang tersebut tetapi, Maxy tidak menyukai gerak gerik perempuan yang berambut pendek sebahu yang ada di depannya.


"Lama kita tidak berjumpa Mirah, dan sekarang kamu kembali berbadan dua, ngomong-ngomong suami kamu mana, apa jangan-jangan kamu lagi lagi dan lagi hamil tanpa suami atau jangan-jangan kamu hamil dari pria yang tidak jelas tanpa ikatan status pernikahan," nyinyir Meeta yang tidak lain adalah sepupu angkatnya Miirah sekaligus cucu satu-satunya Pak Lukman.


****************


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.


__ADS_1


Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


__ADS_2