
Beberapa hari kemudian, Richard dan Maxy sudah dinyatakan bisa keluar dari Rumah Sakit. Camelia dan putrinya Ica ikut bersama mereka.
Aisyah yang diperintahkan oleh Mirah untuk menjemput anak-anaknya di RS rumah Sakit segera melaksanakan perintah dari Nyonya Muda.
"Semoga saja Bryan sudah mengantongi data-data tentang hidupnya Camelia selama ini," batinnya Aisyah sembari menelpon nomor hpnya Bryan.
Beberapa saat kemudian mereka sudah saling berbicara dan menjelaskan semua informasi tentang siapa Camelia sebenarnya dari a sampai z hingga luar dalamnya.
Aisyah yang duduk di samping supir pribadinya, terdiam dan memikirkan tentang status Camelia yang tidak jelas itu. Dia sudah menyelidiki kehidupan Camelia dari mulai dia kecil hingga sekarang, Aisyah sudah mendapatkan informasinya sedetail yang dia butuhkan.
Camelia ditinggal pergi oleh suaminya saat masih berjalan lima hari pernikahannya. Suaminya yang bernama Hendra adalah seorang TKI di Malaysia. Tetapi hingga detik ini Camelia tidak pernah sekalipun mendapatkan kabar atau info tentang suaminya itu. Padahal kepergiannya ke negeri Jiran sudah hampir enam tahun lamanya.
Camelia setiap hari menunggu dengan setia kepulangan suaminya. Awal Pernikahannya Hendra masih sering menelponnya, memberikan kabar kepada Camelia hingga setiap bulan mengirimkan uang untuk Camelia. Tetapi hal itu hanya berlangsung tujuh bulan lamanya hingga mereka putus kontak hingga detik ini.
Sedikit pun tidak ada kabar mengenai suaminya, dia sudah mengupayakan dan mendatangi kantor tempat suaminya mencari pekerjaan, tetapi hasilnya sama tidak ada kejelasan dari mereka.
Camelia pun sudah putus asa,dia menyerahkan semuanya pada Allah SWT. Awalnya mereka menikah karena kemauan dari kakaknya yang kebetulan bersahabat dengan Hendra semasa mereka masih sekolah dulu.
Suatu hari saat dirinya pulang dari kantor polisi untuk melaporkan hal yang menimpa suaminya yang dikatakan hilang, dia melewati Panti Asuhan dan memutuskan untuk singgah ke dalam Panti tersebut.
Tangis bayi yang pertama kali dia dengar dan hatinya terenyuh dan tersentuh melihat bayi yang masih merah itu menangis kencang karena kelaparan. Dia pun memutuskannya untuk mengadopsi bayi itu hingga sekarang sudah berusia empat tahun lebih.
Aisyah sempat tersenyum lega karena status Camelia walaupun sudah menikah, tetapi anak kecil yang selama ini dia anggap putrinya adalah hanyalah anak angkat.
"Alhamdulillah semoga saja Camelia adalah perempuan yang cocok menjadi pendamping hidupnya Tuan Muda Maxy," gumam Aisyah.
__ADS_1
Mobilnya sudah terparkir di depan lobby rumah sakit. Aisyah berjalan ke arah kamar perawatan Maxy, tetapi langkahnya kembali terhenti saat melihat Tuan Mudanya berada di atas kursi roda yang didorong oleh Camelia.
Aisyah berjalan cepat ke arah mereka dan berniat untuk menggantikan Camelia mendorong Axel, tetapi langsung dicegah oleh Camelia.
"Tidak usah Mbak, saya masih bisa kok lagian ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai perawatnya," cegah Camelia dengan seuntai senyuman yang selalu membuat Maxy jatuh cinta dan mabuk kepayang.
Sedangkan Richard lebih duluan pulang bersama dengan Raisa. Kepulangan Richard tidak ada drama kursi roda dan terkesan lebih normal dan alami.
Sebenarnya Maxy sengaja berbuat seperti itu untuk melihat dan mengetahui sampai dimana Camelia bisa bersabar menahan semua perintah darinya.
"Aku akan berusaha untuk menunjukkan rasa sayangku padamu walaupun statusmu bukan gadis lagi tapi seorang janda ditinggal pergi," lirihnya Macy.
Hanya beberapa menit saja, mereka sudah sampai di depan playgroup tempat Ica istrinya dititipkan. Camelia sedikit pun tidak ingin ada orang lain yang mengatakan bahwa Khairunnisha adalah hanya putri angkatnya saja.
Kehadiran Ica dalam hidupnya sebagai pelipur lara dan pengobat atas kesedihannya menanti kepulangan suaminya yang tidak pasti itu. Camelia menggendong putrinya ke dalam mobil. Ica didudukkan di dekat Maxy.
"Boleh, itu tidak masalah," jawabnya dengan singkat.
Ica yang mendengar perkataan dari bundanya menangis kencang.
"Ica tidak mau duduk di dekatnya Paman, Bunda," ucap Ica di sela tangisannya.
"Jangan nangis sayang, sini bunda pangku kalau gitu," jelas Camelia yang mengulurkan tangannya ke arah Ica.
Ica menggelengkan kepalanya dan semakin menangis saja.
__ADS_1
"Tidak mau, tidak mau dipangku bunda," jawabnya lagi dengan lelehan air matanya sudah membasahi seluruh wajahnya.
Camelia sudah merasa tidak enak hati karena mengganggu ketenangan dari Axel.
"Maafkan putriku Tuan Muda, aku akan segera mendiamkannya," ucap Camelia yang kembali berusaha untuk membujuk anaknya agar segera diam.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Diantara Dua Pilihan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Pelakor Pilihan
Aku hanya sekedar baby sitter
Cinta Ceo Pesakitan
Tetanggaku Idola Suamiku
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
I love you all Readers…