Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 153.


__ADS_3

Nyonya Mirah tidak kuasa menahan tangisnya, air matanya membanjiri wajahnya. ia teringat saat anaknya masih kecil dulu. Dia tidak menyangka jika kebahagiaan akhirnya menghampiri mereka.


Flash Back On...


Suasana kota Denpasar siang hari itu cukup panas dan terbilang ramai. Mobil yang ditumpangi oleh Mirah dan putera tunggalnya Maxyl dari Bandara menuju hotel sudah terparkir rapi di depan lobby hotel.


Mirah kemudian langsung mendapatkan kunci Kamar Hotel yang pernah sebelumnya dia sewa. Waktu itu dirinya untuk pertama kali datang bersama mantan suaminya dan sepupunya dulu yaitu Agam dan Meeta.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga, semoga apa yang Aku cari bisa mendapat titik terang," batinnya Mirah.


Mirah pun berjalan ke lift sambil menggandeng tangan kecil putranya. Mirah sangat berharap kedatangannya kali ini dia mendapatkan hasil yang baik dan pria yang menjadi ayah biologis Maxy pun diketahui sosoknya.


Mirah membuka kunci knop pintu kamar hotel tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk antara takut, khawatir dan bimbang dengan hasil dari apa yang dia inginkan.


Mirah diliputi rasa takut akan kecewa dengan hasil pencariannya. Tetapi ia harus tetap melakukan hal tersebut agar segera mengetahui siapa sosok pria yang telah menanamkan benihnya di dalam rahimnya sehingga Maxy pun hadir di dunia ini.


Tapi, jika pria tersebut menuntut haknya sebagai Ayahnya pasti Mirah akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan putranya.


"Kamarnya sangat luas yah Moms, tapi kok ranjangnya cuma satu saja, jadi Axel tidurnya bareng sama Mommy yah?" tanya Maxy dengan polos.


"Tidak apa-apa kan sayang Kalau Axel tidur sama Mommy dulu," ucap Mirah agar putranya mau dan setuju dengan permintaannya.

__ADS_1


Biasanya mereka akan menyewa kamar yang Ranjangnya double tapi kamar hotel ini single. Mirah meletakkan barang-barang bawaannya ke dalam lemari lalu berjalan ke arah jendela kamar untuk menarik tirai penutup jendela tersebut.


Tanpa sengaja sudut matanya melihat cincin yang selama ini dua pakai dan melupakan keberadaan cincin tersebut. Mirah pun berniat untuk melepas cincin tersebut tetapi hal tersebut tidak berhasil karena cincin sudah terpasang sangat pas di jarinya.


Mirah pun mencari sabun dan hand body lotion yang katanya orang bisa mempermudah cincin tersebut untuk lepas dari jarinya. Tapi, hasilnya masih sama dan tidak berhasil. Maxy yang melihat langsung berjalan ke arah Mommy nya.


"Moms lagi pain kok naruh sabun mandi yang banyak ke tangan Mommy?" tanya Maxy yang bingung dengan apa yang dilakukan oleh Mirah.


"Mommy ingin melepas cincin ini, tapi kok susah yah untuk lepas padahal Mommy sudah pakai sabun handbody juga tapi masih tidak mau," tutur Mirah yang heran padahal seingatnya cincin itu pernah terlepas saat dirinya mencuci tangannya dan terlepas hingga terjatuh ke lantai kamar mandi tapi sekarang kok gak bisa.


"Apa karena badanku yang tambah naik sehingga jariku bertambah besar juga yah?" Lirihnya Mirah dengan raut wajahnya yang kebingungan


"Maxy sini bantu Mommy sempat Axel bis," usul anak semata wayangnya Maxy yang wajahnya sudah serius seperti orang dewasa saja.


Maxy pun menyerah karena cincin tersebut tidak goyang sedikit pun dari jari manis mamanya. Mirah memeluk tubuh putranya agar putra tunggalnya itu tidak kecewa dengan apa yang dia lakukan karena tidak berhasil.


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan

__ADS_1


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


Alurnya novel ini maju mundur cantik yah. Semoga mudah dimengerti alurnya..


__ADS_2