Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 198


__ADS_3

Maxy termasuk anak yang cepat dalam tumbuh kembangnya bahkan pola berfikir dan postur tubuhnya juga lebih dari anak seusianya anaknya itu. Mairah kembali memesan Ojol tapi baru saja ingin membuka aplikasi dihpnya tiba-tiba ada mobil yang membunyikan klaksonnya.


Mobil dengan agak nyaring dan besar di belakangnya. Mirah dan Maxy langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut. Mairah tidak mengenal mobil tersebut jadi Mairah heran sekaligus bingung siapa pemilik mobil tersebut.


Pemilik mobil tersebut turun dari mobilnya dan langsung tersenyum manis ke arah Mirah. Alexander langsung berjalan ke arah Mirah dan Maxy yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Assalamu alaikum Mirah," sapanya salam Alexander.


"Waalaikum salam Pak Alex," jawab Mirah.


"Jangan panggil Pak, aku kayak sudah tua banget," canda Alex seperti biasanya jika bertemu dengan Mirah adik sepupunya itu.


Mirah hanya membalas perkataan dengan senyuman ke arah Alexander.


"Sepertinya kamu sedang menunggu Ojol? kalau bisa ijinkan Aku yang mengantar kalian pulang, aku khawatir melihat kamu dengan kondisi perut yang besar seperti itu tidak ada yang menemani kamu," pintanya Alex yang menawarkan bantuannya kepada Mirah.


"Makasih banyak tapi saya takut merepotkan kamu loh," tolak Mirah yang menolak ajakan Alexander.


"Saya tidak menerima penolakan dan jika kamu menolak berarti kamu menolak saya sebagai saudaramu juga," ucap Alex yang langsung menarik tangan Mirah dengan pelan sedangkan tubuh Axel sudah di dalam mobil dan sudah duduk di kursi penumpang bagian depan.


Mirah tidak bisa lagi menolak tawaran dari Alex dan merasa bersyukur karena ada yang menolongnya dengan suka rela. Alex pun mengemudikan mobilnya ke arah jalan raya yang cukup dipadati oleh berbagai macam kendaraan.


"Kamu kapan datangnya dari kota Surabaya, ngomong-ngomong perut kamu sudah berapa bulan?" tanya Alex penuh selidik.

__ADS_1


"Aku datang dari kota S kemarin siang dan Alhamdulillah sudah masuk bulan ke tujuh perutku bulan ini," jawabnya Mirah yang mrngelus perutnya yang tiba-tiba bayinya menendang.


"Alhamdulillah kalau begitu, jadi Saya antar kamu ke mana nih, atau mau jalan-jalan dulu keliling kota J atau kalian belum makan siang?" tanya Alex yang cerewetnya mengalahkan emak-emak saja.


"Makasih banyak atas ajakannya tapi sepertinya antar Saya saja kembali ke Hotel aku mau istirahat soalnya, perutku agak kram," keluhnya Mirah.


"Kita ke dokter kandungan saja kalau kamu merasakan sakit" ucap Alex yang Khawatir dengan keadaan adik sepupunya.


"Gak apa-apa kok nanti selesai istirahat perut aku juga akan segera baikan apa lagi kalau aku sudah minum vitamin pasti sudah baikan juga," sanggah Mirah lagi.


"Alhamdulillah kalau begitu, jadi kita langsung pulang ke hotel Global Ones saja yah," imbuhnya Alex.


Mobil pun semakin melaju dengan kecepatan sedang hingga mobil mereka berbaur dengan kendaraan lainnya. Hari ini jalanan cukup ramai padat merayap hingga membuat siapa pun akan jenuh menunggu mobil mereka lepas dari panjangnya kemacetan lalu lintas. Mobil Alex perlahan sudah memasuki area loby hotel DA.


"Sama-sama kalau kamu butuh sesuatu telpon aku saja, aku siap 24 jam membantu kamu," tuturnya Alex sebelum melajukan mobilnya kembali ke jalan raya.


"Siap, aku titip salam sama pak Agung Wijaya yah," pintanya Mairah lalu berjalan ke arah pintu masuk hotel DA.


Mirah masuk ke dalam lift dan segera menekan tombol lantai 5, Mirah hari ini sangat ngantuk dan kelelahan, mungkin pengaruh cuaca dan iklim yang ada di Kota J dengan Kota S membuatnya mudah terserang rasa lelah selama berada di Kota J.


Mirah menidurkan Maxy sambil membaca sebuah buku cerita bergambar terbaru untuk putranya. Sehingga putra tunggalnya itu lebih cepat tertidur dari biasanya. Mirah pun ikut berbaring di samping anaknya dan saking lelahnya dan ngantuk nya Mairah lagi-lagi lupa untuk mengunci rapat pintu kamar hotelnya.


Kebiasaan Mirah yang teledor dan sering kali lupa mengunci kenop pintu kamarnya. Hingga jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 5 sore, pintu kamarnya terbuka dan orang yang masuk hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan dari Mirah yang lupa mengunci rapat pintu kamarnya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2