Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 111. Merajuk


__ADS_3

"Mulai detik ini tetaplah mencintaiku dengan setulus hatimu hingga apapun yang datang menerjang kehidupan kita janganlah sekali-kali untuk pergi meninggalkan Abang dan teruslah mencintaiku dengan segenap hatimu," terang Richard lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka dan bersiap terlelap dalam tidurnya.


Kecupan manis dan singkat dia daratkan diatas puncak kepala Raisa yang sudah terpejam dan tertidur bersiap menuju alam mimpinya.


Malam yang begitu panjang telah dilalui oleh dua pasang pengantin baru itu. Richard dan Raisa tertidur pulas setelah berhasil melakukan yang kedua kalinya dengan penuh perjuangan. Sedangkan Kemal dan Aisyah dengan penuh drama, dia yang sudah mendambakan malam pertama yang penuh dengan keromantisan harus berakhir dengan wajahnya yang ditekuk.


Padahal Kemal mempersiapkan segala sesuatunya dengan cukup sempurna dan baik, tapi apa mau dikata saat akan membelah duren tiba-tiba durennya meneteskan sesuatu yang membuat keinginan dan hasrat Kemal harus terpendam untuk beberapa hari kedepan. Nasi sudah menjadi bubur.


Kemal marah dan kecewa sangat karena menurutnya Aisyah tidak memberitahu ke dia sebelumnya jika dia lagi kedatangan tamu tiap bulannya. Aisyah yang mengetahui jika suaminya kecewa padahal sudah onfire harus menelan ludahnya.


Aisyah pun tidak mengetahui jika hari ini adalah jadwal tamu bulanannya datang. Aisyah perempuan yang irit bicara, kaku dan tidak romantis malam itu harus bekerja ekstra keras agar suaminya tidak ngambek.


"Sayang, maafkan Aisyah yah, bukannya Aisyah sengaja melakukannya tetapi Aisyah sama sekali tidak mengetahui jika hari ini harus palang merah dulu," pintanya dengan wajah sendunya tapi tangannya masih membelai dada bidang itu dengan penuh kelembutan.


Rasa kecewa yang terlanjur dirasakan oleh Kemal Nathaniel Sanjaya, sama sekali tidak peduli dengan permohonan maaf dari Aisyah istrinya itu. Aisyah tidak habis akal,dia terus menggencarkan serangannya untuk meluluhkan hatinya Nathan agar dia bisa menerima dan memakluminya.


"Sayang, apa kamu marah sama aku, kalau kamu marah baiklah, aku akan pergi dari sini dan akan tidur di kamar yang masih kosong," tuturnya Aisyah sembari duduk dari atas pangkuannya Kemal.


Aisyah yang setengah te lan jang melepaskan tangannya dari lehernya Kemal lalu turun dari pangkuannya. Aisyah ingin melihat apakah suaminya akan berusaha untuk mencegahnya atau tidak.


Tapi, apa daya yang diharapkan Aisyah ternyata gagal. Kemal sama sekali tidak bergeming sedikit dari posisi duduknya. Raut wajahnya Aisyah nampak kecewa dan sedih.


Jadilah malam itu Aisyah tidur meringkuk sendirian di dalam kamarnya Nathan yang biasa dipakainya kalau menginap di kediaman utama Lee. Sedangkan Nathan hingga menjelang subuh matanya belum terpejam di dalam kamar pengantinnya.


Matahari pagi sudah menyinari seluruh jagad raya dengan sinarnya yang terang benderang. Dengan warna yang kemilauan mampu membuat mata akan silau terpapar dengan sinar mentari pagi itu.

__ADS_1


Richard dan Raisa sudah berpakaian lengkap karena hari ini akan berangkat ke Jerman lalu ke Dubai untuk memenuhi honeymoon hadiah dari kakeknya Tuan Besar Mark Prin Atmadja.


Mereka sudah berada di depan meja makan. Satu pun dari mereka tidak ada yang berbicara disaat acara makan mereka berlangsung. Biasanya akan seperti itu, tapi untuk hari ini berbeda.


"Ayah katanya Aunty Raisa hari ini mau ke Dubai?" Tanyanya Ica dengan celotehan khasnya yang memandang ke Axel.


Sedangkan yang ada di sana, mengarahkan pandangannya ke arah Ica dan Axel. Wajah mereka menyiratkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Camelia yang sudah mengetahui jika kebiasaan di dalam anggota keluarga tersebut tidak boleh ada yang berbicara sepatah kata pun jika tuan Muda Axel makan bersama mereka.


"Ica sayang, nanti bicaranya disambung lagi kalau sudah makan, habiskan dulu makanannya yah," bujuk Camelia kepada putrinya.


Hingga suara bariton dari seseorang mampu mengalihkan perhatian semuanya dengan wajah mereka yang sulit dibaca.


"Biarkan saja Ica berbicara, Camelia tidak usah kamu larang putri kita berbicara," jelasnya yang membuat seisi dapur tersebut terlonjak kaget dan pandangan mereka langsung mengarah ke arah Maxy dengan kelakuan ajaibnya.


Tuan Yudha dan Nyonya Mirah selaku kedua orang tuanya terkejut bukan main, dan juga lainnya saling berpandangan dan merasakan keganjilan dan ketidakpercayaan mereka.


"Ternyata kakak sudah berubah, semenjak mengenal Camelia dan hadirnya diantara kami." Gumamnya Raisa sembari menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.


"Raisa tolong dijawab pertanyaannya Ica, kasihan sedari tadi menunggu jawabanmu loh!" Pinta Maxy yang membuat mereka melongok semakin tidak percaya.


Perkataan yang barusan meluncur dari bibirnya Maxy membuat seluruh anggota keluarganya yang ada di sana terkejut bukan main setelah melihat dan mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Maxy yang tidak seperti kebiasaan yang dia lakukan dan terapkan di dalam keluarganya.


Raisa menatap tidak percaya dan keheranan ke arah kakak sulungnya sebelum berbicara, Maxy menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan adik bungsunya untuk berbicara, " iya sayang, insya Allah hari ini Uncle Richard papinya Kakak Reinhardi sama Aunty akan bertolak ke Jerman setelah itu baru ke Dubai lagi," jawabnya sembari mengelus pucuk rambutnya Ica dengan penuh kelembutan.


...****************...

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers


__ADS_2