Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
53. Kemal Gercep


__ADS_3

Orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut kembali tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku Nathan yang absur itu. Belum diberikan aba-aba untuk mulai dia sudah menarik tangannya Aisyah untuk menyematkan cincin tersebut.


"Ya elah Pak Kemal, belum dipersilahkan sudah main nyosor saja," teriak Rexy yang sedari tadi suka menggodanya.


Kemal hanya cengengesan sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dari dulu di dalam keluarganya tidak pernah menggelar acara apa pun yang berlebihan.


Kecuali acara syukuran dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain barulah mereka membuat acara yang besar.


Keesokan harinya, Richard pagi-pagi sekali datang ke rumah Raisa. Dia datang untuk menjemput Raisa dan Reinhard. Mereka sudah janjian untuk mengisi waktu libur mereka untuk jalan-jalan.


Raisa yang baru beberapa jam yang lalu baru bisa tertidur. Pikirannya yang tidak tenang sehingga membuatnya untuk kembali insomnia seperti beberapa tahun yang lalu yang pernah menjadi kebiasaannya.


Pikirannya tertuju pada seorang pria yang beberapa hari ini selalu gencar mendekatinya. Entah kenapa pria itu mampu mengusik ketenangan tidurnya beberapa hari ini.


Raisa kembali merapatkan bedcovernya karena cuaca pagi itu sungguh dingin. Dia meraih remote AC nya untuk segera menonaktifkan ac-nya.


Matanya sedari tadi masih terpejam dan sekarang berniat mau tidur kembali, tapi tidurnya tidak bisa nyenyak seperti sebelumnya, karena ada saja ujian dan yang datang menghampiri untuk mengusik tidurnya yang lelap.


Ujian pertama dari dinginnya pendingin ruangan, sekarang dari suara deringan jam wekernya. Tapi, dia hanya menutup kepalanya agar suaranya sedikit bisa diredam.


Mbak Marni yang mendengar suara bel segera berjalan terburu-buru ke arah depan pintu.


"Siapa yah pagi-pagi begini sudah datang bertamu? Padahal baru jam 7," keluhnya sambil melihat ke arah dinding tempat jam berada.

__ADS_1


Mirah yang kebetulan melihat hal tersebut hanya menggeleng kepalanya. Mbak Marni dengan sekuat tenaga membuka pintu berdaun dua tersebut.


Mbak Marni saja yang terlalu bergaya untuk membuka pintu tersebut padahal tidak perlu segitunya juga.


"Siapa sih pagi-pagi gini sudah datang berta….?" Umpatnya yang sudah marah-marah.


Perkataannya terhenti saat sudah mengetahui dan melihat siapa yang berdiri di depan pintu rumah.


Senyuman langsung meluncur dari bibirnya Mbak Marni setelah melihat Richard yang berdiri di depannya.


"Eeehh Mas Rich, Mbak Marni kira siapa pagi-pagi gini sudah datang bertamu," jelasnya yang malu-malu karena sudah ngomel-ngomel tidak jelas.


"Maaf Mbak kalau sudah ganggu aktivitas Mbak," ujarnya dengan wajah dingin khasnya.


"Eeehh bukan i-tu maksudnya Mbak loh Mas Richard, Mbak pikir ada yang.." Mbak Marni jadi salah tingkah dan sangat malu dengan kelakuannya sendiri.


"Papi Richardi!!" Pekiknya Reinhard.


Rei terus berlari ke arah dimana Richard berada. Setelah sudah berada di depannya Richard, ia langsung memeluk tubuh Richard pria yang langsung dianggap Papinya.


"Papi sudah datang menjemput Mami dan Rei kan?" Tanyanya yang sudah bahagia.


Sejak semalam saat mengetahui jika pagi hari dia akan dijemput oleh Papinya sudah sangat antusias dan bahagia sehingga tidak sabar menunggu kedatangan Richard untuk menjemputnya.

__ADS_1


"Hey Boys, gimana kabarnya?" Tanyanya Rei sambil memeluk tubuh putranya yang belum diketahui oleh Raisa.


Rei tertawa riang saat tubuhnya sudah di dalam gendongannya. Richard yang hanya tinggal menunggu dua minggu sudah menjadi papinya secara resmi.


"Alhamdulillah, Rei sangat baik-baik saja, apa Papi datang untuk jemput Rei dan Mami kan?" Tanyanya yang masih dalam gendongan Richard.


Richard menggendong tubuh Rei hingga ke dalam ruang tamu di dalam kediaman Utama Keluarga Yudha. Dia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan dari Rei.


...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Dilema Diantara dua pilihan...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Pelakor Pilihan...

__ADS_1


...8. Hanya Sekedar Baby Sitter...


...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......


__ADS_2