
"Adek!! Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Richardi yang sudah cemas dan khawatir melihat kondisi dari Raisa yang hanya terdiam mematung sedangkan tubuhnya dipenuhi dengan keringat.
Richard sudah mulai ketakutan dan kebingungan melihat kondisi istrinya yang kemungkinannya penyakit lamanya yaitu traumanya kambuh lagi. Padahal Richard sama sekali tidak berniat untuk melakukan dan mengingatkan Raisa dengan keadaannya di masa lalu yang kelam itu.
Richard segera meletakkan jempolnya di depan bibir seksinya Raisa, "Husss, jangan ngomong gitu sayang, kamu sama sekali tidak punya salah sama Abang, malahan gara-gara kelakuannya Abang lah sehingga kamu seperti ini."
Raisa tidak menyangka jika suaminya akan terpuruk seperti yang dilihat di depan matanya sekarang. Dia tidak tahu apa harus menangis ataupun tertawa saking bahagianya melihat ketulusan dan kemurnian cinta dari Richard.
Pria yang baru dalam hitungan berapa jam mengikrarkan Cintanya dalam ikatan suci tali pernikahan. Tidak terlepas dari rasa bersalah dan tanggung jawabnya sebagai pria yang telah menanamkan benih ke dalam rahimnya.
"Abang sangat bahagia,jujur tadi Abang sangat takut adek, sangat takut jika saja terjadi sesuatu padamu pasti Abang akan menyesali seumur hidup Abang," terangnya dengan sesekali masih terlihat tetesan air mata di pipinya.
Raisa mendekatkan keningnya ke kening suaminya,dia mempersembahkan senyuman termanis yang dia miliki di hadapan Richard. Ia melakukan hal itu karena tidak ingin melihat suaminya berlarut larut dalam kesedihannya.
"Abang jangan nangis lagi, adek tidak apa-apa kok, adek udah baikan," jelas Richard untuk menghentikan tangisnya Raisa.
Raisha mendekatkan wajahnya hingga hidung mancung mereka saling bertabrakan. Dia mulai mencium satu persatu yang ada di atas wajahnya Abi dengan penuh kelembutan dan kemesraan.
Memang tadi sempat trauma itu menghampirinya dan membuat kesedihan yang mendalam di hatinya tapi, dia pun teringat dengan misinya yang ingin membahagiakan suaminya di malam pertama setelah mereka menikah.
"Apa Abang sudah siap?" tanyanya dengan penuh nada sensual yang mampu membuat sesuatu dibawah sana milik Raisa berdiri tegak dan Ingin meloloskan diri.
__ADS_1
Matanya sudah mulai berkabut penuh gairah. Jakungnya naik turun, disertai seringai di ujung bibirnya. Richard yang mendapatkan lampu hijau dari Raisha segera cepat tanggap dan membiarkan Raisha berbuat apapun di atas tubuhnya.
Raisa mencium satu persatu, mulai dari hidung, mata, pipi hingga turun ke bibirnya. Dia melakukannya dengan penuh kasih sayang dan berniat untuk meraih pahala yang sebesarnya melalui memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri.
Richard membaringkan tubuhnya,agar Raisa leluasa mengekspansi seluruh anggota tubuhnya. Richard hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya. Di dalam hatinya bersorak penuh kegembiraan karena, Raisa diluar ekspektasinya mampu membuatnya bahagia dan terbang melayang.
Sentuhan demi sentuhan dilayangkan Raisa di atas tubuhnya Richard yang begitu sixpack. Raisa duduk di atas tubuhnya Richard tapi, tangan dengan jemarinya yang halus dan lentik itu mengelus menelusuri permukaan dada bidangnya Richard.
"Abang akan memenuhi tanggung jawabnya Abang sebagai suamimu, apa kamu sudah siap sayang?" Tanyanya yang sudah tidak kuasa menahan hasratnya yang sudah memenuhi semua sendi dan rongga tubuhnya.
Raisa yang masih duduk di atas tubuhnya Richard hanya menganggukkan kepalanya. Pria mana yang tidak akan tergoda melihat tubuhnya Raisa yang putih mulus, bokong yang montok, pinggul yang lebar, gunung kembar yang kenyal dan padat. Bentuk tubuh Raisa yang sintal dan seperti bak gitar Spanyol yang langsing dan slim itu.
"Makasih banyak sayang, saya sangat bahagia dan bersiaplah menerima pelayanan dan servis terbaiknya Mas," lirihnya Richard dengan senyuman manis dengan bola matanya yang sudah berkabut.
Richard tersenyum lalu membalik tubuhnya sehingga Raisa yang sekarang berada di bawah kunkunganya. Richard kegirangan karena mendapatkan sentuhan dan perlakuan yang sangat spesial dan istimewa dari Istrinya.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
__ADS_1
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
__ADS_1