Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 97. Perasaan Bahagia


__ADS_3

Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.


Happiness does not come to those who have everything, but happiness will come to those who continue to be grateful for the blessings.


Kebersamaan dan kekompakan di dalam keluarga mereka membutuhkan kadang banyak yang iri dari orang-orang yang kebetulan melihat interaksi mereka. Awalnya Rania yang ingin membantu Alif tapi, langsung dicegah oleh suaminya. Ia membantu putranya masuk ke dalam mobilnya dengan sangat hati-hati.


Rania hanya tersenyum setelah mendengar penjelasan dari suaminya, dan tidak ingin membantah lagi. Lagian dia melarang atau apa pun itu, tidak akan membuat Reza menghentikan apa yang dilakukannya. Dua sedari tadi memegang tangan imut putranya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Farel apa Kamu baik-baik saja nak atau mungkin ada yang Alif inginkan, misalnya mau makan atau beli mainan gitu?" tanya Martin dengan menatap ke dalam dua bola mata putra sulungnya.


Rania terdiam sesaat seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting dan susah untuk memutuskan apa yang akan dia pilih. Rania yang melihat putranya hanya terdiam saja segera bertindak. Ia memegang ke dua tangan putranya.


Farel terlonjak kaget saat Amairah memegang punggung tangan kecil dan mungil itu. Ia memandang Mommynya dengan raut wajah yang sulit untuk terbaca oleh kedua orang tuanya.


"Farel putranya Moms, apa Alif baik-baik saja atau mau singgah ke Mall jalan-jalan mungkin atau mau makan ayam goreng itu," ujarnya yang menunjuk ke arah luar pintu mobil yang di sisi jalan ada restoran siap saji yang berlogo Paman pakai kacamata.


Farel angsung bereaksi dengan cepat dan keduanya tidak menduga jika hanya hal kecil seperti itu sudah mampu membuat kegirangan.


"Mommy Alif mau makan ayam goreng yang di jual di Resto itu," tunjuk Alif dengan mata yang berbinar seketika.


"Pak Supir kita singgah yah di Restoran itu," perintah Reza.


"Baik Tuan," jawab singkat Pak supir pribadinya Rania.


"Mas bisa minta hpnya sebentar," tanya Rania.


Reza tanpa aba-aba dan banyak pikir langsung memberikan hpnya ke tangan istrinya. Ia menatap ke arah istrinya dan yang ditatap mengerti dengan maksud dari tatapan itu.


"Aku ingin menelpon Aisyah Mas,Aku ingin bertanya tentang Alexa, apa sudah pulang dari sekolahnya apa belum," jawabnya.


"Hp Kamu di mana Sayang?" tanya Reza.


Rania lalu mengangkat HPnya ke arah suaminya di mana berada.


"Hpnya lowbet, baru mau aku cas," jelasnya.


Beberapa detik kemudian, mereka sudah berjalan masuk ke dalam Resto siap saji tersebut sesuai dengan permintaan dan keinginan khusus dari putra sulung mereka.

__ADS_1


"Farel sama Daddy tunggu di sini yah, Mommy mau pesan makanan untuk Farel," ujarnya.


"Oke Mommy," jawab singkat Farel yang tidak sabaran ingin menikmati ayam goreng yang sudah lama tidak dia makan di tempat seperti itu.


"Hati-hati sayang," tutur Reza saat sudah mendudukkan tubuhnya di atas kursi tamu Resto.


Rania tersenyum manis ke arah Reza


lalu berkata," Mas kayak Rania ingin menyebrang jalan saja."


Ia hanya tersenyum setelah mendengar perkataan dari istrinya. Rania ikut dalam antrian yang cukup panjang itu. Bertepatan dengan waktu makan siang sehingga Resto tersebut dipadati oleh pengunjung.


Antrian yang cukup panjang itu mampu membuat Ramia berdiri beberapa menit lamanya. Demi putra pertamanya, Rania berjibaku dengan pengunjung lainnya. Ikut berdesakan seperti beberapa tahun yang lalu dia lakukan sebelum bertemu dengan Ayah biologis anaknya.


Jangan sembunyi


Ku mohon padamu jangan sembunyi


Sembunyi dari apa yang terjadi


Tak seharusnya hatimu kau kunci


Lumpuhkanlah ingatanku


Hapuskan tentang dia


Ku ingin ku lupakannya


Lumpuhkanlah ingatanku


Hapuskan tentang dia


Hapuskan memoriku tentangnya


Hilangkan lah ingatanku jika itu tentang dia


Ku ingin ku lupakannya

__ADS_1


Lumpuhkanlah ingatanku


Hapuskan tentang dia


Ku ingin ku lupakannya


Kau acuhkan aku


Kau diamkan aku


Kau tinggalkan aku.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


__ADS_2