
"Aku harus berusaha untuk melupakannya," lirihnya.
Senyuman wanitanya selalu menghantui langkahnya dalam menapaki hidup ini selama tiga tahun terakhir.
"Ya Allah.. hapuslah bayang-bayangnya dari dalam pikiran dan hatiku, aku tidak sanggup jika harus terus seperti ini," Rexy membatin.
Hingga dia terlonjak kaget saat seseorang memukul pelan lengan nya.
"Eeehh apa!!" Reaksi Rexy yang dipukuli oleh Kemal dengan tatapan matanya yang tajam.
Mereka sedari tadi memperhatikan Rexy yang kebanyakan diam dari biasanya. Walaupun sesekali menimpali pembicaraan mereka.
Kemal yang melihat kegundahan dan kegelisahan yang melanda hatinya Rexy dia pun bertanya,"Ada apa Tuan Muda?"
Tatapannya Kemal penuh tanda tanya yang tidak pernah melihat Rexy seperti itu selama dia mengenalnya.
"Ehh tidak apa-apa kok Pak Kemal, saya hanya kepikiran dengan Mommy Mirah," jawabnya dengan sedikit berkilah dan berbohong untuk menutupi kebenaran yang ada.
"Oh gitu," balasnya Kemal.
Aisyah kemudian mendekati Camelia lalu memegang tangannya Camelia Suster yang disukai oleh Maxy itu.
"Jadi bagaimana Mbak Camelia, apa bersedia untuk menjadi perawat pribadinya kakakku selama dia sakit hingga sembuh total nanti?" Tanyanya Aisyah yang menatap ke arah Camelia.
Sedangkan Camelia yang ditatap seperti itu terdiam dan teringat dengan putri kecilnya di rumah. Dia menimbang dan memikirkan baik-baik tawaran dari mereka.
"Kami menawarkan kerjasama kepada Mbak sebagai suster pribadinya tuan muda kami, dan gaji yang kami berikan cukup tinggi dan lagian kami sudah mengkonfirmasi kepada pemilik RS DA untuk meminta izin selama sebulan penuh," terangnya Aisyah.
Camelia sebenarnya senang karena dijanjikan oleh mereka gaji yang lumayan cukup besar jika dibandingkan dengan gajinya di RS. Aisyah memberikan gaji empat kali lipat dari gajinya selama ini.
__ADS_1
Camelia terdiam dan memikirkan matang-matang permintaan mereka. Sedangkan Max Sadari tadi sangat loyo dan tidak bersemangat seperti seorang pasien yang divonis mengidap penyakit parah saja.
"Apa aku terima saja, uang itu bisa aku pakai untuk membayar tempat penitipannya Zahrah yang sudah menunggak tiga bulan dan sisanya bisa aku tabung," gumamnya Camelia dengan terdiam.
"Jadi apa keputusan dari Mbak Camelia?" Tanya Aisyah yang berhasil membuyarkan lamunannya Camelia.
"Eeehhh, saya bersedia menerima tawaran pekerjaan Anda," jawabnya spontan.
Perkataan dari bibirnya Camelia membuat Maxy langsung bangkit dari tidurnya dan tersenyum penuh arti. Kondisinya berangsur membaik tidak seperti tadi yang selalu berwajah datar dan sendu.
"Aku dapat kesempatan emas kalau gini, Aisyah memang sangat mengerti dengan yang aku inginkan, thanks," batinnya Maxy.
Maxy satu persatu memandangi mereka yang kebetulan ada di dalam ruangan itu.
"Tapi persyaratannya apa saja Bu?" Tanyanya Camelia yang sedikit salah tingkah jika tatapan matanya bertemu dengan Axel yang setajam mata elang itu.
Perempuan mana yang tidak akan grogi jika dipandang pria ganteng, tampan, kaya dan senyumannya yang selalu membuat hati para wanita klepek-klepek.
"Apa!!!" Reaksi dari Camelia membuat semua pandangan mata tertuju pada sosok Camelia suster cantik yang berhasil merebut hatinya Maxy.
"Apa gajinya kurang atau kah Anda keberatan dengan persyaratan yang saya ajukan?" Tanya Aisyah pada Camelia yang menundukkan kepalanya saat kembali dipandangi oleh Axel sedari tadi.
"Alhamdulillah, kalau masalah gajinya sudah Lumayan tinggi bahkan sangat besar Bu, hanya saja gimana dengan anakku Bu kalau saya harus tinggal beberapa hari di rumah ibu?" Tanyanya dengan sedikit sendu.
"Oh tidak masalah Mbak yang penting Mbak sudah bersedia dan siap untuk bekerja, Mbak bisa membawa bersama Mbak juga, dan kami tidak merisaukan masalah putrinya Mbak," jelas Aisyah.
Setelah mereka berbincang-bincang santai dan mendapatkan kesepakatan perjanjian kerja sama, Aisyah dan yang lainnya pulang ke rumahnya masing-masing. Sedangkan Raisa masih di rumah sakit untuk menjaga Richard yang juga di rawat di sana. Dia dengan telaten merawat Richard yang tidak leluasa untuk bergerak.
Seperti sekarang ini, Richard ingin masuk ke dalam toilet tapi dia segan untuk meminta bantuannya Raisa. Dia pun memutuskan untuk berjalan sendiri tanpa membangunkan calon istrinya yang baru beberapa menit tertidur pulas.
__ADS_1
Richard turun dari ranjangnya dengan sangat hati-hati, tapi tanpa sengaja botol cairan infusnya terjatuh ke atas lantai, yang menyebabkan suara sehingga Raisa terbangun dari tidurnya.
Dia mengerjapkan matanya berulang-ulang kali untuk menyesuaikan sinar cahaya lampu yang masuk ke dalam retina matanya.
"Kenapa juga botol cairan ini terjatuh segala lagi," lirihnya dengan wajah yang kebingungan sambil menolehkan kepalanya ke kanan kiri.
Setelah merasa cukup baik,dia kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan terutama ke tempat ranjang dimana Ricard berada.
"Abang!!!" Teriak Raisa yang mencari keberadaan Richard.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Diantara Dua Pilihan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Pelakor Pilihan
Aku hanya sekedar baby sitter
Cinta Ceo Pesakitan
Tetanggaku Idola Suamiku
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
I love you all Readers…