Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Chapter 5 - Membuat Perjanjian


__ADS_3

***Di dalam kamar hyunwoo***


“Dia menarikku dengan paksa ke dalam kamarnya, tangan ku kesakitan karena dia menggenggam dengan sangat erat hingga berbekas.”


“Aku heran kenapa dia bisa memiliki kekuatan sebesar ini untuk menarik ku dalam keadaan sakit.”


***“Aahhh bukan saatnya memikirkan itu, yang lebih penting sekarang aku harus selamat, dan tidak bertemu dengan teman mesumnya. (Gumamku)”***


Ceklek... suara lemari hyunwoo


“Dengan perasaan takut dan tergesa - gesa dia memasukkan ku ke dalam lemarinya.”


Hyunwoo  : kamu jangan keluar ya sampai aku datang lagi. (dengan perasaan gelisah)


Nisa           : haaa,,  yaaaa (Ketakutan dan mencoba menurut)


“Hyunwoo pun pergi keluar kamarnya dengan cepat dan mengunci pintunya.”


“Aku tidak bisa menjawab dan berkata apa - apa lagi.”


“Aku ketakutan dengan semua ini dan aku hanya bisa diam di dalam lemari.”


“Aku hanya mendengar suara mereka dengan jelas dari dalam lemari.”


Ben            : yooo apa kabar.  Susah tau nyari alamat tempat tinggal lo yang baru (masuk tanpa permisi)


Emmet       : gila orang tajir mah bebas mau main pindah suka - suka aja. (Melihat sekeliling seperti orang norak)


Hyunwoo   : kalian mau apa kesini.? (merasa risih dengan kedatangan mereka)


Ben             : santai lah.. kita cuma kangen lo doang kok. Yakan met (menganggukan kepala)


Emmet        : sejak kapan lo bisa masak.? Setau gue lo masak air aja masi gosong. Ahahahahahah (menghina)


Ben             : jangan gitu lah sama temen sendiri (merangkul emmet), oh yaaa btw gue kesini mau pinjam uang 80jt dong. Lo kan anak orang tajir, uang segitu mah gampang. (meminta dengan tampang tidak tau diri)


Emmet       : ya kita kan teman, sesama teman kan harus saling membantu kan.? (dengan tampang yang tidak tau diri dan sok bijak)

__ADS_1


Ben           : yap, betul. Kita lagi butuh bnget hari ini, temen tajir kita kan cuma lo doang. (tidak bisa menggambarkan expressi tak tau diri Ben)


Hyunwoo  : sorry gue gak punya uang sebanyak itu. (dengan nada kesal)


Ben           : ya lo kan bisa minta sama orang tua lo.? tinggal rayu dikit aja, terus transfer deh, langsung dapet.! (mencoba meyakinkan)


Hyunwoo  : uang bulanan gue sekarang dibatasin, karena pengeluaran gue bengkak akhir - akhir ini. Lebih baik kalian pulang aja. Maaf gue gak bisa bantu kali ini. (mencoba mengusir mereka)


Ben             : anj*ng, sial*an lo ya... sama temen sendiri pelit, bangs*t. Ciihhh (marah - marah kepada woo)


Emmet        : parah lo, lo mau perjanjian kita batal.? (Mengancam) jangan mentang - mentang lo kaya ya.


Hyunwo      : terserah kalian, gue gak perduli. Silahkan keluar atau gue panggil security.?


Ben             : bangs*at, kita liat aja nanti (pergi dan mengancam woo), lo bakalan nyesel nyet.


Emnet         : bangs*t lo anj*ng (sambil membuang makanan yang telah di masak nisa).


“Tidak lama setelah itu mereka pergi dan woo datang membukakan pintu lemari untukku.”


“Aku hanya bisa meringkuk ketakutan dan menangis di dalam.”


“Aku langsung keluar dan melihat semua makanan yang sudah ku masak berserakan di lantai.”


*** “Aaaarrrggghhhh dasar mereka nggak punya kerjaan, gak tau apa masak itu capek (menggumal sendiri).” ***


Nisa             : kamu harus bayar lebih lagi, kalau mau aku masak sama bersihin itu lagi (melihat ke arah woo sambil menunjuk ke arah makanan yang berserakan)


Hyunwoo     : (tertawa) baik... aku bakalan bayar lebih, tapi tolong kamu bersihkan dan masak lagi, aku belum sempet nyicipin makanan kamu. (mencoba meyakinkan).


Nisa              : hmmm (mengangguk) oh ya, kamu beneran punya uang,? kamu bilang uang bulanan mu di batesin.? awas ya kalau kamu bohongin aku.! (merasa kurang yakin)


Hyunwoo      : hahahaha, uang untuk mereka emang gak ada, tapi untuk nisa ada (tersenyum), oooh yaa tunggu sebentar, sejak kapan kamu jadi suka membicarakan tentang uang tambahan.?


Nisa               : sejak tadi.! karena aku denger semua yang kalian omongin, aku kan gak budeg.


"bahasa kebun binatang pun juga di bawa" (berbicara bisik)

__ADS_1


Hyunwoo       : pendengaran mu tajem juga ya nis, ok baiklah, tolong ya nis rapiin. (berlalu dan tertawa)


Nisa                : hmmm (sambil berjalan ke ke dapur)


"ya denger lah, kalian ngomong nya keras begitu, mungkin tetanggamu juga denger" (berbicara dalam hati)


“Aku melakukan semua pekerjaan itu dan dia pergi begitu saja  ke kamarnya.”


“Setelah selesai bersih -bersih dan memasak lagi, diapun memakan makanan yang telah aku siapkan.”


Hyunwoo       : kamu enggak mau makan.? (mengajak nisa untuk makan bersama)


Nisa               : nggak.! (Menjawab dengan ketus)


Hyunwoo       : kamu udah makan.?


Nisa               : bukan urusan mu.! Kamu makan aja nggak usah cerewet.


Hyunwoo       : baiklah kalau kamu gak mau makan bareng sama ku. (sedikit Kecewa)


Nisa               : (melirik ke arah woo) nggak.!


Hyunwoo : kamu butuh uang berapa buat operasi adikmu.?


Nisa : kata bapak antara 80 - 100 juta, karena harus operasi pendarahan otak (seketika berubah menjadi sedih dan menangis)


Hyunwoo : jangan nangis, adik kamu pasti sembuh kok. butuh uang nya kapan.?


Nisa : sekarang, bapak bilang niat harus cepet di tanganin.


Hyunwoo : kenapa kamu gak bilang dari tadi.?


Nisa : gimana mau bilang.? kamu dari tadi nyuruh aku masak 2x sama pergi ke bawah buat beli kebutuhan masak, terus temen - temen mesum kamu juga datang. giman~..... (woo menyela perkataan nisa)


Hyunwoo : ok aku yang salah, aku minta maaf. dan jangan ngomong lagi ya please. (mengerutkan dahi dan tersenyum)


“Tak lama setelah makan dia mengeluarkan selembar kertas.”

__ADS_1


***“ISI PERJANJIAN ANTARA AKU DAN DIA.”***


__ADS_2