
"Sepertinya Aku harus ke rumah sakit, jangan-jangan ada yang aneh dengan jantungku dan ini terjadi jika Aku berdekatan dengan Mirah," gumam Yudha.
"Kalau Mas baik-baik saja, Amai minta tolong antar Amai sampai depan Mall saja, kebetulan Amai ingin berbelanja kebutuhan Maxy sama kebutuhan rumah, kebetulan stoknya sudah nipis mumpung aku libur," terangnya Mirah yang kembali menampilkan senyuman termanisnya yang tanpa gula maupun pemanis buatan.
Senyuman itu yang mampu membuat Yudha cenat cenut dan jantungnya selalu berdisko. Yudha sudah membulatkan tekadnya setelah pulang dari Bali ia akan membuat janji dengan salah satu teman ceweknya yang berprofesi sebagai dokter, yaitu temannya yang sejak kuliah dulu.
Di dalam sebuah ruangan yang di desain dengan begitu elegan sesuai karakter dan keinginan dari yang punya kamar. Seseorang yang sedang menelpon ke anak buahnya.
"Ingat awasi ia dengan baik, jangan sampai lengah dan apa pun yang terjadi berikan informasi kepadaku secuil pun yang dia lakukan dan kerjakan semua sesuai rencana kita jangan biarkan ada kesalahan sedikit pun oke," perintahnya yang tidak ingin dibantah sedikit pun.
Orang itu langsung menutup telponnya setelah selesai memberikan arahan kepada anak buah kepercayaannya yang menjadi stalker dadakan. Yudha masih kepikiran dan terbayang-bayang dengan cincin yang dipakai oleh istrinya Mirah.
Cincin itu sangat cantik dan pas di jari manisnya yang seakan-akan Mirah lah pemilik dari cincin itu dan sekaligus hanya didesain khusus untuk dia seorang saja, cincin itu sengaja didesain khusus untuk Nikita seorang.
"Kenapa bisa cincin itu berada di jari manisnya Mirah padahal kami saling kenal saat saya ada di Kota S?" Batinnya Yudha.
Yudha termenung di ruang tunggu penumpang sambil menunggu keberangkatannya. Ia tidak henti-hentinya memikirkan hal tersebut. Hingga seorang Security menepuk pundaknya untuk menginformasikan kepadanya tentang pesawat yang akan ke Lombok akan segera berangkat.
"Maaf Pak, pesawat yang sedari tadi Bapak tunggu akan segera berangkat silahkan masuk pak ke pintu keberangkatan," terang Pak Security tersebut.
Yudha yang ditepuk pundaknya terkejut dengan tepukan tersebut dan tidak menyangka jika ada seseorang yang akan membuatnya kaget.
"Maaf ada apa yah pak?" tanya balik Yudha yang sudah pikun kalau dirinya akan ke Lombok.
"Pesawat bapak tinggal 15 menit lagi akan berangkat jadi tolong bapak segera ke ruangan keberangkatan," jawab bapak tersebut.
__ADS_1
"Makasih banyak Pak atas informasinya!" ucapnya Yudha yang berterima kasih kepada Pak Security tersebut.
Yudha spontan langsung berdiri dari tempat duduknyadan segera berjalan ke arah ruangan keberangkatan. Pesawat Boeing xxc dan sekian dengan nomor penerbangan sesuai pilihan Readers saja dengan logo burung paling perkasa yang ada di Indonesia.
Pesawat it telah berhasil lepas landas dari bandara internasional Kota Surabaya yaitu Bandara inter Juanda menuju Bandara internasional Ngurah Rai Bali.
"Semoga keberangkatan aku ke Lombok membuahkan hasil yang baik dan aku bisa bertemu atau setidaknya mengetahui siapa perempuan itu yang menemaniku dan cewek yang berbaik hati sudah membantuku dan mengantarku hingga ke kamar Hotel," Yudha membatin.
Pesawat yang ditumpanginya Martin hanya pesawat komersial kelas ekonomi saja. Yudha melakukan hal itu agar mata-mata Neneknya yang selama ini mengikutinya tidak mengetahui keberadaannya setelah informan yang dia tugaskan untuk mencari informasi mengabarkan kepadanya.
Jika kalau sejak tadi ada yang menguntitnya. Sehingga Yudha pun memutuskan untuk tidak menghubungi dan meminta bantuan kepada Dion dan memilih untuk terjun langsung ke lapangan.
Yudha pun sudah mendapatkan informasi bahwa di kamar mana perempuan itu menginap. Dia bersyukur karena orang yang dua tugaskan dapat dipercaya dan diandalkan dan cara kerjanya lebih cepat dibandingkan ekspetasinya.
Yudha memperhatikan seksama dari jauh interaksi antara dua orang itu, seorang perempuan dengan penampilan sederhananya dan cantik kalau diperhatikan dengan seksama dan seorang cowok yang cukup tampan dengan stelan jasnya yang cukup rapi terpasang di badannya dengan pas. Ia serasa seakan-akan dejavu dengan peristiwa tersebut.
"Aku baru ingat waktu itu, ada cewek yang penampilannya sama seperti ia yang kebetulan menabrakku saat ia menyimpan tasnya dan tanpa sengaja menjatuhkan hpku," gumamnya Yudha.
Yudha buru-buru hpnya karena teringat dengan sesuatu yang mungkin bisa memberikan kepadanya petunjuk siapa perempuan yang menolongnya malam itu. Ada bayangan seorang cewek yang terlintas di kepalanya
Tapi sayangnya hpnya ternyata kehabisan daya baterai. Yudha menghembuskan nafasnya dengan agak kasar. Yudha memeriksa charger hpnya ternyata Dia lupa membawanya lagi dan seingatnya charger hpnya ketinggalan di rumah Mirah. Dia ngomel-ngomel di depan hpnya yang tidak bisa diajak kompromi.
"Disaat sudah setitik petunjuk hpku tidak mendukungku, apa kamu tidak ingin mengetahui siapa perempuan itu haaaa!!" Geramnya Yudha.
......................
__ADS_1
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1