Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 142


__ADS_3

Yudha yang sedang melamun tidak menjawab apa pun dan hanya terdiam saja dan masih berperang dengan pikirannya sendiri. Pak penghulu dan yang lainnya saling berpandangan melihat Yudha yang sudah seperti patung dan orang yang kerasukan saja tanpa ada reaksi apa pun.


Pak kumis segera berjalan ke arah Yudha setelah dirinya disenggol oleh bapak yang tubuhnya lebih gendut untuk segera menghampiri Yudha yang terdiam mematung.


"Pak Martin!" Tegurnya Pak Rahman yang langsung menepuk pundak Yudha agar segera tersadar dari lamunannya.


"eh ada apa pak?" tanyanya Yudha yang gagap karena terkejut dengan tepukan Pak Rahman di pundaknya yang tiba-tiba itu.


Bapak Rahman hanya menunjuk ke pak penghulu sedangkan pak penghulu tersenyum ke arah Yudha yang masih dalam mode dan kondisi yang tidak percaya dengan situasi dan kondisi yang terjadi padanya.


"Saya siap," ucapnya Yudha yang kembali tidak yakin dengan keputusannya.


"Baiklah kalau begitu ikuti bapak" ucap pak penghulu sambil menjabat tangan kanan Yudha.


Yudha segera pun mengikuti arahan dan ucapan pak penghulu sebelum memulai ijab kabul.


"Saya Terima Nikah dan kawinnya Amairah putri dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas satu steel 24 karat, seberat 15 gram dan uang sebesar 44 juta dibayar tunai!" ucap Yudha dengan lantang dan satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana dengan saksi apakah sah?" tanya pak penghulu dan melihat ke arah semua saksi yang hadir.


"Sah!!" teriak semua orang yang hadir.


Suara mereka memenuhi kamar hotel yang terbilang mewah dan sangat luas itu. Akhirnya Yudha dan Mirah sudah menjadi sepasang kekasih halal bin sepasang suami istri. Pak penghulu dan yang lainnya pun ikut berdoa dan mengaminkan do'a pak penghulu.


Pak Penghulu memberikan wejangan dan nasehat pernikahan. Mirah tidak henti-hentinya membuat menangis. Mbak Marni mengantar Mirah ke depan penghulu dan suaminya yang baru.


"Tolong pasangkan perhiasan ini ke istrimu!" perintah pak Ridwan selaku penghulu yang menikahkan keduanya.

__ADS_1


Yudha tanpa basa-basi pun segera mengambil kotak perhiasan dari tangan pak Penghulu dan langsung memasangkan cincin, gelang dan kalung ke tubuh Mirah sedangkan antingnya disimpan karena ia sudah memakai anting yang terpasang di kedua telinganya.


Mirah langsung mengambil tangan suaminya lalu menciumnya. Yudha pun refleks mencium dahi istrinya tanpa perintah dari siapapun membuat semua orang tersenyum bahagia melihat mereka.


"Ini buku nikah kalian berdua," ucap Pak Jaya selaku pegawai KUA.


"Makasih banyak Pa," balasnya Mairah dengan seulas senyumannya yang selalu setia menghiasi wajahnya.


Bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir langsung berhambur ke arah Yudha dan Mirah untuk memberikan ucapan selamat kepada mereka secara bergantian dengan berbagai ucapan doa restu untuk kedua mempelai pengantin.


"Kalau begitu kami pamit undur diri, semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek" ucap Pak Rahman.


"Semoga Pernikahannya cepat diberikan momongan," tutur ibu Tia yang memakai hijab besar yang tersenyum penuh arti.


"Moga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, Ami," timpal Pak Leo yang membawa Amplop.


"Selamat bro, kamu sekarang sudah menjadi suami sekaligus Ayah, ujarnya Doni yang tersenyum.


"Ini gaji kalian dan saya sangat bangga dengan akting kalian dan berkat kalian Bosku Sangat bahagia," ucap Bapak Leo.


Bapak Leo membagikan amplop cokelat yang berisi uang yang cukup banyak dan cukup mereka bisa habiskan dalam 6 bulan.


"Makasih banyak Bos kalau besok-besok bapak butuh bantuan dari kami cukup telpon kami saja," ucap Pak Rahman yang bahagia karena baru kali ini mendapatkan job dengan gaji yang cukup tinggi.


"Dan ingat jangan beritahu hal ini kepada orang lain apa pun yang terjadi terutama kepada Tuan Muda Yudha dan asisten pribadinya Doni dan jika ada diantara kalian yang buka suara aku akan mencari dan menghancurkan kalian semua,!!" ancam Pak Leo sambil memegang lehernya seakan-akan orang yang ingin menggorok leher saja.


"Baik Bos ki jamin rahasia ini aman dan nyawa kami jadi taruhannya" ucap Pak kumis.

__ADS_1


Pak Leo hanya tertawa terbahak-bahak dan langsung menyuruh mereka pulang.


"Akhirnya aku dapat bonus gede nih dari nyonya besar," batinnya Pak Leo.


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


__ADS_2