
Dengan berbagai perdebatan yang cukup alot dan lama. Mereka yang awalnya bersikukuh dan bersitegang bisa berdamai dengan keadaan. Mereka sepakat dan bersedia menghormati dan menerima dengan lapang dada pernikahan mereka.
Yudha berhasil meyakinkan bahwa mereka saling mencintai dan sebaiknya mereka direstui karena tidak baik adanya jika ada seseorang yang saling mencintai tapi selalu dihalangi bahkan ditolak mentah-mentah hubungan mereka.
Hingga akhirnya mereka mendapatkan keputusan dan pilihan untuk memberikan mereka restu dan sudah merencanakan pesta resepsi pernikahan mereka.
"Maafkan saya Papi yang sudah menikahi putri Papi tanpa meminta ijin terlebih dahulu," ucap Adams yang berlutut di hadapan ke dua mertuanya.
Dion dan Yudha pun ikut meminta maaf karena sudah memutuskan untuk menjadi saksi pernikahan mereka tanpa ijin mereka sebelumnya.
"Kenapa Kamu tidak memberitahu Papi sayang kalau Kamu mencintai orang lain?" Tanya papinya Arumi saat mereka berpelukan satu sama lain.
"Maafkan Arumi Papi, tidak ada niat yang terlintas dalam pikiran Arumi untuk sama sekali tidak menghormati atau apa pun itu Papi, bahkan Arumi sangat sayang dan bangga jadi putrinya Papi," terangnya dengan air matanya yang sudah meleleh.
"Mami sangat bahagia melihat senyuman di wajahmu sayang, Mami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian mulai hari ini dan hingga akhir waktu kalian," doa setulus hati diucapkan oleh Ibu Hernita Maminya Arumi.
__ADS_1
"Sebaiknya kita adakan resepsi pernikahannya sesudah acara lamaran dan pertunangan Raisa," jelas Martin di sela canda tawa mereka.
Mereka bersamaan menatap ke arah Martin. Terutama dari Pak Heri selaku Papa mertuanya.
"Apa Delisha sudah setuju Martin? Papa tidak ingin mendengar cerita jika cucu kesayangan ku menerimanya karena dipaksa yang berujung dengan keterpaksaan untuk mwnjakanimy," ungkap Pak Heri dengan tatapan matanya yang tajam ke arah Martin.
"Alhamdulillah Raisa sendiri yang menginginkan hal itu karena dia sedih melihat putranya yang selalu bertanya tentang Papinya ada di mana," timpal Nenek Maulida.
"Saya hanya minta tolong kepada kalian untuk sama sekali jangan berbicara atau pun membahas tentang hal tersebut kepada orang lain terutama keluarga dan calon suaminya Raisa, biarkan dia sendiri yang berbicara jujur di hadapan calon suaminya," timpal Pak Heri lagi.
Nenek Masitha sering kali melihat wajah cucunya bersedih, hanya saja Raisa sedikit tertutup dan menutup rapat kegelisahan dan kegundahan hatinya.
Serta tidak ingin berbagi dengan orang lain kecuali dengan Aisyah sendiri yang selama ini selalu menjadi tempat yang paling tepat untuk berbagi suka maupun duka. Serta Rexy yang sangat berperang penting dalam menemani Raisa disaat hidupnya berada di titik terendah dalam hidupnya.
"Nenek hanya bisa berdoa untuk kebahagiaanmu cicitku, nenek sangat ingin melihatmu bahagia dengan pria yang sangat mencintaimu," batin Neneknya.
__ADS_1
Semua anggota keluarga besarnya berharap Raisa menemukan cinta sejatinya kelak, dan Reinhard bisa bahagia bersama dengan Papi sambungnya.
...Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Dilema Diantara dua pilihan...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
__ADS_1
...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......