Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 113. Rencana Honey Moon


__ADS_3

"Kunci ruangan ini dan jangan biarkan dia bisa pergi dari istana ini apa pun alasannya, jika tidak nyawa kalian yang akan jadi taruhannya," perintah Ardian Nurman segera dilaksanakan oleh anak buahnya dengan sesuai yang diperintahkan kepada mereka.


"Jika dia sampai kabur maka nyawa kalian adalah gantinya, camkan itu!!" Gertak Tuan Ardian Nurman.


Ardian Nurman meninggalkan ruangan itu dengan penuh amarah yang meletup-letup hingga serasa akan keluar membakar apa saja yang dilaluinya.


Apa yang dialami oleh Mutiara berbeda halnya dengan anggota keluarga besar Lee yang pagi itu tersenyum gembira dengan perubahan sikap dari Maxy dan rencana kepergian liburan pasutri baru.


"Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah ketiga anakku sudah bahagia dalam menemukan pasangan hidup mereka, dan aku berharap pernikahan mereka langgeng sampai kakek nenek dan hanya maut yang memisahkan mereka," Pak Yudha membatin sembari melihat interaksi dari anak dan cucunya.


Setelah acara sarapan pagi bersama dengan suasana yang cukup berbeda dan tidak biasa seperti yang terjadi di hari sebelumnya. Raisa dan Richard memutuskan untuk pamit kepada kedua orang tua dan mertuanya serta dengan anaknya.


Hari ini keberangkatan dari Raisa dan Richard berbulan madu ke Dubai Uni Emirat Arab. Pasangan pengantin baru itu ingin menikmati suasana bulan madu mereka dengan penuh keromantisan dan Dubai lah yang menjadi pilihannya mereka.


"Ya Allah… aku memohon kepadaMu, jauhkanlah anak dan cucuku dari segala marabahaya dan perbuatan keji yang datangnya dari orang lain ataupun mahklukMu," Batinnya Bu Mirah.


Pasangan pengantin baru itu spesial mendapatkan hadiah berupa tiket honeymoon mereka dapatkan khusus hadiah dari kakeknya Tuan Besar Mark Prin Atmadja. Semua anggota keluarganya berharap sepulang dari bulan madu, Raisa segera hamil penerus keluarga besar Lee dan Meyer.


Mereka sebenarnya sudah merencanakan bulan madu di Labuan Bajo di dalam negeri saja. Tetapi mereka tidak ingin membuat kecewa kakeknya dengan menolak keinginannya beliau. Mereka manut dan patuh dengan perintah dari kakeknya. Mereka terpaksa menunda dan mengatur ulang jadwal liburan ke sana.


"Hati-hati yah sayang, jaga kesehatannya baik-baik dan apa di dalam tasmu sudah tersedia beberapa obat yang nantinya bisa membantumu," Tanya Mirah yang memeriksa persiapan barang-barang yang akan dibawa oleh putrinya.


"Alhamdulillah Moms, semuanya sudah beres, Moms siapa sih yang masukin semua pakaian yang kurang bahan itu ke dalam lemari pakaiannya Raisa?" Tanyanya yang kebingungan dengan banyaknya lingerie seksi yang terpajang di dalam lemarinya dengan sedikit berbicara berbisik di telinga Mommynya.


Raisa malu melihat semua benda pakaian yang sangat minim dan pelit bahan itu. Mirah hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari putri semata wayangnya sembari berkata,"itu semua ulah Aunty kamu Maya, dia yang menganjurkan dan mengganti semuanya dengan memesan lingerie seksi yang super mewah dan mahal," jawabnya.


"Aunty Maya," beo Raisa yang menatap tidak percaya dengan penuturan dari perempuan yang telah berjasa melahirkannya.


Nyonya Mirah hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan mengiyakan perkataan dari anaknya itu.


"Aunty Maya ada-ada saja, padahal aku sempat terkejut loh Moms," ujarnya lagi.

__ADS_1


"Tapi, kamu senang kan dengan semua itu?"tanya balik Bu Mirah dengan tersenyum simpul.


"Suka sih Moms, tapi malu gitu berpakaian seperti itu di hadapan Abang Richard," balasnya lagi dengan wajahnya yang sudah merona memerah seperti anak remaja saja.


Bu Mirah kemudian duduk di samping Raisha duo atas ranjang king size-nya. Dia membantu putrinya melipat beberapa pakaian yang akan dibawanya ke Dubai. Dengan telaten dan penuh kesabaran pakaian dan barang-barang lainnya sudah mereka packing dengan dalam koper besar itu yang sudah berdiri tegak di samping lemari siap untuk diangkut.


"Ingat Nak, melayani suami dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik adalah salah satu bentuk ibadah dan kewajiban seorang istri pada suaminya sendiri," tutur Bu Mirah yang tangannya masih melipat beberapa pakaian yang tersisa.


"Makasih banyak Moms, aku sangat sayang sama Mommy, Moms selalu ada disaat daya butuh bantuan," ucapnya dengan memeluk tubuh Mamanya dengan erat dan penuh kasih sayang.


"Sama-sama sayang, itu kewajibannya Mommy untuk bahagiakan kalian," jawabnya yang berubah sendu karena mengingat Maxy yang belum menikah dan anak keduanya Rexy yang dia ketahui saling menyukai dengan gadis cucu dari musuh keluarganya dan berharap cucunya segera ditemukan anak dari Rexy dan Mutia.


Bu Mirah spontan ada rasa sedih yang mengganjal di dalam hati dan pikirannya. Raisa yang melihat perubahan wajahnya dari Mommynya tidak ingin banyak tanya karena tidak ingin merusak apa yang sedang dipikirkan oleh Nyonya Mirah mommynya.


"Sepertinya Abang sudah datang, sudah waktunya juga berangkat," pungkas Raisa lalu melerai pelukannya untuk mengalihkan perhatian Bu Mirah dari rasa sedih yang tiba-tiba melandanya.


"Sini Mommy bantuin bawa koper kamu," pinta Mirah yang langsung meraih koper tersebut.


Sebenarnya Ia sama sekali tidak mempermasalahkan masalah Mutia cucunya siapa atau cucu dari orang yang telah mengacaukan kehidupan keluarganya karena baginya itu semua sudah menjadi bagian dari masa lalunya. Hal yang paling penting adalah kebahagiaan dari anak-anak dan cucunya yang menjadi prioritas utamanya.


Yang paling penting adalah mereka bahagia dengan siapapun pilihan yang dijatuhkan pasangannya bagi Mirah dan Martin tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Mbak Marni dan Mbak Wati yang melihat mereka membawa koper segera menggantikan posisi mereka. Raisha dan Bu Mirah kemudian berjalan di depan Mbak Marni dan Mbak Wati menuju garasi rumahnya.


"Apa kamu sudah mau berangkat ke Bandara?" Tanyanya Rexy yang menuruni undakan tangga saat melihat adik kembarnya berjalan ke arah pintu keluar.


Raisa yang mendengar seruan dari saudara kembarnya segera menolehkan kepalanya ke arah Rexy," iya kak," ucapnya dengan singkat.


"Rei ada di mana? Kok aku gak lihat?" tanyanya Rexy lagi yang mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


"Rei kalau gak salah lihat sih, dia ada bersama papinya di depan, dia dari mengurus sesuatu bersama putranya," jawabnya dengan seulas senyumannya.


Raisa bahagia melihat anak dan suaminya walaupun baru beberapa hari saling mengenali tapi, mereka sudah akrab dan seperti seorang Ayah dan anaknya yang sejak dahulu sudah tinggal bersama.

__ADS_1


...----------------...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers

__ADS_1


__ADS_2