Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 74. Perhatian Untuk Richard


__ADS_3

Dia mengerjapkan matanya berulang-ulang kali untuk menyesuaikan sinar cahaya lampu yang masuk ke dalam retina matanya.


"Kenapa juga botol cairan ini terjatuh segala lagi," lirihnya dengan wajah yang kebingungan sambil menolehkan kepalanya ke kanan kiri.


Setelah merasa cukup baik,dia kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan terutama ke tempat ranjang dimana Richard berada.


"Abang!!!" Teriak Raisa yang mencari keberadaan Richard.


Raisa mulai ketakutan, pikirannya sudah memikirkan hal-hal yang tidak baik karena khawatir dengan keadaan Richard.


Ia langsung berdiri dan berjalan ke arah tempat tidur tapi matanya melihat sosok pria tinggi besar yang berdiri tegak di sekitar pintu kamar mandi. Dia pun segera mempercepat langkahnya.


"Abang kalau butuh sesuatu kenapa gak bangunin aku saja si Abang, lihat tuh ada darah di dalam selangnya Abang gara-gara banyak gerak," tuturnya dengan penuh rasa cemasnya.


"Maaf, Abang tadi melihat kamu tertidur pulas jadi Abang tidak mau mengganggumu," jawabnya dengan tersenyum ke arah calon istrinya yang sudah mengambilnya.


Raisa membantu Ricard ke dalam kamar mandi dia memasang botol infusnya ke atas tiang yang tersedia di dalam sana.


"Kamu tunggu Abang di luar saja takutnya nanti kamu ketakutan lagi lihat yang dibawah," tutur Ricard dengan tawa garingnya.


"Kenapa harus takut lagian sudah pernah lihat juga bentuknya gimana," balesnya sembari tersenyum lalu berjalan ke arah luar.


Richard hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Raisa yang membuatnya harus kembali mengingat kejadian malam itu.

__ADS_1


"Kenapa mulutku ini bisa nyerocos gak jelas yah, apa nanti tanggapannya Abang?" Dia terus menyesali perbuatannya yang perkataannya meluncur tanpa disaring terlebih dahulu.


Raisa bersandar di dinding dengan menutup wajahnya menggunakan tangannya. Dia tidak mengira jika akan spontan berbicara seperti itu.


Wajahnya memerah menahan rasa malunya seperti merahnya buah apel.


Raisa bersandar di dinding dengan menutupi wajahnya menggunakan tangannya.


Dia tidak mengira jika akan spontan berbicara seperti itu. Wajahnya memerah menahan rasa malunya seperti merahnya buah apel. Debaran jantungnya semakin cepat, seakan-akan jantungnya memompa darahnya begitu cepat dengan irama yang tidak teratur.


"Kenapa dengan dadaku, apa yang terjadi padaku?" Raisa memegang bagian dadanya.


Ia merasakan debaran jantungnya yang berdetak lebih kencang dari biasanya. Dia sendiri tidak mengerti apa yang melanda hati dan perasaannya.


"Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?" Gumamnya.


Richard yang berada di dalam kamar mandi tersenyum penuh arti dan terbayang-bayang dengan perkataan Raisa.


"Yes berhasil, dia sudah mulai membuka hatinya untuk menerima cintaku, gadis kecilku Abang akan buktikan kepadamu betapa besarnya cintaku padamu," pekiknya di dalam kamar mandi dengan tertawa cekikikan.


Yudha dan Mirah yang baru tahu dengan musibah yang menimpa anaknya awalnya shock dan ketakutan. Tetapi setelah melihat kondisi dari Maxy di Rumah Sakit mereka bisa lebih tenang dan lega.


Saat kedatangan mereka, Maxy sedang dibantu makan siang oleh Camelia suster cantik yang sudah menjadi perawat pribadinya. Suapan demi suapan masuk ke dalam mulutnya Maxy dengan lancar dan mudah.

__ADS_1


"Bapak harus makan yang banyak,agar besok bisa pulang ke rumah, apa bapak tidak merindukan keluarga bapak?" Tanyanya sambil menyodorkan sendok yang sudah berisi penuh makanan.


Maxy hanya terdiam dan tidak ingin membuka mulutnya. Dia marah gara-gara permasalahan yang barusan terjadi, Camelia terlambat datang ke ruangannya.


"Pasti dia dari ketemuan dengan seorang pria di luar sana," umpatnya Maxy dengan tatapan menyelidiknya


Menurut Maxy, Camelia sengaja melakukan hal itu. Padahal Camelia harus mengantar putrinya ke tempat penitipan anak sebelum datang ke RS.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Diantara Dua Pilihan...


...3. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


...4. Pelakor Pilihan...


...5. Aku hanya sekedar baby sitter...


...6. Cinta Ceo Pesakitan...


...7. Tetanggaku Idola Suamiku...

__ADS_1


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers…


__ADS_2