Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 183


__ADS_3

"Beliau tidak hadir karena beliau sedang memimpin rapat pemegang saham tertinggi di Perusahaan dan tidak boleh diwakilkan oleh kepada siapa pun itu," timpal Doni lagi.


Perjalanan cukup membutuhkan waktu yang lama karena kebetulan terjadi kemacetan yang cukup panjang padat merayap yang membuat Mayang sudah ngomel-ngomel. Doni hanya tersenyum mendengar omelan Mayang yang sudah seperti emak-emak saja.


Mobil mereka sudah memasuki area Perusahaan pak Agus Wijaya tersebut. Mereka sudah disambut oleh sekretaris dan asisten pribadi pak Agus Wijaya. Mereka pun diantar hingga ke depan ruangan tempat mereka meeting.


Karena Mayang yang berjalan memakai high heels yang kebetulan lantai yang masih licin membuatnya hampir tergelincir. Untung saja Doni yang sigap menolong Mayang dari sentuhan dengan aspal.


Mayang berputar dan ditarik oleh Doni agar tidak terjatuh ke lantai dan pinggang Mayang yang langsung dipeluk oleh Doni hingga mereka berpelukan cukup mesra. Mereka kembali saling bertatapan hingga beberapa menit.


Andai saja pak Agung Wijaya tidak muncul dihadapan mereka mungkin mereka masih sama-sama menikmati suasana tersebut. Sedangkan Pak Agung yang sudah mengetahui hubungan mereka hanya bisa tersenyum bahagia melihat kedekatan mereka.


Pak Agung langsung berdehem agar mereka tidak terlalu lama dalam suasana yang begitu romantis dan membuat mata semua orang hanya tertuju kepada mereka.


"Heeemmm!!" Pak Agung masih tersenyum melihat tingkah dua anak muda yang sama-sama baru merasakan indahnya cinta pada pandangan pertama.


"Maaf pak kami tidak sengaja," ucap Mayang yang malu-malu karena sudah menjadi tontonan gratis oleh orang lain.


Doni hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Pamannya. Doni dan anggota keluarga lainnya sudah saking kenal dan mengetahui kalau Mirah adalah putri dari saudara papanya.


Tapi mereka belum menyampaikan berita bahagia tersebut kepada Amairah karena pak Heri menunggu waktu yang tepat saja.


"Mayang kamu tidak apa-apa kan?" tanya Mirah yang tersenyum sedari tadi melihat apa yang terjadi.


"Alhamdulillah aku baik-baik saja kok, cuma jantungku yang ada apa-apanya" ucap Maya yang membuat Mirah bengong dengan jawaban Mayang.

__ADS_1


"Ayok kita jalan jangan buat Pak Agung menunggu kita terlalu lama," pinta Mayang yang masih memegang jantungnya yang berdetak lebih kencang dari biasanya.


Mereka sudah duduk di kursi masing-masing dan Mirah yang ditunjuk oleh Doni untuk mempresentasikan rancangan proposal kerjasama mereka. Mirah menyampaikan semuanya begitu lugas, tepat dan sangat baik.


Sehingga semua yang hadir dalam meeting tersebut sangat puas dan tidak butuh waktu lama mereka menyepakati kontrak perjanjian tersebut. Doni diam-diam merekam keseluruhan penampilan Mirah dan langsung mengirimkan ke nomor hp Yudha.


Sedangkan Yudha yang masih rapat dengan beberapa pemegang saham langsung memeriksa hpnya yang berdering tanda ada pesan chat yang masuk.


"Penampilan istrimu tidak mengecewakan bahkan membuat perjanjian kita berjalan lancar dan sukses," isi pesan chat yang dikirim oleh Doni.


Yudha yang melihat chat tersebut langsung tersenyum manis padahal sedari tadi wajahnya nampak datar saja dan malah menampilkan wajah yang cukup serius karena ternyata ada beberapa pemegang saham yang ingin menjual sahamnya ke tangan orang lain.


Yang membuat Yudha tidak percaya nama orang tersebut adalah Mirah putri Prin Atmadja. Yudha pun bertanya-tanya siapa sosok orang tersebut karena adanya kemiripan nama dengan istrinya hanya saja nama belakang mereka yang berbeda.


"Bagaimana apa kamu berhasil membeli sebagian saham mereka?" tanya seorang pria yang duduk di kursi kebesarannya.


"Hasil penyelidikan kamu tentang kematian kedua orang tuanya apa kamu sudah mendapatkan bukti tentang keterlibatan kita?" tanyanya lagi.


"Semua bukti yang mengarah kepada tuan besar sudah aku hilangkan semua jejaknya dan semuanya sudah saya atur sebagai murni karena kecelakaan," jawab Pak Antonio.


"Bagus kalau begitu, aku tidak ingin hanya karena gara-gara itu aku tidak berhasil mengambil cicitku dari tangannya, bagaimana ia adalah satu-satunya penerus di keluarga Mark Prin Atmadja yang kelak nanti akan memimpin kerajaan bisnisku," ucapnya sambil tersenyum licik.


"Jadi kita jalankan saja sesuai rencana awal paman?" tanya Pak Antonio.


"Iya tunggu waktu yang baik untuk mengambil alih dan setelah dia berada maka kita bisa membawanya pergi jauh dari sini dan aku akan mendidik dan mengajarkan cara berbisnis dan agar dia bisa melupakan semuanya, tapi ingatlah lakukan dengan matang dan penuh hati-hati jangan menimbulkan kecurigaan atau pun bukti keterlibatan aku di dalam semua ini," pungkas pria tersebut sambil berlalu dari hadapan pak Antonio.

__ADS_1


"Paman aku mohon berubahlah, jangan seperti ini terus karena Paman sama saja akan menghancurkan kehidupan paman sendiri," batinnya Doni.


....


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2