Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 86. Es Krim


__ADS_3

Dia menurunkan kecepatan mobilnya saat melihat ada beberapa rombongan anak-anak TK yang menyebrang jalan.


"Mungkin putriku sudah sebesar mereka, ya Allah kemana lagi aku harus mencari keberadaan putriku, aku sangat merindukan kehadirannya," cicitnya Mutiara.


Air matanya perlahan menetes membasahi wajahnya. Dia tidak memikirkan lagi tentang kakeknya yang paling penting adalah bisa bertemu dan memeluk tubuh putrinya.


Keramaian dan tingkah lucu nan polos anak-anak TK tersebut membuat perhatiannya tertuju pada mereka. Dia pun segera mematikan mesin mobilnya lalu menatap dan memperhatikan satu persatu gerak gerik dari bocah itu.


Wajah lugu nan polos dari anak-anak TK itu mampu menyihirnya untuk mematikan mesin mobilnya. Langkahnya seakan-akan terkontrol oleh bocah itu.


Awalnya hanya menurunkan kecepatan mobilnya, tetapi sudut matanya melihat seorang anak kecil yang membuatnya tertarik untuk menemui bocah itu.


Dia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, lalu turun dan berjalan ke arah anak-anak yang sedang berebutan untuk mengantri membeli es krim yang ada di depan sekolah mereka.


"Mas aku yang duluan, ini uangnya," ucap seorang anak perempuan yang berkepang dua itu sembari menyodorkan uang sepuluh ribu ke arah tukang esnya.


"Ini es krim rasa stroberinya, dan rasa vanilla," ucap Mas penjual es itu dengan tangannya yang menjulur ke bawah tepatnya di hadapan anak TK.


"Makasih Mas," ucapnya lalu berjalan ke arah bangku yang ada di sekitar pagar sekolahnya.


Dia berjalan ke arah anak kecil yang sedang menikmati dua langsung es krim yang berada di dalam genggamannya.


"Rasa stroberi dan vanila sama dengan yang aku suka, aku pun dulu sering beli dua sekaligus."


Tatapannya sedari tertuju pada gadis kecil itu. Dia memperhatikan semua gerak gerik dari mulai menikmati satu persatu esnya secara bergantian hingga cara duduknya pun dia perhatikan.


"Ya Allah anak ini mengingatkan aku sewaktu aku masih kecil, semua yang dilakukannya seakan-akan aku melihat bayanganku di dalam dirinya."

__ADS_1


Pandangannya nanar ke arah anak itu hingga bocah itu menyadari jika dirinya sedari tadi diperhatikan.


"Aunty, mau makan es krim juga?" Tanyanya sambil mengulurkan tangan kecilnya dengan perlahan yang berisi es krim itu.


Dia yang tidak menyangka jika akan diperlakukan seperti itu hanya terdiam dan tersenyum menanggapi tawaran dari si bocah.


"Makasih banyak sayang, aunty sudah kenyang, kamu habiskan saja esnya," balasnya sembari mengambil tissue dari dalam tasnya lalu melap ujung bibirnya anak itu.


*Makasih Aunty cantik," jawabnya dengan polos saat dibantu untuk membersihkan sisa es krim dari wajahnya.


Dia terus menatap ke arah gadis cilik itu dengan tatapan mata yang sulit diartikan. Tanpa aba-aba air matanya menetes membasahi pipinya.


"Aunty kok nangis, apa Aunty sedih karena tidak bisa beli es krim?" Tanyanya dengan polos.


Pertanyaan dari anak itu mampu membuatnya tersenyum dan buru-buru menghapus jejak air matanya.


Perempuan itu tidak melarang atau pun menyahut perkataan dari Ica. Malahan hanya terdiam saja, dia mengamati apa yang dilakukan oleh Ica. Tatapannya terus tertuju pada Ica yang membeli es krim.


"Abang, kan aku sudah dua kali beli es krim apa aku tidak dapat bonus?" Tanyanya yang saat memberikan uang ke tangan bapak penjual es krim itu.


"Neng Ica, pasti dapat bonus dari Abang, kan Ica setiap hari jadi langganannya Abang," sahut Abang penjual es tersebut.


"Hore Ica dapat bonus es lagi hari ini," teriaknya dengan wajah sumringah.


"Ini es krimnya dan juga bonusnya untuk gadis tercantik hari ini," ucap Abang penjual es tersebut.


"Makasih banyak Abang, semoga jualannya semakin laris manis deh," timpalnya sembari menyambut uluran tangan Abang es tersebut.

__ADS_1


"Sama-sama neng geulis," tuturnya dengan senyuman khasnya.


Ica berjalan kembali ke arah tempat duduknya tadi. Dengan langkahnya yang kecil sedangkan di dalam genggamannya kembali ada dua buah es krim yang menggugah selera.


Ica sangat bahagia karena mendapatkan es gratis sebagai bonus dari mang penjual es krim yang sering mangkal di depan pintu gerbang sekolahnya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Diantara Dua Pilihan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Pelakor Pilihan


Aku hanya sekedar baby sitter


Cinta Ceo Pesakitan


Tetanggaku Idola Suamiku



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2