Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 116


__ADS_3

Begitu juga dengan penyesalan hidup, kita bisa memperbaiki kesalahan yang membuat kita menyesal. Kita juga bisa menjadikan penyesalan itu sebagai pelajaran hidup agar di masa depan kita lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.


Camelia semakin dibuat tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan pria tampan yang ada di depannya itu. Raut wajahnya yang menyiratkan dan menyimpan sejuta pertanyaan.


"Dari mana kamu tahu jika aku mengadopsi bayi dari panti asuhan tersebut?" Tanyanya balik yang ingin mengetahui apa alasannya Rexy ingin mengetahui hal tersebut.


"Jangan memunculkan pertanyaan baru, kamu cukup menjawab dengan benar sesuai dengan kenyataannya," ungkap Rexy yang sudah semakin tidak sabar.


"Aku memang mengadopsi seorang bayi perempuan waktu itu, tapi apa hubungannya dengan Tuan Muda dan apa aku harus mengatakan semuanya di depanmu?" Tanyanya yang masih penasaran dan ingin mengetahui alasan di balik pertanyaan Rexy.


Rexy tidak langsung menjawab pertanyaan dari Camelia, dia kebingungan harus menjawab dari mana dulu karena tidak ingin ada orang lain yang mengetahui rahasianya bersama Mutia.


Dia tidak ingin aib dan masalah pribadinya terekspos ke publik yang membuat wajah dan nama baik keluarganya jadi rusak walaupun baginya dia tidak peduli dengan ucapan dan gosip yang tidak bermutu itu.


"Jawab saja sesuai dengan pertanyaan yang diajukan, tidak usah bertele-tele," gertaknya yang menambahi perkataannya.


"Baiklah, sekitar kurang lebih empat tahun lalu, aku tidak sengaja melewati jalan tempat panti asuhan tersebut dan mendengar suara tangisan anak bayi, aku pun masuk dan penasaran dengan pemilik suara itu, dan sangat miris melihat ada beberapa bayi dan anak yang menangis karena kelaparan waktu itu, jadi aku memutuskan untuk mengadopsi menjadi anak angkatku," jelas Camelia panjang lebar yang mulai menceritakan asal mula dia menemukan Icha.


"Terus di mana anak itu?" Tanyanya dengan nada yang tidak sabaran yang tidak mengingat keberadaan Ica selama ini yang ada di kediamannya.


"Alhamdulillah anak itu sudah besar, sangat cantik dan pintar dia adalah Ica putriku tercinta," jawabnya yang membuat Rexy mundur beberapa langkah dari tempat posisinya berdiri.


Rexy tersentak terkejut mendengar penuturan dari mulutnya Camelia. Ia tidak menduga dengan kenyataan yang baru saja di dengarnya.


"Tidak mungkin!!, Pasti kamu hanya mengada-ada, iya kan?" Pungkasnya dengan rasa tidak percaya yang muncul di dalam hati dan pikirannya.


Camelia hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Rexy, tapi muncul tanda tanya besar di dalam benaknya.

__ADS_1


"Jadi putriku selama ini berada di dekatku dan sangat dekat denganku, kenapa aku sama sekali tidak menyadari kenyataan itu?" Gumamnya dengan wajahnya yang shock setelah mengetahui fakta yang membuatnya sedih sekaligus bahagia yang berlipat ganda.


Camelia yang sedari tadi memperhatikan reaksi dari Rexy menautkan kedua alisnya saking tidak percayanya dengan reaksi yang diperlihatkan oleh Rexy di depan matanya.


Rexy langsung meninggalkan depan rumah Camelia dengan terburu-buru. Ia ingin segera bertemu dengan kekasihnya sekaligus Ibu dari putrinya itu dan mengatakan kepadanya tentang keberadaan anak mereka berdua.


"Aku harus segera memberitahukan berita kebenaran ini kepada Mutia berita bahagia ini, sebelum ada orang lain yang tahu hal ini," dia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Rexy tidak sabar ingin bertemu dengan Mutia, dia terus menghubungi nomor hpnya Mutiara tapi, selalu tidak aktif dan hanya operator seluler yang menjawab telponnya.


"Kenapa nomornya tidak aktif, apa yang terjadi padanya?" tanyanya dengan raut wajahnya yang gusar sudah nampak kuatir memikirkan keadaan dari kekasihnya sekaligus Ibu dari putrinya.


Rexy menyugar rambutnya tidak menyadari bahwa sedari tadi ada beberapa mobil yang mengikutinya kemanapun perginya. Segala umpatan dia keluarkan.


"Ikuti terus mobilnya, jangan sampai kehilangan jejaknya dan cari tempat yang paling cocok dan aman baru mulai semuanya," ucapnya dibalik telponnya.


"Oke bos, kami akan melaksanakan sesuai dengan perintah Tuan Besar," ujarnya.


"Perintah siap untuk dilaksanakan," balasnya lalu mematikan sambungan teleponnya.


Aisyah yang sibuk mengurus Suaminya yang ngambek dan marah-marah melupakan untuk memantau kinerja dari anak buahnya yang ditugaskan untuk selalu mengawasi semua aktivitasnya dari semua cucunya Tuan Besar Luis.


Bryan Adams yang baru saja sampai di Indonesia setelah melakukan perjalanan bisnisnya bersama dengan Pak Tedy yang hanya sehari saja terkejut bukan main saat mengerjakan jika Rexy dalam bahaya besar.


"Apa yang kamu katakan? Jelaskan baik-baik apa sebenarnya yang terjadi," tanyanya dengan sedikit membentak yang terkejut mendengar penuturan dari anak buahnya itu.


"Segera hubungi yang lain untuk secepatnya bertindak sebelum terlambat.." ucapnya yang terdiam sesaat setelah mendengar perkataan anak buahnya.


Tut.. tut.. tut..

__ADS_1


Sambungan telpon pun terputus dengan sepihak, Bryan segera menelpon kembali nomor handphone anak buahnya yang selalu ditugaskan olehnya untuk selalu mengawasi semua apa yang dilakukan oleh cucunya Mark Prin Atmadja sedari dulu.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...


__ADS_2