
Raisa hanya menganggukkan kepalanya dan tersipu malu di hadapan Abimanyu. Sedangkan Abi sangat kegirangan karena apa yang diinginkannya akan segera terwujud. Tangannya masih setia di lehernya Abi.
"Tapi sebaiknya adek membersihkan seluruh tubuhnya Adek, boleh kan? Adek ingin memberikan yang terbaik untuk Abang hari ini, Adek ingin mendapatkan pahala yang besar saat kita melakukannya sayang," terangnya yang berharap dia diberikan waktu untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu dan memoleskan make up.
Istri yang baik adalah istri yang selalu memberikan yang terbaik kepada suaminya terutama di atas ranjang. Abi tersenyum mengiyakan permintaan dari perempuan yang belum genap sehari dinikahi itu dan sangat bahagia karena, mendapat pelayanan yang super ekstra mewah dari istrinya sendiri.
Richard sangat bahagia karena sangat mengerti dengan apa yang diinginkan oleh suaminya. Ia sama sekali tidak menolak keinginan suaminya walaupun kondisi tubuhnya masih sedikit merasakan kelelahan karena, banyaknya tamu undangan yang silih berganti berdatangan ke acaranya.
Raisa memberikan kode kepada suaminya agar digendong ke dalam kamar mandi. Raisa tanpa basa basi segera melaksanakan perintah dari istrinya. Dia menggendong tubuh Raisa dengan ala bridal style. Mereka sama-sama saling melempar senyuman yang begitu mendamba.
"Makasih banyak sayang," ucapnya Raisa saat sudah berada di dalam bathtubnya.
Richard memutar mesin air ke dalamnya lalu menuang sabun dan aromaterapi hingga sudah penuh dengan busa sabun.
"Abang tunggu di luar, adek tidak akan lama," pinta yang mengusir suaminya untuk meninggalkannya beberapa sesaat agar dia bebas mandi.
Richard bergerak dan berjalan ke arah luar tanpa sepatah kata pun hanya senyuman yang dia berikan kepada istrinya itu. Handuk masih melilit di tubuh kekarnya.
Dia pun melakukan treatment di atas tubuhnya. Mereka berdua sama-sama ingin memberikan yang terbaik dimalam pertama mereka selama sudah resmi menikah.
Walaupun apa yang nantinya mereka lakukan adalah hal yang kedua tapi, mereka tidak ingin memenuhi tanggung jawab mereka dengan setengah hati saja.
__ADS_1
Raisa berjalan ke arah kamar ganti pakaian dan membuka pakaian.
Dia mencari pakaian yang sengaja dan khusus dibelikan untuknya oleh Authy Maya. Matanya mendelik tak percaya saat dirinya melihat seluruh isi lemari pakaian dalamnya yang hanya berisi pakaian yang sangat minim bahan dan membuat matanya terbelalak saking tidak percayanya dengan semua benda itu. Seingatnya pagi tadi, hanya ada beberapa buah saja tapi sekarang sudah memenuhi lemari tersebut.
"Ya Allah, Aunty Maya katanya cuma beberapa potong lembar saja ini mah sudah berubah jadi toko pakaian dalam," gumam Raisa yang sedikit terkejut melihat model potongan semua pakaian dalam wanita yang ada di dalam lemarinya.
Raisa hanya tersenyum dengan menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan ulah dari adik sepupu dari Mommynya itu.
"Tapi kira-kira gimana reaksinya Aisyah jika melihat isi lemarinya bakal berteriak-teriak histeris sepertinya," ucapnya lalu memilih beberapa potong pakaian yang cocok di tubuhnya yang ramping itu.
Pilihannya jatuh pada lingerie berenda warna biru tua malam yang sangat seksi itu. Hanya menarik tali di bagian belakang punggungnya saja sudah membuat tubuhnya terekspos dan terpampang jelas.
"Hari ini aku akan memberikan yang terbaik untuk Abang Richard walaupun yang kami lakukan adalah yang kedua dalam hidup kami, tapi aku tidak ingin membuat suamiku kecewa padaku." Cicitnya sembari memakainya dia mengolesi seluruh tubuhnya dengan wewangian yang sangat menggoda.
"Raisa harus betah berlama-lama melakukannya bersamaku, semoga aku bisa mengganti malam itu dengan kesan yang baik kali ini," ucapnya dengan senyuman tipisnya yang terbit di wajahnya.
Raisa awalnya sangat yakin memakai pakaian itu di depan suaminya tapi tiba-tiba ada perasaan minder, ragu dan tidak percaya diri menghantui pikirannya.
"Apa Abang akan menyukai jika aku berpakaian seperti ini? Kalau Abang tidak suka pasti aku kecewa," tuturnya yang hanya mondar mandir di depan pintu saj dengan raut wajah yang tidak yakin dengan pilihan dan keputusasaan sendiri..
Richard yang sudah cukup Lama menunggu sesekali menatap ke pintu yang kapan akan terbuka,"apa Raisa baik-baik saja,kok dia lama sekali di dalam? Apa mungkin perempuan butuh waktu yang sangat lama jika membersihkan seluruh tubuhnya." Reza membatin sambil menggelengkan kepalanya serta tersenyum menanggapi sikap tidak biasa dan aneh menurutnya.
__ADS_1
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...
...2. Pesona Perawan...
...3. Pelakor Pilihan...
...4. Hanya Sekedar Pengasuh...
...5. Cinta ceo Pesakitan...
...6. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...
...7. Menggenggam Asa...
...8. Cinta Kedua CEO...
...9. Kau Hanya Milikku...
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..