Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 94. Ingatan Masa Lalu


__ADS_3

Reza masih memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang. Dia kembali teringat beberapa tahun lalu saat mereka berkumpul bersama.


Flashback on…


Ruangan pribadi yang cukup luas itu menjadi saksi bisu dari rasa sedih, kecewa sekaligus rasa tidak percaya jika wanita yang beberapa bulan ini menjadi pengisi relung hatinya di kala kesendirian yang menderanya.


Bukan salahnya cinta atau pun waktu yang mempertemukan mereka berdua. Tapi, keinginan dan niatlah yang seharusnya tidak dia miliki sebelum Dia mengetahui asal usul dan identitas, siapa orang yang menjadi pujaan hatinya itu.


Reza segera menelpon Aisyah Akyurek yang kebetulan sedang di jalan setelah menjemput kedua anaknya. Ia meminta mereka segera menyusul menuju tempat di mana mereka sekarang berada.


"Aku tunggu yah, tidak pake lama, Aku akan sharelock lokasi Kami," ucapnya.


"Baik Tuan Muda," jawab singkat Aisyah.


Seperti itulah gaya bahasa dan bicaranya Aisyah yang sangat simple, apa adanya dan selalu irit bicara. Berbicara sesuai dengan kebutuhan saja.


Rania dengan sabarnya mengantri di dalam antrian yang cukup panjang yang bagaikan ular saja. Tapi, dengan sabarnya Amairah berdesakan dan menunggu hingga gilirannya disebut oleh pramusaji Restoran tersebut.


"Dad, Farel nyusul Mommy yah?" rengek Farel yang ingin menyusul Mommynya itu.


"Boleh sayang tapi, cium dulu dong pipinya Daddy," pinta Reza.


Permintaan Reza langsung dipenuhi oleh Farel tanpa banyak pikir atau adegan penolakan. Farel mendekatkan wajahnya ke arah pipi Daddy-nya yang sudah membungkukkan sedikit tubuhnya ke arah Farel.


"Farel sayang banget sama Daddy Reza," ucapnya setelah berhasil mendaratkan bibirnya yang sangat mirip dengan Rania di pipi kanan Reza.


"Makasih banyak Boys," ucap Reza lalu mengelus kepala putranya dengan penuh kasih sayang.


"Sama-sama Daddy," ucap Faralu berlarian ke arah di mana Rania berada.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Rania kembali dan berjalan menuju tempat mereka berada dengan nampang yang berisikan banyak potongan ayam goreng dengan berbagai macam varian rasanya.


Rania menata makanan itu ke atas meja mereka. Ada beberapa jenis rasa ayam goreng yang biasa dulu mereka makan. Farel memesan ayam goreng itu seperti dahulu, sebelum kejadian yang memilukan yang memaksa mereka harus berpisah.


"Sayang aku nelpon Aisyah sekalian antar duo kembar ikut gabung dengan Kita, katanya kebetulan mobil mereka tidak terlalu jauh dari sini," jelasnya.


"Itu ide yang bagus loh Mas, aku gak kepikiran ke situ loh tapi, untungnya aku pesan banyak sih makanan dan cukuplah untuk kita semua," jelasnya.


"Farel bisa tunggu dede Alexa gak sebentar sebelum kita makan?" tanya Rania yang berharap Farel mengabulkan keinginannya.


Ke dua bola matanya Farel bersinar terang setelah mengetahui jika adik kembarnya juga akan segera bergabung dengannya.


"Serius Mommy adiknya Farel akan ke sini?" tanyanya yang sangat bahagia dan antusias saat mengetahui jika adiknya juga akan datang.


Antusias dan kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya sangat tidak dipercaya oleh Farel. Awalnya Rania mengira jika Alif akan marah atau merajuk dan menolak kehadiran adik kembarnya tersebut.


"Iya sayang Adik Alexa akan datang, mereka akan bergabung bersama kita," jawabnya.


"Itu mereka sudah datang," ucap Reza sambil menunjuk ke arah mereka berada.


Aisyah dan duo bocil kembar sudah datang, mereka berlarian ke dalam Restoran dan tidak perduli dengan banyaknya dan padatnya orang di dalam sana.


Mereka masih memakai seragam sekolahnya. Aisyah mengikuti langkah kaki panjang nan lebar keduanya.


"Maafkan Kami agak lama Non, jalan yang kami lewati cukup padat tapi, untungnya tidak macet," ucapnya yang menyesal karena menurutnya lama.


"Tidak apa-apa kok Aisyah, Kami juga baru beberapa menit kedatangan Kami di sini," balasnya Reza.


"Kalau gitu kita cuci tangan dahulu di sana yah sayang," ucap Rania kepada ke tiga anaknya.

__ADS_1


Mereka langsung manut dan patuh dengan perintah dari Rania tanpa ada adegan penolakan dari mereka. Siang itu mereka makan bersama sebelum peristiwa menghilangnya Farel yang tiba-tiba tanpa mereka ketahui.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


__ADS_2