Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 134.


__ADS_3

Masih Flashback..


Rose pun mengikuti langkah kaki kakeknya menuju lift khusus petinggi Perusahaan. Tuan Luis Prawira Horne adalah pengusaha sukses yang masuk 20 Besar terkaya di Inggris tahun ini.


Berbagai jenis Perusahaannya yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari Perusahaan retail, penyedia teknologi informasi, dibidang perhotelan, dan masih banyak lagi lainnya.


Hari-hari dijalani Rose dengan selalu berkutat di depan komputer dan bertemu dengan klien Perusahaan Kakeknya.


"Apa Kamu suka dengan apa yang kamu jalani dalam keseharian kamu," tanya Tuan Luis saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Rose happy dengan semua ini Kek, apa lagi Baby boys sudah terbebas dari inkubator dan pasti Saya akan memberikan yang terbaik untuk Perusahaan kakek," timpal Rose.


"Kamu memang cucu Kakek," ucap singkat Tuan Luis yang bangga dengan cucunya walaupun lambat mengetahuinya, tetapi Tuan Luis tidak ingin waktunya yang terbuang tidak ditebus dengan baik.


"Nanti malam kita akan mengadakan pesta penyambutan khusus untuk kamu dan bersiaplah," ucap Tuan Luis.


"Siap Kek!" jawab singkat Rose yang masih setia menatap tabnya yang sibuk mengerjakan pekerjaannya.


Semua persiapan sudah dilakukan oleh anak buah tuan Luis dan sudah banyak Tamu yang sudah datang ke acara tersebut. Tuan Luis sudah berbincang-bincang dengan beberapa tamu khususnya, banyak tamu undangan yang datang dan pesta tersebut sudah berlangsung sedari tadi.


Pesta yang sangat meriah dan mewah itu dihadiri dari rekan bisnis yang datang dari seluruh penjuru dunia. Tokoh utama dari pesta tersebut belum hadir di acara karena belum ada perintah khusus dari kakeknya. Hingga seluruh mata tertuju ke arah tangga istana Tuan Luis.


Dengan gaun malam yang berwarna merah merona yang serasi dengan pewarna bibirnya membuatnya pusat perhatian. Semua mata menatapnya dengan takjub. Senyuman di bibirnya yang selalu menghiasi wajah cantiknya.


Pesta tersebut berlangsung hingga tengah malam. Bahkan banyak sekali relasi bisnisnya yang sudah menawarkan dan meminta ingin melamar Rose, tapi semuanya ditolak secara halus oleh Tuan Luis.


"Liliana Horne cucumu sudah besar bahkan sudah memiliki buah hati tiga orang dan maafkan kakak harus mengambil langkah ini dan ini demi kebaikan cucu dan cicitmu, suatu saat kamu pasti akan mengerti dengan apa yang aku lakukan, suami kamu terlalu kejam hanya karena masa lalunya sehingga mempertaruhkan kebahagiaan dan masa depan cucunya, tapi sayangnya kakak tidak berhasil merebut cicitmu yang satu dari tangannya dan semoga Dia tidak mendidik dan mengajarkan hal-hal buruk, semoga saja itu tidak terjadi," batinnya Pak Luis

__ADS_1


Anita menyapa seluruh tamu undangan satu persatu. Rose bahkan mendapatkan pujian yang tidak sedikit dari relasi kakeknya tersebut. Bahkan banyak yang sudah memuji kemampuan cucu tunggalnya Tuan Luis Adinata Horny.


Kita tinggalkan pesta perkenalan secara resmi ke seluruh dunia siapa penerus dan pemilik tunggal kekayaan dari Tuan Luis Adinata Horny yang kemampuan dan kekuasaannya hingga ke seluruh pelosok dunia.


Sedangkan di dalam kediaman Nyonya Masitha, Pak Yudha dibuat pusing oleh putrinya yang sedari tadi rewel. Dan membuat kewalahan dari ke duo's Baby sitter nya mereka.


Yudha yang baru pulang dari Kantornya yang belum berganti pakaian langsung berjalan ke arah kamar putri kecilnya.


"Cup cup putrinya Daddy, ada apa sayang?" tanya Yudha yang sudah menggantikan Mbak Marni untuk menggendong Baby Raisa


Baby Raisa masih saja belum diam dan Martin pun menggendong putrinya hingga ke ruangan tengah. Tapi puterinya masih saja tidak tenang dan suara tangisannya semakin melengking saja.


Mbak Marni yang mengingat hari ini adalah pertandingan Final antara Indonesia versus India pun langsung memainkan televisi layar datar tersebut yang lumayan besar. Mbak Marni saking seriusnya nonton sehingga melupakan jika Baby Raisa sedang menangis kencang.


Tapi tiba-tiba Baby Raisa langsung terdiam dan langsung menatap layar televisi tersebut. Raisa menjilati jempolnya dan sudah tidak rewel lagi. Tapi karena Yudha menegur Mbak Marni dan Mbak Wati untuk mengecilkan televisinya.


Mbak Marni pun mengecilkan suara Televisinya bahkan memilih mematikan Televisinya yang langsung membuat berteriak kencang dan menangis skuat tenaga. Yudha pun dibuat kelimpungan karena keadaan yang cukup merepotkan.


"Mungkin putrimu suka jika televisi dihidupkan," ucap Nenek Masitha yang menggendong Putrinya Yudha.


Martin pun menyalakan kembali televisinya dan seketika itu Raisa langsung terdiam dan mengarahkan kembali pandangannya ke televisi.


Walaupun tim nasional Indonesia dikalahkan 3-0 oleh India dan tidak berhasil mempertahankan Piala Thomas yang tahun lalu diraihnya, tetapi tidak membuat Raisa terusik. Hal ini membuat Martin dan neneknya geleng-geleng kepala melihat tingkah lucunyal.


...----------------...


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dari ini.

__ADS_1



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...

__ADS_1


__ADS_2