
"Tante Herna!!" teriak Mirah kegirangan.
Ibu Herna pun langsung membalas pelukan dari Amairah. Ibu Herna pun merasakan hal sama rindunya kepada Mirah. Terlebih lagi Ibu Herna sudah mengetahui jika Mirah adalah keponakannya yang 25 tahun lalu hilang. Herma memeluk tubuh keponakannya dengan erat dan merasakan kerinduan yang sangat dalam,
"Ayana maafkan bibi sayang, gara-gara bibi kamu mengalami banyak cobaan dalam hidupmu".
"Bibi juga sangat merindukan dirimu Nak, Maafkan bibi yang beberapa bulan ini tidak pernah menjengukmu dan jangan panggil Tante panggil saja bibi, entar dikira Tante girang lagi hehehe!" Canda Bu Herna yang walaupun tersenyum tetapi nampak ada guratan kesedihan dari wajahnya yang tampak masih cantik diusianya yang sudah senja.
"Bagaimana kabar bibi, apa bibi baik-baik saja kan kalau paman sama anak bibi gimana?" tanya Mirah secara beruntun yang sudah memberondong bibi Herna dengan segala macam pertanyaan.
"Alhamdulillah baik dan yang lainnya pun dalam keadaan sehat juga, oiy kita cari tempat yuk untuk beristirahat sejenak sambil berbincang-bincang," pinta dan bujuk Bibi Herna yang mengajak Mirah untuk mencari tempat yang nyaman untuk bersantai.
"Aku selesain dulu belanjaannya Bibi gak apa-apa kan Bi? lagian tanggung nih sisa dikit yang mau aku beli," jelasnya Mirah agar dia diberikan kesempatan untuk menyelesaikan belanjanya terlebih dahulu.
Bibi Herna pun menganggukkan kepalanya dan membantu Mirah untuk berbelanja sedangkan Bibi Herna menyerahkan kepada asisten rumah tangganya artya untuk berbelanja.
Mereka berjalan menyusuri lorong supermarket tersebut untuk memilih barang yang mereka butuhkan sambil berbincang-bincang santai.
"Sayang kok Maxy gak diajak yah Nak? Bibi kangen banget sama cucunya bibi," Ucap bibi Her.
Mirah tetap melanjutkan belanjaannya sambil membalas perkataan dari bibi Her. Mereka berbincang-bincang sambil memilih beberapa barang sisa daftar belanjaannya.
__ADS_1
"Maxy ke sekolah Bi, jadi dia tidak ingin ikut katanya ibu gurunya marah-marah kalau terlalu banyak ijinnya," jelasnya Mirah yang tersenyum mengingat tingkahnya Maxy saat berbicara tentang menirukan gaya ibu gurunya.
"Amai nanti kalau keponakannya Bibi jadi nikah mau gak Bibi undang ke acara akad nikah sama pestanya," tutur Bibi Her lagi.
Mirah menghentikan sesaat langkahnya lalu menoleh ke arah Bibi Her, "Emangnya kapan acaranya Bi dan siapa keponakan bibi yang mau nikah?" tanya Mirah.
"Ada keponakannya Bibi cowok cakep rencananya tiga bulan lagi akan menikah tapi kalau calon istrinya gak main kabur-kaburan lagi," ungkap Bibi Her yang langsung tersenyum mengingat calon istri keponakannya sudah dua kali kabur dari acara pertunangannya.
"Alhamdulillah kalau ia mau nikah, tapi kok bisa calon istrinya kabur, ceritanya gimana dih kok sampai nekat?" Tanya Mirah yang sedikit kepo dan juga bingung dengan sikap calon istri dari keponakannya Bibi Her.
"Panjang ceritanya Nak, dan katanya sih itu cewek belum ada niat untuk nikah gara-gara takut malam pertama," ucap Herna yang membisikkan kata-kata tersebut.
Mirah kaget dengan penuturan bibi Hermita dan langsung tertawa terbahak-bahak. Dia tidak habis pikir ada saja orang yang menjadikan alasan malam pertama sehingga tidak ingin menikah.
"Kamu sangat mengenalnya tapi kamu tidak perlu tahu nak, cukup bibi saja yang tahu dan suatu saat nanti juga Kamu pasti akan mengetahuinya," batinnya Bu Herna.
Bibi Herma ikut tertawa terbahak-bahak bersama Mirah. Ibu Herna senang dan bahagia karena bisa bertemu kembali dengan keponakannya walaupun emang sudah ada niat dan rencana untuk mengunjungi rumah Mirah.
Perbincangan mereka berlanjut hingga mereka sama-sama sudah selesai belanja dan mengamankan belanjaan mereka ke atas mobil masing-masing. Mereka pun berjalan mencari restoran untuk mengisi perut mereka yang sudah berdendang ria ingin diisi dengan asupan makanan.
****************
__ADS_1
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...