Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 95. Masih Flashback


__ADS_3

Mereka langsung manut dan patuh dengan perintah dari Rania tanpa ada adegan penolakan dari mereka. Siang itu mereka makan bersama sebelum peristiwa menghilangnya Farel yang tiba-tiba tanpa mereka ketahui.


Alexa masih memakai seragam sekolahnya. Aisyah mengikuti langkah kaki panjang nan lebar dari kedua perempuan beda generasi itu.


"Maafkan Kami agak lama Non, jalan yang kami lewati cukup padat tapi, untungnya tidak macet," ucapnya yang menyesal karena menurutnya lama.


"Tidak apa-apa kok Aisyah, Kami juga baru beberapa menit kedatangan Kami di sini," balasnya Reza sambil mengayunkan tangannya ke hadapan Aisyah.


"Kalau gitu kita cuci tangan dahulu di sana yah sayang," ucap Rania kepada ke dua anaknya.


Mereka langsung manut dan patuh dengan perintah Rania tanpa ada adegan penolakan dari mereka. Reza dan keluarga kecilnya menikmati makanan yang tersaji di depannya mereka. Aisyah pun ikut bergabung dengan mereka. Siang itu mereka menyantap makanan ala junk food sesuai dengan permintaan dari Farel.


Suasana keakraban benar sangat tercipta dengan penuh kasih sayang dan kebersamaan. Tidak ada jurang pemisah yang mereka ciptakan antara Aisyah dengan mereka. Di mana Aisyah adalah asisten pribadinya sekaligus pengawalnya semenjak Amairah tinggal di USA, New York City.


Sesibuk apapun, sejauh apapun pergi, keluarga merupakan tempat pulang. Uang dan popularitas tak mampu membayar kebersamaan dengan keluarga.


No matter how busy you are, no matter how far you go, your family is your home'. Money and popularity can't afford to be with family.


"Aisyah boleh Aku minta tolong?" tanya Reza setelah mereka selesai dan menghabiskan makanan yang ada di hadapannya.


Aisyah menolehkan kepalanya ke arah Reza, "Boleh Tuan Muda,"jawabnya.


"Besok sore, Kamu gantiin saya yang mengambil hasil tes kesehatannya Farel di RS DA," pinta Reza yang berharap agar Aisyah bersedia menggantikannya.


Reza baru mengingat jika besok ada rapat penting dengan jajaran direksi di Perusahaannya. Sehingga dia harus membatalkan niatnya ke Rumah Sakit.


"Bisa Tuan Muda, saya akan laksanakan sesuai dengan perintah Tuan Reza" ujarnya dengan menundukkan sedikit tubuhnya ke bawah di hadapan Reza.


"Makasih banyak Aisyah," tutur Reza yang tersenyum bahagia karena jika Aisyah berada bersama mereka selalu ada solusi atau jalan keluar yang terbaik yang dia dapatkan untuk permasalahan mereka.

__ADS_1


Mereka tidak akan berbincang-bincang apa pun kondisinya walau sangat urgent dan penting, jika mereka sedang makan apa lagi ada Farel di tengah-tengah mereka.


Situasi dan kondisi akan berbeda bahkan Farel tidak akan segan untuk memarahi dan menegur mereka dengan sangat keras seperti seorang bapak-bapak saja.


Setelah mereka menghabiskan makanannya, mereka pun meninggalkan Resto siap saji itu. Reza bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak dan istrinya.


Kebahagiaan terbesarnya saat ini adalah melihat senyuman dan mendengar canda tawa dari orang-orang terkasihnya. Terutama dari anak-anaknya serta wanita pujaan hatinya yang telah memberikan dan melahirkan tiga buah hatinya.


"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah Engkau masih memberiku kesempatan untuk bertemu dan berkumpul dengan istri dan anak-anakku," batinnya Reza.


"Kebahagiaanku sudah lengkap disaat putra sulung ku Reza berkumpul di tengah-tengah Kami," Reza kembali membatin.


Keesokan harinya, mereka kembali beraktifitas dengan rutinitasnya sehari-hari seperti biasanya. Sore harinya, Aisyah menjalankan amanah sekaligus perintah dari Reza selaku Tuan mudanya saat ini.


Rumah Sakit DA adalah tempat tes DNA yang dilakukan oleh Martin kepada Alif. Aisyah berjalan cepat ke arah dalam rumah sakit hingga ke depan pintu ruangan Laboratorium tempat tes tersebut berada.


Aisyah tanpa banyak pikir panjang lalu menarik dan memutar kenop pintu itu. Pintu pun terbuka dan seseorang yang berjalan dari dalam yaitu ingin keluar pintu dengan banyaknya dokumen dan berkas pasien rekam medis harus berjatuhan dan berceceran di lantai gara-gara Pria itu menabrak tubuh Aisyah.


"Maafkan Saya Pak, Saya tidak sengaja," ucap Aisyah dengan tangannya yang masih setia memunguti lembaran demi lembar kertas itu hingga lantai menjadi bersih lagi seperti semula.


"Makanya kalau jalan itu harus hati-hati jangan main nyelonong saja," geram pria itu tanpa mengalihkan pandangannya dari lantai.


Aisyah tidak menanggapi perkataan dari orang tersebut karena memang dia lah yang salah di sini.


Hingga kertas terakhir Aisyah berikan tapi, ke dua bola matanya membulat sempurna setelah melihat siapa pria yang ada dalam depannya ini.


Pria itu pun terkejut dan tidak menduga jika dia akan bertemu lagi dengan cewek pernah ribut dengannya.


"Kamu!!!" ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


"I used to think that love at first sight was some kind of urban myth-then, you smiled at me."


"People tell me that love will find me when I least expect it. You suddenly entered my life, and I felt like I would never be the same again."


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


__ADS_2