Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 63. Persyaratan Raisa


__ADS_3

Bagi Richard berlutut seperti ini sudah biasa, apalagi tadi asisten pribadinya Nathan datang dan memaksanya untuk memakai alat khusus di lututnya agar tidak lecet dan terluka.


Awalnya Richard menentang keputusan dari Nathan, tapi karena Kemal terus memaksa dengan berat hati Abi terpaksa memakainya.


Tanpa alat itu pun Richard masih sanggup dan mampu untuk bisa bertahan lebih lama lagi. Hal itu karena sudah terbiasa dari dulu saat dirinya tinggal di tempatnya berlatih taekwondo.


Kemal segera membukim Restoran tersebut dari jam 9 hingga jam yang tidak ditentukan. Pemilik Restoran malahan bersyukur karena mendapatkan pemasukan tapi tanpa mengeluarkan modal yang berarti dan banyak.


Tulisan di pintu masuk sudah terpasang closed sedangkan Raisa menurutnya belum bisa menerima pengorbanan yang dilakukan oleh Richard.


"Apa aku harus mengujinya lagi yah?" Tanyanya dengan seulas senyumannya yang manis membuat Abang Richard meleleh.


Raisa sudah menghabiskan seluruh makanan dan minumannya. Dia pun berdiri lalu berjalan ke arah Richard yang masih seng setia berlutut.


"Stop tes pertamanya Abang lulus dan masih ada lagi tes kedua yang Adek mohon untuk Abang penuhi permintaanku," ujarnya sembari membantu Richard untuk berdiri.


Richard hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Raisa, baginya apa pun persyaratannya yang penting Raisa menerima lamarannya.


"Sampai tes keberapa pun Abang akan jabanin walaupun harus menukarkan nyawanya Abang," gumamnya Richard dengan seulas senyumannya.


Raisa dibuat tersipu malu dengan perkataannya Richard. Dia tidak menampik jika hatinya sudah mulai ada rasa sayang tetapi, jika tiba-tiba terlintas bayangan masa lalunya, ia akan berubah ke dalam mode marah yang membuncah di dadanya.


"Ayo kita pulang ke rumah Abang, tapi…" ucapan Raisa sengaja dia gantung.


Awalnya Richard sangat sumringah bahagia karena berfikir dia sudah lulus dari persyaratan yang diajukan oleh Raisa sebagai calon suaminya itu, tapi mendengar penjelasan Richard membuatnya bertanya-tanya.

__ADS_1


"Jarak dari rumahnya dengan di Mall ini kan lebih jauh dibandingkan dengan alamat rumahnya serta apartemennya." Cicitnya Richard.


Raisa menatap ke arah Richardi dengan penuh maksud yang terselubung. Senyuman licik yang penuh arti sedari tadi tersimpul di wajah cantiknya.


"Tes kedua adalah Abang harus jalan kaki dari sini hingga rumahnya Abang yang ada di jalan XX," jelas Raisa dengan terperinci.


Huk… Huk.. Huk..


Bunyi batuk dari seseorang yang ternyata sedari tadi bersembunyi akhirnya ketahuan juga. Raisa segera berjalan ke arah orang yang terbatuk dengan mengulurkan sebotol minuman air putih.


"Makasih banyak," tutur kemal tanpa memperhatikan wajah dari orang yang telah menolongnya.


Raisa tertawa terbahak-bahak melihat Kemal yang wajahnya sudah memerah melebihi dari warna buah ceri. Kemal semakin shock saat dia melihat Raisa lah orang yang telah memberikan botol air itu.


"Waduh aku ketahuan," cicitnya.


"Hehehe ketahuan sembunyi di sini juga yah," jawabnya Kemal dengan cengengesan yang menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal itu sambil tersenyum.


Raisa memutar tubuhnya lalu menghadap ke arah Richards yang ikut tertawa melihat Kemal Nathaniel Sanjaya yang kepergok oleh Raisa.


"Abang apa sanggup dengan persyaratan keduanya adek?" Tanyanya dengan menatap tajam ke dalam bola matanya Richard.


"Abang siap, andai bulan dan bintang bisa aku petik pasti Abang akan bawakan bulan dan bintang ke dalam pangkuannya adek tanpa menunggu waktu lama," rayu Richard yang sedikit dibumbui gombalannya.


"Kalau gitu tidak perlu menunggu lama lagi, let's go, ucapnya lalu berjalan ke arah Nathan yang masih salah tingkah.

__ADS_1


"Tolong jangan biarkan video atau gambar Abang tersebar semakin luas, aku tidak ingin mendengar ada kata gagal," perintah Richard.


"Mereka sama saja, tidak ada bedanya pantas saja jodoh," cicitnya yang masih mampu didengar oleh Raisa.


Raisa kembali berjalan ke arah Nathan sedangkan Nathan refleks ngacir. Dia tidak ingin mendapatkan omelan dari calon istri CEOnya.


Richard berjalan memenuhi permintaan dari Raisa untuk memenuhi salah satu persyaratan yang diajukan oleh Raisa agar mereka melangkah ke jenjang pernikahan yang sudah ditunggu-tunggu oleh Richard Meiyer.


"Abang akan buktikan apa pun itu yang penting kamu yakin cintaku besar dan tulus hanya untukmu seorang gadis kecilku," janjiku padamu.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Diantara Dua Pilihan...


...3. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


...4. Pelakor Pilihan...


...5. Aku hanya sekedar baby sitter...


...6. Cinta Ceo Pesakitan...


...7. Tetanggaku Idola Suamiku...

__ADS_1


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers….


__ADS_2