
Pranggggg….
Suara piring dan gelas pecah itu membuat suasana cukup tegang yang sebelumnya damai dan Hanya diisi suara anak kecil saja.
"Itu tidak mungkin!! Mas pasti bohong kan?" Teriaknya yang berlari segera ke tempatnya Yudha yang berdiri sambil memegang hpnya itu yang tidak menyangka kedatangannya tiba-tiba Bu Mirah.
Nyonya Mirah tanpa perduli dengan kakinya yang tidak sengaja menginjak pecahan beling itu dari cangkir dan piring yang berhamburan di atas lantai.
Bu Mirah sama sekali tidak memperdulikan itu semua, dan terus berjalan ke arah suaminya berada. Yudha terkejut saat menyadari kehadiran istrinya di dalam ruangannya. Dia pun segera mematikan sambungan teleponnya, lalu mendekat ke arah istrinya.
"Sayang, apa yang terjadi padamu? Tolong tenanglah," tanyanya yang sangat khawatir melihat keadaan istrinya yang nampak tegang itu.
"Aku yakin seharusnya bertanya sama Mas, apa yang terjadi pada putraku Rexy?" Tanyanya yang balik bertanya pada Yudha suaminya dengan penuh amarah.
Pak Yudha kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari istrinya tercinta. Dia tidak tahu harus memulai dari mana menjawab. Disisi lain, dia khawatir jika anaknya menghadapi bahaya.
Yudha hanya terdiam terpaku dan tidak tahu harus berbuat apa. Kemudian ia segera meraih tubuh istrinya lalu memeluknya dengan erat. Yudha lalu mengelus lembut punggung istrinya agar sedikit tenang padahal dirinya juga tidak dalam keadaan yang baik saja.
"Mas!! Tolong jujur padaku, apa yang terjadi dengan putraku, katakan Mas?" Bentaknya yang melepaskan pelukannya lalu menggoyang tubuhnya Martin untuk segera membuka mulutnya untuk berbicara jujur.
Yudha mulai membuka suaranya ,"Rexy putra kita diculik…" perkataanya terputus saat perlahan tubuhnya Bu Mirah ambruk di dalam pelukannya.
"Istriku Mirah!!!!"
Teriaknya sambil meraih tubuh istrinya yang pingsan itu ke dalam pelukannya.
"Sadarlah sayang!! Maafkan Mas yang tidak mampu menjaga anak-anak kita dengan baik," ratapnya yang menangis tersedu-sedu melihat tubuh istrinya yang sudah tidak sadarkan diri lagi di dalam pangkuannya.
__ADS_1
Nenek Masitha Smith yang kebetulan melewati ruangan itu terkejut mendengar teriakannya Dia pun bergegas masuk ke dalam dan ingin melihat apa yang telah terjadi.
Mereka yang kebetulan ada di sana dibuat shock melihat banyaknya bekas darah segar, yang berada di lantai yang berbentuk telapak kaki itu. Dia langsung menutup mulutnya, saat melihat cucunya Yudha yang memangku istrinya yang sudah tidak sadarkan diri lagi, sedangkan kakinya Mirah menetes darah yang cukup banyak.
"Mbak Marni!!! Teriaknya yang begitu keras dan menggema di seluruh kediaman Lee.
Semua orang yang mendengar teriakannya tersebut segera berlari ke sumber suara. Mereka berdatangan ke arah ruangan pribadi itu, dan dibuat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Marni cepat ambil kotak p3k!!" Teriaknya.
Mbak Marnia lagi yang tanpa melihat sudah jongkok untuk membantu Yudha membersihkan lukanya Mirah. Mereka ada yang membersihkan sisa pecah beling yang membuat kamar itu berantakan.
Apa yang terjadi dengan istrimu?" tanyanya yang ingin mengetahui penyebab kejadian itu.
Tuan Muda Yudha yang ditanya malahan hanya terdiam saja dengan tangisannya yang tidak berhenti. Dia tiba-tiba tidak bisa berbicara sepatah kata pun, lidahnya tiba-tiba keluh seketika.
Para maid dan Mbak Wati segera membersihkan ceceran darah dan pecahan beling itu yang tercecer memenuhi ruangan tersebut. Salah satu dari mereka segera menghubungi Aisyah di kamarnya.
Aisyah yang mematikan hpnya sedari semalam gara-gara Nathan yang selalu mendiamkannya sehingga dia memutuskan untuk menon aktifkan hpnya seharian itu lalu dia mengistirahatkan tubuhnya agar tidak kelelahan. Dia segera mengambil hijab instannya lalu memakainya segera.
"Ada apa, kenapa mesti teriak-teriak?" Tanyanya saat pintu sudah terbuka lebar.
"Nyonya Muda pingsan dan kakinya terluka Mbak," jawabnya dengan nafas yang ngos-ngosan.
Aisyah segera berlari dan meninggalkan maid tersebut tanpa berbicara lagi. Wajahnya nampak sangat panik, dia sudah ketakutan jika terjadi sesuatu kepada Nyonya Mirah.
Sesampainya di dalam ruangan itu, dia melihat Nyonya Muda yang sudah dibaringkan di atas ranjang king size-nya yang kebetulan ada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...