Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 135


__ADS_3

Jika jahat dibalas kejahatan, maka itu adalah dendam.


Jika kebaikan dibalas kebaikan maka itu adalah perkara biasa.


"Mbak tolong kecilin suara tv-nya dong, Baby Icha baru saja diam," ucap Yudha.


Mbak Marni pun mengecilkan suara Televisinya bahkan memilih mematikan Televisinya yang langsung membuat berteriak kencang dan menangis skuat tenaga. Yudha pun dibuat kelimpungan karena keadaan yang cukup merepotkan.


"Mungkin putrimu suka jika televisi dihidupkan," ucap Nenek Masitha yang menggendong Putrinya Yudha.


Yudha pun menyalakan kembali televisinya dan seketika itu Raisa langsung terdiam dan mengarahkan kembali pandangannya ke televisi.


Kondisi rumah sakit subuh itu sangat lah padat dan ramai. Diakibatkan karena banyaknya pasien yang silih berganti berdatangan memenuhi UGD dan ICU.


Mereka adalah korban dari ledakan di Istana Nur Hadi. Yudha dan rombongannya sudah berdatangan ke rumah sakit. Pak Herdi dan yang lainnya pun sudah hadir di sana.


Raisa dan Richard yang pergi melaksanakan berbulan madu terpaksa memutuskan untuk pulang dan mereka sudah hampir sampai di Tanah Air. Walaupun baru dua hari di Dubai,tapi mereka memutuskan untuk pulang saja.


"Aisyah di mana anak-anakku?" Pak Yudha mengedarkan pandangannya ke sekeliling tapi tidak menemukan satupun Anaknya.


"Kalau Madu fa Mutia ada didalam dan mereka sedang menjalani operasi, sudah di dalam ruangan operasi," jawab Aisyah saat Yudha dan lainnya sudah datang memenuhi lorong rumah sakit.


"Bagaimana semua ini bisa terjadi Aisyah?" Tanya Pak Herdi yang ikut meneteskan air matanya saking tidak percayanya dengan apa yang terjadi di dalam keluarga besarnya.


"Sepertinya ada yang sengaja menjebak kita, dan sayangnya kita masuk ke dalam perangkap mereka," jawabnya.


"Maksudnya Mbak apa?" Tanya Doni suaminya Mayang yang tidak mengerti dengan penuturan Aisyah.


Aisyah pun menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi sebenarnya hingga ledakan dahsyat bom itu tidak bisa mereka hindari. Mereka yang mendengar penjelasan dari Aisyah menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan apa yang terjadi.


"Ini tidak mungkin, kenapa dendam itu selalu berakhirnya dengan korban yang berjatuhan? Di mana hati nurani mereka?" Ujarnya Mayang sambil merangkul tubuh suaminya.


"Tenang saja, aku sudah menginformasikan kepada pihak kepolisian di berbagai negara untuk bekerja sama dengan kita mencari Nur," ujar Tuan Mark.

__ADS_1


"Apa mereka tidak bisa menurunkan rasa ego mereka sedikit saja dan berdamai dengan masa lalunya?" Tuturnya Bu Herma.


"Di dalam negeri pun harus segera dilakukan hal itu, dan kejadian ini seandainya dari dulu saya tidak mengasihani Nurman pasti ini tidak akan terjadi," tutur Tuan Mark dengan penuh penyesalan.


"Kakek tidak boleh berkata seperti itu, penyesalan untuk saat ini tidak akan ada gunanya, sebaiknya kita fokus untuk mencari Rexy dan pengobatan dari Maxy dan juga Mutia," terang Pak Yudha lagi.


Satu persatu anggota keluarga mereka berdatangan memenuhi lorong rumah sakit. Saking banyaknya yang datang hingga kursi tunggu pasien penuh. Banyak orang-orang yang tidak berdosa dan mengetahui dendam dan perselisihan mereka menjadi korbannya.


Ambulans semakin menambah riuh lobby rumah sakit karena tidak ada habisnya pasien korban ledakan tersebut. Banyak yang masih selamat dan sebagian juga sudah meninggal dunia. Hingga dari beberapa diantaranya sulit untuk dikenali lagi.


Jika kebaikan dibalas kejahatan maka itu adalah zhalim.


Tapi, jika kejahatan dibalas kebaikan itu adalah mulia dan terpuji.


Tiga jam sudah Maxy bertaruh nyawa di atas meja operasi. Hingga detik ini belum ada tanda-tanda operasinya akan selesai. Mereka semakin dibuat cemas saat stok darah khusus golongan darah Mutia habis.


"Apa yang terjadi dokter?" Tanya Pak Herdi.


"Pasien perempuan keadaannya kritis karena stok darahnya dengan golongan b rhesus habis," ucap Dokter.


"Kalau gitu ikut kami Pak," ujar Dokter yang meminta Pak Doni untuk mengikutinya.


Camelia hingga detik ini tidak bisa beristirahat dengan tenang, dia sangat mengkhawatirkan keadaan dari Maxy. Dia tidak tahu harus menghubungi nomornya siapa.


Dia tidak mungkin berani menghubungi nomor handphone Nyonya Miirah atau pun Tuan Yudha, mengingat dia hanya perawat yang ditugaskan untuk menjaga Maxy selama sakit bukanlah istrinya Maxy tapi ada benih rasa sayang yang perlahan tumbuh di dalam hatinya.


Mbak Marni yang melihat hal tersebut segera memegang tangannya Camelia,"kamu yang sabar dan banyak berdoa agar mereka bisa selamat dan berkumpul dengan kita lagi,"


"Makasih banyak Mbak, aku sangat takut Mbak apalagi belum ada kabar apa pun dari mereka," balasnya yang sudah meneteskan air matanya.


"Kita tunggu saja info mereka, pasti mereka akan mengabari kita secepatnya," ujar Mbak Marni.


Pasangan di lokasi kejadian, proses pencarian masih berlangsung dan mereka dibuat terkejut saat menemukan sosok seorang yang sudah meninggal dunia dengan posisi duduk di atas kursi kebesarannya dalam keadaan yang terikat besi. Kondisinya masih cukup bisa dikenali dari benda-benda yang dipakainya.

__ADS_1


"Tuan Besar, kami menemukan ada lagi Mayat yang terduduk di atas kursi, bagaimana kalau kita melihatnya jangan sampai Tuan mengenali orang itu," ungkapnya.


Tuan Luis dan Bryan segera mendatangi tempat lokasi yang dimaksud oleh Pihak kepolisian. Mereka terkejut melihatnya dan segera mengenalinya.


"Dia kan Nur Hadi kakeknya Mutiar!" ucap Bryan yang sangat mengenali mayat tersebut.


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...


__ADS_2