
Raisa lalu memakai segera sandal jepit Rumahannya. Dia berjalan ke arah kolam renang yang ada di belakang rumahnya.
Delisha duduk di tepi kolam dengan mensolonjorkan kakinya ke dalam air. Dia menatap bulan purnama malam itu. Seakan-akan dia sedang berdiskusi dengan rembulan.
"Aku hanya meminta itu ya Allah, aku tidak berharap besar padanya agar dia bertanggung jawab dan memenuhi kewajibannya sebagai ayah biologis puteraku," pintanya Raisa yang kadang mengenyampingkan perasaan dendamnya
Raisa lalu memakai segera sandal jepit Rumahannya. Dia berjalan ke arah kolam renang yang ada di belakang rumahnya.
Dia menatap ke arah bulan purnama malam hari itu. Dia sangat membenci pria yang telah merenggut kehormatannya dan juga menanamkan benih di dalam rahimnya, hingga dia memiliki seorang putra yang sangat tampan dan pintar.
Air matanya pun menetes membasahi wajahnya yang cantik dan ayu yang terkena pantulan sinar rembulan.
Sesekali ia menghapus jejak air matanya yang membasahi pipinya. Dia menengadahkan kepalanya ke atas dia melakukan hal itu agar air matanya berhenti untuk menetes.
Aisyah yang melihat Nona Mudanya yang sudah seperti anak kandungnya sendiri, ikut meneteskan air matanya.
"Maafkan aku Nona,belum saatnya aku jujur di hadapan Nona tentang siapa Papinya Tuan Muda Reinhard, saya belum yakin dengan kenyataan tersebut karena belum menemukan titik terang dari fakta kalau dia benar-benar Papinya Rei."
Dia ikut meneteskan air matanya, hatinya ikut hancur di setiap dia melihat Raisa terpuruk dalam tangisannya.
Dinginnya angin malam dan air kolam tidak membuat dirinya bangkit dari tempatnya. Dia masih asyik menikmati kesendirian dan kesepiannya malam itu.
"Aahhhhhh!!!! Aku harus bagaimana!!" Teriaknya seketika itu.
__ADS_1
Suaranya cukup menggelegar di tengah malam itu. Untungnya semua orang sudah tertidur lelap sehingga tidak ada yang terganggu dengan suara lengkingannya.
Beberapa hari kemudian, Raisa segera menyelesaikan pekerjaannya di Los Angeles dan segera kembali ke Tanah Air Indonesia. Dia sudah sangat merindukan putra tunggalnya.
"Nona bagaimana apa kita langsung pulang ke rumah atau ingin mampir ke suatu tempat?" Tanya Aisyah saat sudah duduk berhadapan di dalam pesawat pribadinya.
Raisa melirik sekilas ke arah Aisyah sebelum menjawab pertanyaannya.
"Antar aku ke Restoran XX, Daddy dan Mommy menginginkan aku ke tempat itu untuk bertemu dengan Tuan Richard," jawabnya lalu kembali serius membaca beberapa majalah bisnis salah satunya terdapat foto profil tentang pengusaha muda sukses tahun ini.
Dia kembali menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi lalu perlahan menutup kelopak matanya.
"Baik Nona Muda," jawabnya singkat.
"Tolong selidiki dengan cepat siapa Tuan Richard dan usahakan lakukan semuanya diam-diam tes DNA dia dengan Rei."
Adam segera membalas chat pesan singkat dari Aisyah lalu berjalan kembali ke tengah-tengah keluarga besar Arumi istrinya.
Adams yang sedang duduk di antara keluarga besar dari istrinya Arumi. Mereka mengapit Adams dan ingin mengintrogasi mereka, setelah mengetahui jika Adams dan Arumi sudah menikah diam-diam tanpa sepengetahuan keluarga besarnya.
Dion dan Yudha yang hadir sebagai saksi pernikahan mereka pun turut hadir di tengah-tengah mereka. Yudha juga akan segera diinterogasi dan dimintai pertanggungjawabannya.
Dengan berbagai perdebatan yang cukup alot dan lama. Mereka yang awalnya bersikukuh dan bersitegang bisa berdamai dengan keadaan. Mereka sepakat dan bersedia menghormati dan menerima dengan lapang dada pernikahan mereka.
__ADS_1
Yudha berhasil meyakinkan bahwa mereka saling mencintai dan sebaiknya mereka direstui karena tidak baik adanya jika ada seseorang yang saling mencintai tapi selalu dihalangi bahkan ditolak mentah-mentah hubungan mereka.
Hingga akhirnya mereka mendapatkan keputusan dan pilihan untuk memberikan mereka restu dan sudah merencanakan pesta resepsi pernikahan mereka.
Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Dilema Diantara dua pilihan
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1