Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 158


__ADS_3

Nyonya Martha duduk diujung dipannya dan kembali teringat kisah perjuangan anak tunggalnya dulu saat berjuang untuk meraih kembali cinta istrinya itu.


Masih Flashback On..


"Aku akan selalu membantu dan mendukungmu andai saja Aku bisa pasti aku akan menjadi orang pertama yang akan membantumu" terang Ibu Liliana lagi.


"Andai saja waktu itu Nirwana adiknya Nur Hadi hadir di persidangan, pasti suamiku tidak akan harus menderita dan akhirnya meninggal dunia di dalam tahanan, Aku sudah mencarinya tapi sampai sekarang Aku tidak berhasil," ujarnya Ibu Marcella yang sangat kecewa atas ketidak mampuannya dan ketidak berdayaaannya selama ini.


"Kamu harus sabar dan kuat, insya Allah suatu saat nanti Kamu pasti bisa menemukan bukti yang bisa memulihkan nama baik suami kamu," ucap Ibu Liliana.


Yudha kembali teringat dengan kalung yang dia pernah dia pakai. Tapi dia lupa menyimpan dimana kalung itu padahal rencananya dia ingin memberikan kalung itu kepada Mirah. Walaupun sebenarnya Yudha bisa memberikan yang lebih bahkan yang sangat mahal pun bisa


Tapi kalung itu membuatnya sangat tertarik dengan model kalung itu yang terkesan antik tapi mewah dan seakan-akan ada magnet yang membuat Yudha jatuh hati dengan kalung itu.


Yudha segera menelpon Dion untuk membantunya mencari kalung tersebut karena Martin teringat terakhir kalinya dia pakai kalung itu saat dia ke pesta reunian teman kuliahnya yang berujung dua di grebek oleh Warga dan berakhir dengan kata SAH.


"Halo Dion!" ucap Yudha dibalik telponnya..


"Iya ada apa" ucap Dion yang setengah tersadar dari tidurnya.


"Kamu mau aku tambahin bonusmu bulan ini atau Aku pangkas habis!!" Gertak Yudha yang tersenyum smirk dibalik telponnya yang mengancam Doni.


Dion yang mendengar hal tersebut segera bangun dan mengumpulkan semua nyawanya.


"Iya aku mau bonusku ditambah dong bosku," ucap Dion yang sudah duduk bersila di atas ranjangnya.


"Tolong cari kalung aku yang hilang di hotel disaat aku digrebek dan berujung menikahi janda itu, kamu cari sampai dapat jangan telpon Saya jika kamu belum menemukannya, dan jika kamu berhasil menemukan kalungku itu aku lipat gandakan bonusmu," ujarnya Yudha lalu menutup telponnya.

__ADS_1


"Gila yah ini orang kalau merintah gak lihat jam, Dia gak tahu kalau aku ini butuh istirahat yang cukup agar ketampanan ku tidak berkurang," sarkas Doni.


Dion kemudian menelpon nomor Nenek Masitha dan ingin menginformasikan bahwa Yudha mencari kalungnya Mirah yang pernah dia pakai tapi hilang saat di hotel.


"Halo Nek" ucap Dion.


"Halo.. halo.. beri salam kek dulu apa sih susahnya untuk mengucapkan salam, mengucapkan salam itu Masih pakai gratis loh," ucap Nenek Masitha yang sudah jengah dengan kebiasaan cucunya yang nelpon selalu lupa untuk mengucap salam.


Dion tertawa cengengesan mendengar omelan Nenek Masitha Bu Martha keluarga yang tersisa yang dimiliki oleh Yudha.


"Assalamu alaikum Nenek" ucap Dion.


"Waalaikum salam, ada apa Dion apa ada kabar anak nakal itu sudah siap membawa istrinya dan anaknya ke rumah," ujarnya Nyonya Masitha yang duduk di kursi sambil memperhatikan foto Mirah yang memangku Maxy putranya.


"Yudha memberikan perintah kepada Saya untuk mencari kalungnya Mirah yang hilang Nek!" ucap Dion.


"Kalau masalah kalungnya datang saja ke rumah untuk mengambilnya dan katakan kepadanya kalau kamu menemukan keberadaan kalung itu di Hotel," timpal Nenek Masitha.


Dion kembali menarik selimutnya untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu oleh telpon Yudha. Nenek Masitha kembali menelpon anak buahnya yang diperintahkan khusus olehnya untuk mematai-matai tindak tanduk Yudha.


Nenek Masitha tersenyum saat orang tersebut mengatakan kalau Yudha berangkat ke kota S. Beberapa jam kemudian, Pesawat Boeing 777 dengan logo seekor burung yang perkasa sudah mendarat dengan selamat di Bandara Kota S.


Yudha pun menelpon anak buahnya yang terlebih dahulu sudah menunggunya di Bandara dengan sebuah mobil yang nantinya akan dia pakai.


"Ingat jangan katakan kepada Nenek kalau aku ada di sini, jika ketahuan oleh Nenek aku akan pecat kamu," ancam Yudha yang berlalu masuk ke dalam mobilnya dan duduk di belakang kemudi.


Anak buahnya hanya diam tanpa kata dan menganggukkan kepalanya saja. Yudha awalnya mengemudikan mobilnya ke arah apartemen pribadinya yang ada di tengah kota S tapi langsung memutar balik lagi mobilnya. Ia kemudian melajukan ke arah kediaman neneknya yang ada di kota S tapi tidak jadi lagi.

__ADS_1


Akhirnya Yudha mengemudikan mobilnya tak tentu arah. Dia hanya mengikuti arah jalan raya saja. Dan tanpa dia sadari ternyata mobil dan jalan raya menuntunnya hingga sampai ke rumah minimalis modern yang bercat hijau tua senada dengan warna pagar besi dan taman yang menghiasi halaman rumah tersebut yang nampak asri.


"Ini kan rumah peninggalan nenek yang sekarang disewa oleh seorang ibu dengan anaknya, kok bisa-bisanya aku ke Sini yah?" Gumamnya Yudha yang memperhatikan rumah itu.


...----------------...


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2