Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 110. Rasa Bahagia


__ADS_3

Indahnya surga dunia mampu merekam raih dalam waktu yang bersamaan. Senyuman selalu tersungging di wajahnya tampan dan gantengnya Richard karena menggol gawang yang dikawal dengan ketat.


Kebahagiaan membuncah di dalam dada dan pikiran kedua pasangan suami istri manakala bisa meraih kebahagiaan hakiki dalam berumah tangga.


Ibadah terpanjang dalam hidup umat manusia adalah menikah. Selayaknya dan sepatutnya setiap insan manusia saling memberikan kenyamanan dan ketenangan dan kebahagiaan lahir batin.


"Semoga kamu segera hamil sayang," cicitnya Richard sebelum tumbang di sisinya Raisa.


Richard sangat berharap penyatuan mereka menghasilkan keturunan keduanya. Ia ingin melihat dan mendapatkan keturunan lagi adik untuk Reinhard dan penerus Keluarganya.


Nafas mereka memburu saking derasnya gelombang hasrat yang sudah lama terkurung dan terkungkung dalam jiwanya. Hingga hari ini Richard tidak tanggung-tanggung untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami. Ia benar-benar memanfaatkan kesempatan dan waktu yang ada. Rasa lelah yang mereka rasakan tidak menjadi penghalang keduanya.


Richard mendekap dan memeluk erat tubuh polos istrinya kedalam dekapannya dengan penuh kehangatan dan kasih sayang, setelah benda pusakanya sudah tertidur kembali yang sempat mengamuk di dalam sarangnya.


Richard mengatur beberapa anak rambutnya Raisa yang menutupi dan menghalangi pandangannya sebagian keningnya dengan lembut untuk menatap wajah istrinya dengan tak jemu.


Richard mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang. Tak bosan-bosannya memperlihatkan senyuman manisnya di hadapan Raisa yang sudah berhasil melewati dan menghadapi ketakutan akan traumanya di masa lalu.


"Abang cukup adik yang melihat senyuman manis ini, Adek tidak mau ada perempuan lain diluar sana yang melihatnya," tuturnya sembari mengelus ujung bibirnya Richard.


Richard menganggukkan kepalanya tanda setuju dan sangat bahagia karena jiwa posesif Istrinya muncul dan itu tandanya Raisa sangat mencintainya. Richard bangga dan sama sekali tidak pernah menyesal menikahi wanita pujaan hatinya yang sudah memberikan dia seorang putra yang sangat tampan dan pintar.


"Richard meyer Lim, aku sangat mencintaimu dan tidak akan pernah ada pria lain yang akan menggantikan posisi Abang di dalam hatinya Adek," tutur Raisa sambil menyentuh dada bidang suaminya.

__ADS_1


Richard yang mendengar perkataan yang baru pertama kali Raisa ucapkan dan meluncur dari bibir seksi istrinya, mampu membuatnya terbang melayang hingga ke ujung puncak langit tertinggi di angkasa.


Richard segera meraih kedua tangannya Raisa lalu mengecupnya satu persatu sembari berkata," Abang pun sama meminta hal itu juga pada dirimu, kalau boleh jujur Abang sangat bahagia karena kamu mampu menjaganya dan mempersembahkan hanya untuk Abang seorang, Abang tidak perlu mengucapkan perkataan tapi, Abang akan membuktikan bahwa Abang sangat mencintai kamu sejak awal kita bertemu hingga detik ini dan hingga napas ini tidak berada di dalam diriku."


Raisha tersenyum manis penuh kebahagiaan saat mendengar penjelasan dari suaminya. Richard memangku kepala istrinya di atas pundaknya yang lebar itu, lalu tak bosan-bosannya mengelus rambut panjang hitam sedikit kecoklatan milik Raisa dengan penuh kasih sayang yang tulus.


"Maafkan Abang dulu sudah Mengambil semuanya dalam keadaan kamu yang tidak berdaya, Abang…," ucapannya terpotong disaat Raisa menaruh ujung jarinya di atas bibirnya Richard dengan tatapan memohon.


"Abang itu semua terjadi karena sudah jalannya seperti itu dan takdirlah yang mempertemukan kita walaupun adek sedikit menyesal karena kita bertemu dalam keadaan yang tidak normal tapi, Adek sangat bahagia karena dari hubungan dan pertemuan kita itu hingga lahirlah Lee putra kita dan kita bisa bersatu di hari ini," jelasnya dengan panjang lebar yang membuatnya sangat bahagia dengan penuturan dan penjelasan Raisa.


Lengkaplah sudah kebahagiaan yang dirasakan oleh Richard di hari bahagia dan sakral dalam kehidupannya. Takdir sangat baik dan berpihak kepadanya karena mendapatkan istri yang sangat cantik dan baik hati serta sholehah.


"Adek malahan sangat bersyukur dan bahagia karena Abanglah yang menolong Adek waktu itu jika bukan Abang, adek tidak akan bisa bayangkan gimana masa depanku dan hidupku setelah itu," ungkapnya yang membalas ciuman singkat Richard di atas bibinya.


Kecupan manis dan singkat dia daratkan diatas puncak kepala Raisa yang sudah terpejam dan tertidur bersiap menuju alam mimpinya.


...****************...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan

__ADS_1


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers..

__ADS_1


__ADS_2