
Kenyataan memang tidak selalu beriringan dengan harapan, tapi bukan berarti kita harus dilanda keputusasaan.
Hujan turun semakin deras, semakin larut malam hujan seakan awet malam itu. Hingga membuat suasana dan cuaca semakin dingin saja.
Matahari telah bersinar di ufuk timur. Cahaya yang kemilauan telah mengusik orang-orang di peraduannya. Kicauan burung menambah semaraknya di pagi hari itu.
Bau jalan yang masih basah bekas terkena air hujan menguap hingga ke udara terkena paparan sinar mentari pagi hari itu.
Di dalam ruangan kaca yang berada di dalam rooftop diatas lantai tiga, dua orang anak manusia masih terbuai dalam mimpinya.
Mereka saling berpelukan erat dan masing-masing memberikan kehangatan yang tak terkira.
Hingga teriakan dari beberapa orang mampu membangun hubungan mereka.
"Aaaaaaaaahhhh tidak!!!" Pekik Mbak Marni.
Mereka menutup matanya saat melihat seorang pria yang hanya memakai celana pendek saja dan bertelanjang dada.
Suara teriakan dari mereka yang melengking membuat perlahan matanya Aisyah terbuka perlahan dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalamnya.
Dia berulang kali mengerjapkan matanya karena bola mata indahnya terkena langsung paparan cahaya sinar matahari pagi itu.
Dia menutup matanya menggunakan punggung tangannya untuk menghalau sinar mentari.
Dia belum menyadari apa yang terjadi padanya, serta kedatangan beberapa orang di sekitar rumah kaca itu.
Mereka bertiga yang terpaksa menjatuhkan beberapa barang bawaannya, ketika melihat mereka berdua yang saling berpelukan tanpa memakai pakaian lengkap.
Dia ingin bangkit dari tidurnya tapi gerakannya terhenti ketika dia baru menyadari jika ada tangan yang melingkar di atas perutnya.
Bola matanya membelalak sempurna, mulutnya menganga dan refleks berteriak kencang dengan bergerak cepat sehingga tubuh Nathan harus terjungkal ke bawah lantai.
"Ahh sakit," teriak Nathan yang baru terbangun dari tidurnya saat dirinya terjatuh bebas dari atas kursi.
__ADS_1
Aisyah spontan menutupi kedua aset terpentingnya yang hanya tertutup tantop dan hotpants.
Rambutnya yang sedikit kecoklatan itu tergerai indah. Tubuhnya beringsut hingga ke belakang.
"Apa yang kamu lakukan padaku haaa!!" Teriak Aisyah yang sangat marah melihat kondisinya sendiri.
Kemal menunjuk ke arah wajahnya sendiri.
"Aku!?" Ia keheranan melihat reaksi dari Aisyah yang menurutnya terlalu berlebihan karena dia tidak melakukan apa pun.
"Iya Kamu!! tidak mungkin orang lain, di sini cuma kita berdua saja yang ada di sini," jawabnya dengan ketus.
Sedangkan tiga orang asisten rumah tangganya Mirah hanya berdiri mematung melihat pertengkaran dan keributan dua orang tersebut.
Satu pun dari Mereka jadi penonton setia tanpa ada yang mau ikut campur atau menimpali perdebatan mereka.
"Aku tidak melakukan kesalahan apa pun, jadi ada apa denganku?" Tanyanya yang keheranan yang berkilah sambil menaikkan pundaknya dengan santainya.
"Apa!!! Kamu bilang tidak melakukan apa pun?" Tanyanya Aishah dengan nada suara yang cukup melengking, "terus kenapa pakaianku sudah berceceran di lantai, dan Kamu juga tidak memakai pakaian apapun," jelasnya dengan wajahnya yang memerah menahan amarahnya.
Aisyah kembali histeris saat baru saja mengetahui, jika ada beberapa asisten rumah tangga yang menyaksikan kejadian tersebut. Dia pun buru-buru memungut pakaiannya lalu memakai asal saja.
Hijabnya pun hanya sekedar melilit saja di atas kepalanya. Matanya merah nyalang menahan amarahnya. Dia lalu berjalan ke arah Kemal yang berdiri melongok seperti orang bodoh.
Saat mengetahui kalau ada orang yang menyaksikan mereka dalam keadaan yang kurang wajar. Aisyah langsung menampar wajah ganteng Nathan untuk kedua kalinya.
"Aku tunggu penjelasanmu," ucapnya sembari menunjuk ke arah dadanya Kemal yang masih polos itu.
Aisyah berlari dan berhenti sejenak saat berpapasan dengan ketiga art tersebut.
"Ingat baik-baik, kalian tidak boleh membocorkan ataupun memberitahukan masalah ini kepada orang lain terutama pada Nyonya Mirah, camkan itu baik-baik, perintah Aisyah dengan tegas yang mengultimatum art tersebut terutamanya Mbak Marni.
Aisyah kembali melanjutkan perjalanannya turun ke lantai dasar tempat kamarnya berada.
__ADS_1
"Ya Allah… semoga saja tidak ada yang terjadi padaku bersama pria mesum itu," batinnya, dia berlarian ke arah kamarnya.
Pintunya tertutup cukup keras hingga membuat Amairah yang kebetulan melewati sekitar tempat itu terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Aisyah.
"Apa yang terjadi dengannya dan semalam dia dari mana?" Tanyanya Mirah yang melihat kedatangan Aisyah yang berlari kecil ke arah kamarnya, sedangkan ia sambil berjalan ke arah dapur.
Tubuhnya Aisyah terduduk di atas lantai. Dia segera memeriksa seluruh tubuhnya hingga luar dalam. Dia tidak ingin nasibnya seperti Raisa dulu yah harus mengetahui jika dirinya sudah tidak suci lagi.
"Syukur Alhamdulillah tidak ada sesuatu yang terjadi," Aisyah bisa bernafas lega.
Sedangkan Kemal harus menahan malu karena dia menjadi bahan tontonan dari beberapa orang.
"Apa yang kalian lihat!! Bubar dan kembali kerjakan pekerjaan kalian saja," teriaknya.
...Wajahnya merah padam menahan rasa malunya yang menggerogoti diri dan perasaannya....
...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Dilema Diantara dua pilihan...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...7. Pelakor Pilihan...
...8. Hanya Sekedar Pembantu...
__ADS_1
...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......