Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 71. Kecewa


__ADS_3

Pintu ICU terbuka dan keluarlah Kemal dan Aisyah. Mereka berdua tertawa terbahak-bahak tapi langsung mendapat tatapan tajam dari beberapa perawat.


"Maaf Pak! jangan ribut kasihan pasien yang sedang istirahat," tegur perawat itu dengan sedikit kasar.


Kemal langsung menghentikan tawanya, sedangkan Aisyah mencubit lengan Kemal agar segera menghentikan tawanya.


"Aisyah dan Pak Kemal datang-datang malah tertawa bukannya bicara bagaimana dengan kondisi Kak Maxy," sarkas Raisa yang kebingungan melihat tingkah lakunya Kemal asisten pribadinya dari calon suaminya.


"Maaf Nona Muda, saya hanya mengingat kejadian yang barusan saya alami yang sangat lucu," balasnya dengan masih tertawa.


"Terus kondisi kak Maxy gimana?" Perkataan itu meluncur lagi dari bibirnya Raisa lagi yang sudah tidak sabaran ingin mendengar jawaban dari keduanya.


"Alhamdulillah, Tuan Muda Maxy baik-baik saja Del, jadi kamu tidak perlu khawatir sedikitpun dengan dia," terang Aisyah.


"Syukur Alhamdulillah kalau gitu, apa saya boleh masuk menjenguknya?" Raisa sudah melangkahkan kakinya, tetapi langsung dicegah oleh Aisyah lagi.


"Nona nanti saja, Tuan Muda lagi pendekatan dengan seorang suster cantik di dalam, makanya tadi kami lama di dalam karena membantu Maxy untuk melakukan pedekate," tuturnya dengan tersenyum mengingat Axel yang menahan sakitnya saat Kemal menekan lukanya.


Raisa refleks menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan langsung tertawa bahagia.


"Alhamdulillah, akhirnya kakakku yang satu itu menunjukkan bahwa dirinya masih normal, semoga pedekatenya berhasil kalau perlu kita bantuin agar mereka bisa saling mencintai," ucap syukur Raisa dengan wajahnya yang berseri bahagia.


Raisa kembali duduk di sampingnya Richard, hingga ujung pelupuk matanya menangkap ada noda darah di pergelangan tangannya Richard, ia kembali dibuat cemas dan ketakutan melihat hal tersebut.


Dia segera memeriksa kondisi tangannya Richard dengan menggulung ke atas lengan ujung bajunya Rich, Dia menutup mulutnya melihat luka tersebut lumayan besar dan menganga. Raisa segera berlari ke arah suster untuk segera membantu Richard untuk secepatnya mengobati luka tersebut.


"Abang ayo kedalam, lukanya Abang harus segera diobati kalau begini, takutnya infeksi Bang," ujarnya kembali nampak di wajahnya yang ketakutan.

__ADS_1


Richard hanya terdiam mengikut instruksi dari Raisa. Dia malahan bersyukur karena calon istrinya sangat peduli dan perhatian padanya.


Dia sudah terbaring di atas bangkar rumah sakit. Seorang perawat pria yang menangani lukanya. Awalnya perempuan yang ingin melakukan hal tersebut, tapi langsung dicegah oleh Richard sendiri.


Sedari dulu dia tidak ingin kontak fisik dengan wanita lain setelah waktu itu dirinya dan Raisa berhubungan badan malam itu.


Richard sudah memantapkan hatinya jika hanya gadis kecilnya saja yang pantas dan boleh menyentuhnya hingga kelak.


"Tahan yah pak,saya akan menjahit tangan bapak yang terluka terkena goresan timah panas," ujarnya perawat itu dengan melihat ke arah Richard untuk meminta persetujuan.


"Oke lanjut saja,"balasnya Richard dengan santainya.


Raisa benar-benar bisa menempatkan dirinya sebagai calon istrinya Richard. Malam itu bertambah pasien yang harus mereka jaga baik-baik yaitu Maxy dengan Richard.


Rexy dan yang lainnya pamitan kepada mereka karena ingin kembali ke rumah untuk beristirahat. Mereka lakukan itu agar ke dua orang tuanya dan neneknya tidak mencurigai apa yang terjadi.


"Mbak,Saya mohon bantu jaga keponakanku, kasihan ke dua orang tuanya berada jauh dari sini sedangkan adiknya calon suaminya juga sedang sakit, jadi please untuk membantuku," pinta Aisyah di depan Camelia yang awalnya sudah ingin meninggalkan mereka.


"Mbak tidak perlu khawatir dengan masalah gaji, Insya Allah… kami pasti berikan gaji yang sesuai permintaan Anda," terang Aisyah lagi.


Raisa menggenggam tangannya Richard seolah-olah dia memberikan dan menyalurkan rasa tenang kepada calon suaminya itu. Karena Raisa melihat raut wajahnya meringis kesakitan saat perawat itu membersihkan lukanya dan menjahit luka itu.


"Tapi!!" Ucap Camelia dengan memikirkan beberapa pertimbangan mengingat ada orang yang dirumahnya menunggu kepulangannya sekarang.


"Maaf bukannya aku tidak mau tapi, putriku sudah lama menungguku untuk pulang, ia aku titipkan di tempat penitipan anak," jawabnya yang membuat wajahnya Maxy seketika lesu dan tidak bersemangat.


Wajahnya yang sedari tadi sumringah sekarang tergantikan dengan wajahnya yang sedih mendengar perkataan dari Camelia.

__ADS_1


"Ternyata dia sudah punya suami dan anak, aku harus gimana lagi kalau kenyataannya harus berakhir seperti ini." Batin maxy dengan raut wajah sendu dan kecewa.


Aisyah, Kemal serta Rexy menatap iba ke arah kakak sulungnya. Untuk pertama kalinya jatuh cinta, tapi diwaktu yang bersamaan harus terhempas rasa yang sudah perlahan muncul di dalam dadanya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Diantara Dua Pilihan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Pelakor Pilihan


Aku hanya sekedar baby sitter


Cinta Ceo Pesakitan


Tetanggaku Idola Suamiku



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2