
Dokter perempuan tersebut yang mungkin umurnya sudah sekitar 40an itu tersenyum dan ikut bahagia melihat kebahagiaan yang dirasakan oleh Yudha
"Selamat yah pak, Anda akan segera menjadi bapak, Calon bayi dan Istri bapak dalam keadaan yang sehat dan ini resep vitamin dengan obat untuk ibu Mirah tolong ditebus di Apotek!" jelas ibu Dokter.
"Makasih banyak Dokter," ujarnya Yudha yang menjabat tangan dokter sebelum mengambil resep obat dan vitamin untuk Mirah.
Kebahagiaan yang terpancar dari wajah Martin dirasakan dan dilihat langsung oleh Orang yang berjalan dan berpapasan dengan dirinya. Yudha tak henti-hentinya menebarkan senyuman manisnya ke semua orang Saking bahagianya akan segera menjadi bapak lagi.
"Mungkin aku juga akan sebahagia ini saat Aku tahu Kalau Maxy hadir di dalam rahimnya Mirah, ternyata sebahagia ini rasanya Jika akan memiliki seorang calon bayi," gumam Yudha.
Yudha ke Apotek sebelum ke ruangan UGD RS untuk menemui Mirah. Yudha bahagia banget sehingga memberikan uang tip kepada semua orang yang berada di sekitar Apotek terutama perawat yang berjaga dan bertugas di Apotek tersebut.
"Makasih banyak Pak, semoga istrinya Sehat dan anaknya juga sehat, selamat sampai lahiran," ucap do'a dari semua orang yang Yudha berikan uang sebagai wujud rasa syukurnya.
Yudha pun menemui pegawai yang bertugas di bagian Administrasi untuk segera memindahkan istrinya ke ruangan Perawatan VVIP Rumah sakit. Mirah sudah dipindahkan ke dalam ruangan perawatan VVIP. Keadaannya udah sadar ketika Yudha baru saja duduk untuk beristirahat.
Mirah menatap ke sekeliling Ruangan dan kaget setelah melihat kondisi Ruangan tersebut yang berbeda dengan kamarnya. Wajah yang pertama dia lihat adalah wajah Yudha suaminya yang selalu tersenyum sedari tadi.
"Mas Martin!" Ujarnya Mirah yang masih lemah dan tidak mampu untuk berbicara dengan keras.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar, Apa ada yang sakit yang kamu rasakan atau kamu mau makan atau butuh apa?" tanya Yudha.
"Mas Aku di mana bukannya tadi aku ke kantor untuk kerja dan kok Mas juga ada di sini bukannya Mas ada di Jakarta" ucap mirah.
"Kamu sekarang di rumah sakit, dan tadi Mas yang membawa kamu ke Sini karena kamu tiba-tiba pingsan," jawab Yudha yang sudah memegang tangan Istrinya.
"Pingsan mas?" tanyanya Mirah dengan raut wajahnya yang kebingungan.
"Iya kamu sewaktu keluar dari Lift kamu langsung pingsan untung ada Mas yang kebetulan lewat di Sana dan langsung melarikan kamu ke rumah sakit," terang Yudha.
"Makasih banyak Mas, Alhamdulillah untung ada Mas yang menolongku" ucap Amairah tulus.
"Tapi Aku kan tidak sakit Mas, Kenapa harus dirawat dan dipasangi infus segala?" tanya Amairah sambil mengangkat tangannya yang dipasangi jarum dan selang infus.
"Kamu tidak sakit Sayang tapi ada calon bayi kita di dalam sini," jelasnya Yudha yang refleks mengusap perut datarnya Mirah.
__ADS_1
Mirah yang mendapat perlakuan seperti itu membuat wajahnya memerah dan malu-malu. Sekaligus sangat bahagia karena telah diberikan kepercayaan dan amanah untuk mengandung kembali seorang calon bayi lagi di dalam rahimnya. Dia sangat bahagia karena mendengar langsung mulutnya Yudha menyebut kata sayang di depannya.
"Alhamdulillah Mas kalau begitu, Amairah sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan untuk menjadi seorang calon ibu lagi," tuturnya Mirah sambil mengelus perutnya yang masih datar itu.
"Makasih banyak sayang, kamu sudah menjaganya dengan baik dan tolong jaga dia dengan baik untukku walaupun kadang Mas tidak berada di samping kamu yang menemanimu," ucap syukur Yudha yang menciumi tangan Amairah di dalam genggamannya.
"Insya Allah yah Mas, aku akan menjaganya dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin agar dia bisa hidup dengan baik di dalam sana," janji Mirah di depan suaminya itu.
Pintu ruangan terbuka dengan lebar dan masuklah Maya, Nadia dan Doni serta bingkisan parcel dan beberapa barang keperluan Mirah. Mayang dan Nadia langsung berhamburan memeluk tubuh Amairah dan tersenyum bahagia setelah mereka mendapatkan kabar gembira bahwa Sahabatnya sedang hamil.
"Selamat yah sayang kamu hamil lagi, Maxy akan segera punya adik," ucap Nadia.
"Iya cantik, Aku turut bahagia loh Setelah mendengar kabar kalau kamu hamil tapi ngomong-ngomong dimana Suami kamu?" Tanya Mayang yang langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan langsung pandangannya berhenti tepat di sekitar Doni.
Mayang melihat Yudha yang duduk di dekat Dion dan Maya langsung menatap tajam ke arah Martin dan tidak menyangka jika suaminya adalah orang yang telah membuat sahabatnya hamil. Mayang terkejut karena setahu dia sepupunya itu belum menikah dan pacarnya Yudha adalah Nikita Aiman seorang model cantik papan atas bukanlah Mirah sahabatnya.
Yudha pun balas menatap tajam ke arah Maya dan menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya. Mayang pun mengerti dan mengangguk pasrah.
"Itu suami Amairah kalian boleh kenalan kok, Namanya Yudha Dirgantara Lee dan dia bekerja di Jakarta sebagai karyawan biasa di bagian keuangan dan kebetulan dia Kerja di perusahaan yang sama dengan kita," ungkap Mirah yang memperkenalkan suaminya di hadapan kedua sahabatnya itu.
Doni hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Mirah karena dia sudah sangat tahu siapa Yudha itu.
"Ya Allah kakak, kenapa meski harus berbohong dan menutupi jati diri Kakak yang sebenarnya di hadapan istrinya sendiri, gimana kalau suatu saat nanti Mirah tahu dari orang lain, apa jangan-jangan Kakak Yudha yang merenggut mahkota waktu di hotel Bali berarti kalau gitu Yudha adalah Ayahnya Maxy? pantesan ada kemiripan dari mereka tapi setahu saya Mirah belum tahu semua itu, Kalau gini aku akan interogasi Kakak," bathinnya Mayang.
Mereka ikut berbahagia dengan kehamilan Mirah. Mereka bercanda dan berbincang-bincang hingga Sore hari. Mereka pun pamit pulang ke rumah masing-masing.
"Amairah kami pulang dulu yah sayang, insya Allah besok kami akan datang lagi, lagian kami gak enak entar ganggu kalian lagi" pungkas Nadia.
"Apaan loh Nad, malahan aku senang kalau kalian ada di sini temani Aku," timpal Mirah dengan suara lembut dan dengan senyuman khasnya.
"Iya nad, besok kami akan masuk kerja dan hari ini ibu Tania membawa tumpukan berkas yang cukup banyak," gurau Mayang sambil bercanda.
"Makasih banyak kalian sudah datang," ucap syukur Mirah yang membalas pelukan Mayang.
"Dede ponakannya Aunty Maya jangan nakal yah, kasihan Mommy kamu kalau Dede Nakal," tutur Mayang sambil mengelus perut Mirah yang masih datar itu.
__ADS_1
"Makasih banyak, hati-hati di jalan yah," ucap Mirah.
Nadia dan Doni berjalan duluan ke luar ruangan sedangkan Maya mendekati Martin dan membisikkan sesuatu kata-kata ke telinga Martin.
"Kakak berhutang penjelasan kepada ku dan Maya tunggu di Apartemen Maya ok tidak Pake banyak alasan," lirihnya Mayang.
Mayang pun menutup pintu dengan senyuman di wajahnya karena menurutnya sekarang dia punya kartu as untuk mempermainkan kakak sepupunya itu. Sedangkan Yudha mengelus wajahnya yang nampak gusar karena ternyata Mayang adik sepupunya adalah sahabat baiknya Mirah.
Yudha takut jika Mayang memberitahu kepada Neneknya tentang pernikahannya. Ia segera menelpon Mbak Marni untuk mengabarkan kondisi dari Mirah dan meminta tolong untuk menjaga Maxy sementara waktu selama Mirah ada di rumah sakit.
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Alurnya novel ini maju mundur cantik yah...