
Tanda tangan dari Aisyah cukup keras hingga pipi kirinya Kenal Nathaniel Sanjaya memerah saking kuatnya tamparan yang dilayangkan oleh Aisyah.
Mereka yang melihat kejadian itu langsung bersamaan memegang pipi mereka. Seakan-akan pipi mereka yang terkena tamparan panas itu.
Banyak hal yang tak ingin kita tinggalkan dalam hidup ini, namun semua pasti ada akhir sesuai dengan ketentuan-Nya.
Aisyah seakan-akan melupakan bahwa tangannya Nathan masih setia di atas puncak gunung Bromo miliknya.
"Empuk dan kenyal," perkataan itu berhasil meluncur dari mulutnya Nathan tanpa filter terlebih dahulu.
Plaaaakkk!!!!
Tanda tangan dari Aisyah cukup keras, hingga pipi kirinya Kemal Nathaniel Sanjaya memerah saking kuatnya tamparan yang dilayangkan oleh Aisyah.
Mereka yang melihat kejadian itu langsung bersamaan memegang pipi mereka. Seakan-akan pipi mereka yang terkena tamparan panas itu.
"Aaaaauuuhh sakit," pekiknya Kemal yang refleks memegang pipinya yang memerah itu yang terduduk gara-gara didorong tadi dengan kuat oleh Aisyah.
Hahahaha!!!
Suara tawa itu membahana di malam itu saat Nathan berulang kali menyentuh dan mengelus pipinya.
"Pak Kemal salah sendiri sih, terlalu menghayati pegangannya jadi lupa daratan dan akhirnya terkena tamparan maut," gurau Rexy.
Richard yang melihat asisten pribadinya hanya geleng-geleng kepala. Pria yang belum pernah sekalipun jatuh cinta dan tidak pernah dekat dengan perempuan hari ini harus terkena tamparan yang begitu dahsyatnya dari seorang perempuan.
__ADS_1
Mereka kembali masuk ke dalam ruangan kediaman utama Yudha. Mereka tidak menghiraukan lagi Kemal yang masih terduduk di atas rumput sintetis itu.
"Cantik-cantik tapi ganas, aku harus meminta pertanggungjawaban sudah menampar wajahku yang ganteng ini." Cicitnya yang menatap tak jemu kearah Aisyah.
Kemal bergegas bangkit dari duduknya, dia tak lupa membersihkan seluruh pakaiannya terlebih dahulu sebelum mencari keberadaan Aisyah.
"Aku tidak akan biarkan dia lolos begitu saja, yang jelasnya apa pun yang terjadi dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah membuat pipiku hingga detik ini kepanasan," Kemal ngomel-ngomel seperti seorang emak-emak saja.
Kemal ikut masuk ke dalam rumah, tapi tujuannya berbeda dia mencari ruangan keberadaan Aisyah. Hingga banyak sudah kamar dan ruangan yang dia masuki,tapi hasilnya nihil belum ketemu dengan Aisyah.
"Maaf Mbak apa situ lihat Aisyah?" Tanyanya Raisa sambil tetap melirik ke kanan kiri.
"Kalau Aisyah kalau tidak salah lihat dia berjalan ke arah lantai tiga tempat biasanya dia mengamati bintang Tuan," jelas Mbak Wati yang kebetulan berpapasan dengan Kemal.
"Oohh, thanks infonya Mbak," ujarnya sembari berjalan mendahului Mbak Wati.
Kemal melangkahkan kakinya sesuai petunjuk dari Mbak Wati, Hingga ujung kelopak matanya menangkap siluet seorang perempuan yang berdiri di rooftop atap rumah. Nathan memperhatikan gerak gerik dari Aisyah yang berada di ujung.
Di mata kemal, Aisyah ingin melompat ke bawah. Tetapi, Nathan masih mengamati dengan seksama dia tidak ingin salah melangkah yang berakhir dengan tamparan jilid dua.
Kemal memegang pipi kirinya lalu berkata, "Seorang perempuan dewasa yang memiliki kekuatan seperti layaknya dua orang pria dewasa sangat menarik."
Kemal perlahan berjalan mendekati tempat Aisyah. Dia mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh Aisyah.
"Pria yang selama ini aku sayangi dengan setulus hati, hanya karena gara-gara permintaan dari ke dua orang tuanya hingga melupakan janjinya," air matanya menetes membasahi pipinya.
__ADS_1
Dia menengadahkan wajahnya ke atas agar air matanya berhenti menetes. Sakit, sedih, kecewa, menjadi satu dalam bagian kesedihan dan kehancuran hati dan perasaannya.
Pria yang sudah mengikat janji manis suci untuk melangkah ke jenjang pernikahan malah harus menikah dan membina rumah tangga dengan wanita lain pilihan orang tuanya.
Awalnya bintang dan bulan bersinar terang, hingga tiba-tiba angin bertiup kencang menerbangkan ujung hijabnya. Dia tetap berdiri tak goyah sedikit pun dari posisinya semula.
Langit tampak gelap, awan bergerak saling bergantian membawa air yang nantinya akan perlahan jatuh ke dasar bumi membasahi alam semesta.
Rintik rintik hujan mulai turun membasahi wajahnya, tetapi tidak membuatnya bergerak sedikitpun dari posisinya berdiri. Dia masih terdiam mematung, hanya sesekali tetes air matanya yang mengalir membasahi pipinya.
"Hujan tak pernah tahu ia membasahi apa, tapi air mataku tahu ia jatuh untuk siapa," lirihnya yang menatap ke atas langit.
...Please mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Dilema Diantara dua pilihan...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
__ADS_1
...7. Pelakor Pilihan...
...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......