Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 156


__ADS_3

"Makasih banyak Bu," ucap officer boy tersebut dan merasa bahagia atas pemberian dari Mirah.


Mirah lalu membersihkan seluruh tubuh putranya dan mengganti pakaiannya Axel dengan pakaian tidur dan menyelimuti putranya. Setelah memeriksa keadaan putranya, dia lalu mengambil hpnya lalu menelpon nomor Toko perhiasan tersebut.


Setelah berbincang-bincang beberapa saat dengan pegawai toko perhiasan tersebut dan Mirah sedikit memohon agar dia dibantu oleh pegawai itu. Berselang beberapa saat kemudian, ia pun mematikan telponnya.


Mirah langsung memeriksa hpnya dan sungguh mencengangkan apa yang ada di dalam chat dari pegawai toko tersebut. Mirah terduduk di ranjangnya dan tidak menyangka apa yang dilihatnya.


Sepulang dari Denpasar Bali, Miirah melanjutkan perjalanannya ke Ibu Kota Jakarta. Ia hari ini akan membawa putranya ke salah satu Mall yang ada di Kota J. Karena sebelumnya Mirah


sudah berjanji untuk membawa putranya bermain di Tivme Zo ne. Dia pun memesan ojek online untuk mengantar mereka ke Mall tersebut.


"Macy sudah siap?" tanya Mirah yang melihat anaknya yang sedang berdiri di depan cermin.


"Siap dong Mommy, apa Mommy gak lihat Maxy sudah ganteng dan rapi seperti ini!" jawab Mayu memuji penampilannya sendiri sambil berjalan ke arah Mamanya dan memutar tubuhnya tepat dihadapan mommynya.


"Anak Mommy semakin ganteng saja," puji Mirah yang mengecup pipi sebelah kanan milik putranya.


"Tentu ganteng lah Moms, siapa dulu dong kan anaknya Daddy Yudha dong Moms!" jawab Maxy yang membalas ciuman Mirah tepat diwajahnya Mommy nya.


Sedangkan Mirah yang mendengar perkataan dari putranya dibuat terenyuh dengan penuturan puteranya yang membuatnya berfikir untuk membandingkan wajahnya anaknya dengan suaminya yang semakin hari semakin kemiripannya semakin banyak.


"Kalau putra semata wayangnya dan suami keduanya wajah mereka kebetulan mirip karena mereka anak dan ayah sambung sepertinya itu tidak mungkin, apa aku harus ke Lombok dan mencari tahu siapa Pria yang bersamaku malam itu? mungkin akan kejawab semuanya jika aku ke kembali ke Hotel tersebut," batinnya Mirah.

__ADS_1


Mirah yang tiba-tiba terdiam,tak bergeming dan mematung di tempatnya.


"Mommy!!" Ujarnya Maxy yang setengah teriak di telinga mommynya karena Mirah tiba-tiba terdiam dan seperti orang kebingungan saja.


Maxy terus menggoyang tubuh Mommy nya hingga Mirah tersadar dari lamunannya dan sedikit tersentak kaget dari lamunannya itu.


"Mommy baik-baik saja kan? jawab Axel dong Mommy!!" Rajuk Mxy yang masih menggoyang tubuh Mirah tapi, wajahnya sudah khawatir karena mommynya yang masih melamun dan terdiam.


"Aku harus segera ke Lombok kalau bisa hari ini juga aku harus segera berangkat ke sana, Aku tidak bisa hidup seperti ini terus tanpa mengetahui siapa Ayah kandungnya Maxy dan aku tidak ingin suatu saat nanti pria itu datang dan merebut putraku dari sisiku," Mirah membatin.


Maxy sudah ingin menangis melihat kondisi ibunya yang kembali seperti orang kesambet makhluk halus saja. Untung nya Mirah segera tersadar dari lamunannya setelah usahanya Maxy.


"Maafkan Mommy yah Sayang, Mommy banyak fikiran soalnya!" Balasnya Mirah yang masih memikirkan rencan awalanya tersebut.


"Maxy takut Mommy kenapa-kenapa, kalau terjadi sesuatu sama Mommy, Maxy pasti akan sangat sedih," ungkap Maxy lalu memeluk tubuh Mairah yang semakin besar saja karena usia kandungannya juga semakin bertambah.


"Mommy?" tanya balik Maxy yang menatap tajam ke arah Mirah.


"Iya sayang, apa Maxy gak suka?" tanyanya Mirah dengan penuh harap.


"Maxy mau sangat dong Mommy, kan Maxy belum pernah ke sana dan ada teman aku yang pernah bilang kalau Lombok itu cantik Mommy," jelas Maxy dengan gaya polosnya tapi rasa ingin tahunya tinggi dalam saat itu.


"Jadi kau mau kalau kita ke Lombok hari ini juga sayang?" tanya Mirah yang sudah duduk di ranjangnya sedangkan Maxy masih berdiri di depannya dengan sangat antusias.

__ADS_1


"Saya mau lah Mommy, jadi main gamenya nanti saja yah Mommy atau kita main dulu yah?" tanyanya Maxy yang penuh harap.


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2