Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 136


__ADS_3

"Makasih banyak Mbak, aku sangat takut Mbak apalagi belum ada kabar apa pun dari mereka," balasnya yang sudah meneteskan air matanya.


"Kita tunggu saja info mereka, pasti mereka akan mengabari kita secepatnya," ujar Mbak Marni.


Pasangan di lokasi kejadian, proses pencarian masih berlangsung dan mereka dibuat terkejut saat menemukan sosok seorang yang sudah meninggal dunia dengan posisi duduk di atas kursi kebesarannya dalam keadaan yang terikat besi. Kondisinya masih cukup bisa dikenali dari benda-benda yang dipakainya.


"Tuan Besar, kami menemukan ada lagi Mayat yang terduduk di atas kursi, bagaimana kalau kita melihatnya jangan sampai Tuan mengenali orang itu," ungkapnya.


Tuan Luis dan Bryan segera mendatangi tempat lokasi yang dimaksud oleh Pihak kepolisian. Mereka terkejut melihatnya dan segera mengenalinya.


"Dia kan Nur Hadi kakeknya Mutiar!" ucap Bryan yang sangat mengenali mayat tersebut.


"Berarti ada orang lain yang telah melakukan ini semua, apa jangan-jangan Resy berada di dalam tangan orang itu," ucap Adnan Bryan dan Kemal Nathaniel Sanjaya bersamaan dengan mengarahkan pandangannya ke arah Tuan Luis.


Mereka saling adu pandang dan sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Mereka sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa ada pihak lain yang sudah melakukan semua ini. Yang jadi pertanyaan siapa.


"Ya Allah… sadarkan lah orang itu dan segera mengehentikan kejahatannya," batinnya Mayang.


"Ya Allah… kami sudah ikhlas dengan kejadian di masa lalu kami, jadi aku mohon sudahi semua dendam ini," batinnya Doni.


"Ayo segera ke rumah sakit, karena aku yakin Rexs berada di tempat lain," ucap Tuan Luis lalu berjalan ke arah mobilnya.


Semua orang tanpa terkecuali sudah masuk ke dalam mobil dan bersiap pulang. Polisi juga sudah memberikan garis polisi police line untuk mengamankan seluruh lokasi daerah kejadian perkara.


Beberapa bukti pun sudah mereka amankan. Mereka menuju tempat tujuan masing-masing. Tuan Luis mencurigai seseorang dan jawabannya ada sama Mutiara. Mereka yakin kunci dalang dibalik semua ini akan terjawab dan terungkap jika Mutiara sadar dari komanya.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah berhasil diselamatkan. Tapi, masih dalam pengawasan intensif dari dokter, luka di tubuh mereka cukup parah dan banyak dan untungnya wajah tampan dan cantik mereka selamat dari ledakan itu.


"Syukur Alhamdulillah, mereka bisa diselamatkan," gumam nenek Masitha.


"Tolong diberkati pelayanan kesehatan yang paling terbaik di rumah sakit ini," perintah dari Tuan Yudha.

__ADS_1


"Aisyah segera hubungi orang rumah, terutama Camelia, aku yakin dia pasti sangat mencemaskan kondisi dari Max," perintah Nenek Masitha.


"Baik Nek," jawab singkat Aisyah lalu menjalankan perintah tersebut dengan sebaik-baiknya.


Siang harinya, Richard dan Raisa sudah sampai di Jakarta, tepatnya di rumah sakit. Mereka menemani mommynya Nyonya Mirah untuk menjaga Macy dan Mutiara secara bergantian.


Tiga hari kemudian, mereka sudah dinyatakan sehat, sadarkan diri dan tidak kritis lagi. Orang yang pertama mereka cari adalah Rexy. Bu Mirah yang sedang di dalam ruangan perawatan Mutiara segera mendekatinya.


"Kamu baik-baik saja kan, atau ada yang kamu rasakan di tubuhmu yang sakit gitu," tanyanya Nyonya Mirah dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.


Mutia menatap ke arah calon ibu mertuanya itu sekaligus Nenek dari putri semata wayangnya. Ibunda pria yang dicintainya itu. Tiara sedikit canggung dan salah tingkah karena untuk pertama kalinya dia bertemu dengan nenek dari putrinya.


"Aku haus Moms," ucapnya yang malu-malu dengan menunjuk ke arah gelas yang kebetulan berada di atas meja nakas.


Nyonya besar Mirah dengan penuh kasih sayang dan perhatian merawat Tiara seperti anak kandungnya sendiri. Dengan sepenuh hati seperti putrinya sendiri. Ia dan yang lainnya belum ingin menyampaikan kepada Mutia jika, Kakeknya sudah meninggal dunia.


Sedangkan Maxi sedari dipindahkan ke dalam ruangan perawatan, Camelia lah yang selalu setia menjaganya. Pihak kepolisian mendatangi rumah sakit, mereka akan menginterogasi Tiara


Karena kondisi Tiara sudah cukup stabil. Dari keterangan yang berhasil di korek oleh polisi, akhirnya mereka bisa mengambil kesimpulan jika orang yang pantas dicurigai adalah Kakak dari Papinya Mutia.


Sesuai dengan banyaknya bukti yang mereka temukan dan tertuju pada satu orang saja yaitu Amir Hamzah adik kandung dari papanya Mutiara.


"Segera lakukan pencarian terhadap Noel Cruz dan jangan biarkan lolos," perintah komandan kepolisian kepada bawahannya.


Semua orang bersatu padu untuk melakukan pencarian bahkan tak segan-segan keluarga Lee dan Luis memberikan iming-iming hadiah yang sangat besar. Tuan Luis tidak hanya berbicara angin lalu saja.


Bahkan informasi sekecil apapun yang dia dapatkan, orang tersebut mendapatkan hadiah. Mereka sangat ingin menemukan cucu kedua di dalam keluarga mereka.


Jika kebaikan dibalas kejahatan maka itu adalah zhalim.


Tapi, jika kejahatan dibalas kebaikan itu adalah mulia dan terpuji.

__ADS_1


"Keindahan hidup akan kamu rasakan ketika kamu mau mensyukuri segala hal yang sudah kamu miliki.


Bersyukur terhadap rezeki yang diberikan Allah hendaklah selalu berucap dengan alhamdulillah."


Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


__ADS_2