
Tidak terasa sebulan telah berlalu dan hari ini adalah hari dimana lomba itu di adakan. Aku sangat gugup bagaimana ini pertama kalinya aku ikut lomba seperti ini. Ada rasa khawatir dalam hatiku,bagaimana jika gambarku paling jelek? Oh Tuhan kuatkan aku.
Saat ini semua peserta berkumpul di sebuah aula besar kantor gubernur. Kami ada sekitar seratusan orang,dan ini adalah seleksi tahap pertama jadi hanya sekitar 10 orang yang akan lulus seleksi. Yang lulus seleksi di tingkat provinsi ini akan bersaing dengan seluruh orang terpilih di tiap-tiap provinsi. Dan di seleksi tahap akhir hanya akan ada 5 orang pemenang dan mereka akan mendapatkan hadiah 100 juta rupiah. Hadiah yang sangat fantastis untuk orang miskin sepertiku.
Lomba pun dimulai semua orang fokus pada laptop mereka masing-masing karna kami menggambar menggunakan laptop. Waktu menggambar yang di berikan panitia adalah 3 jam. Bisa di bilang lama dan bisa juga di bilang sebentar. Tentu untuk yang profesional itu adalah waktu yang cukup dan semoga saja aku bisa menyelesaikan dalam waktu 3 jam itu.
Tidak terasa waktu sudah habis, aku bersyukur bisa menyelesaikan dengan baik. Semoga saja karyaku di terima. Kami pun mengumpulkan nya pada panitia setelah itu panitia mengumumkan bahwa yang lulus seleksi akan di hubungi secara pribadi via telpon seminggu dari sekarang.
Aku keluar dari ruangan dengan perasaan lega. Rasanya seperti bebas dari penjara saja(kayak pernah di penjara aja sih). Saat hendak pulang tidak sengaja aku melihat seorang pria yang menyiramku di cafe waktu itu. Dia pun melihat ku dan tersenyum padaku. Aku sangat terkejut bagaimana bisa dia tersenyum padaku sedangkan dia bilang bahwa dia benci padaku. Sungguh aneh apa orang itu punya kepribadian ganda? Eh tunggu dulu dia berjalan ke arahku,bagaimana ini?apa aku lari saja yah?
"hey tunggu nona", katanya.
" ya a..ada apa ya?",kataku gugup.
"aku hanya ingin berkenalan saja denganmu. Namaku Braylen Kusuma panggil saya ray", katanya sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
" aku Seanne Natalia panggil saja anne",ku balas uluran tangannya.
Setelah itu kami pun berbincang sejenak lalu dia menawarkan diri untuk mengantarku pulang. Aku ingin menolak tapi tatapan matanya begitu tajam membuat ku takut dan akhirnya menerima ajakannya. Sepanjang perjalanan kami hanya diam,sesekali ku lirik dia aku masih berpikir apakah dia laki-laki yang sama yang dulu menyiramku di cafe atau tidak. Wajahnya sangat mirip hanya saja kali ini dia sangat ramah ataukah mereka kembar?
Tidak terasa kami sudah sampai di rumahku,aku pun berterima kasih padanya. Aku mengajaknya masuk tapi dia menolak dengan alasan masih ada urusan. Dan ya kamipun bertukar nomor telepon. Aku sangat bahagia,bagaimana tidak ini pertama kalinya aku bertukar nomor handphone dengan cowok tampan sepertinya.
"ibu,ayah aku pulang", kataku.
" bagaimana lombanya nak?",kata ayah.
" ohya apa kau yakin nak,sepertinya wajahmu menunjukkan yang sebaliknya",kata ibu menggodaku.
Aku pun pura-pura memasang muka cemberut dan pergi ke kamarku. Kubaringkan tubuhku rasanya lelah sekali. Lomba tadi cukup menguras banyak energi ku. Kupejamkan mataku serasa tersenyum. Aku lelah tapi semuanya terbayar dengan kehadiran lelaki tampan itu sungguh aku kagum padanya.
Semoga saja dia jodohku.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
#happy reading
__ADS_1