Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Misi Penyelamatan 2


__ADS_3

Pria itu mendekati Ariel yang terus menghindar dari nya.Hingga tubuh Ariel benar-benar tak berdaya,Pria itu mengangkat tubuh Ariel dan meletakkan nya di tempat tidur dengan perlahan.


Tidak ada perlawanan dari gadis itu.Walau mulut nya terus saja memaki pria itu.


Kini Tubuh Ariel berada di kungkungan pria itu.Ingin Ariel memukul ataupun menendang pria itu tapi tubuh nya terasa tak bertenaga.


Setiap sentuhan pria itu membuat getar-getar aneh di tubuh nya dan mengingin kan lebih.


"Aku sangat mencintaimu Riel"pria itu mengusap lembut pipi Ariel kemudian mencium nya..


"Aku ingin menjadi kan mu milikku seutuh nya sayang..Aku menginginkan mu.."ucap pria itu dengan suara parau.


Ariel ingin melawan tapi tubuh nya seolah mengkhianati nya.Dia begitu menikmati setiap sentuhan pria itu .Ciuman di bibir nya terasa membangkitkan gairah gadis itu.Apa lagi saat ciuman itu berpindah ke leher nya membuat desahan keluar dari mulut nya.


Pria itu menyeringai..Dia memperdalam ciuman nya dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana.


Di tengah kesadaran Ariel yang tertutup gairah nya yang meningkat,,Ariel menangkap suara yang begitu berisik di luar.Sekejap dia mengingat Azlan.


"Kak Alan..Apa itu dirimu.??"batin Ariel


Sadar jika terjadi keributan di luar itu nyata,,Dengan sisa tenaga nya,,Ariel menggigit daun telinga Pria itu..


"Aaarrrggghhh..."pekik pria itu berdiri dan mengusap telinga nya.


Dengan nafas yang terengah-engah Ariel mengambil lampu tidur yang berada di nakas dan melemparkan nya pada pria itu.Tapi pria itu menghindar hingga lampu tidur itu mengenai pintu..


"Kau ingin bermain kasar rupanya.Baik lah aku tidak akan segan kali ini.."Pria itu mendorong Ariel hingga jatuh tertelantang di atas tempat tidur.


Pria itu menindih tubuh Ariel dan merobek baju gadis itu.Terpampang jelas dua gundukan yang sudah menantang.Dengan begitu beringas,,pria itu melahap kedua gundukan itu bergantian..Membuat tubuh Ariel gelonjotan dan suara desahan nya lolos dari mulut nya.Tapi tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dengan begitu keras


"BRAAAAKK..!!!"

__ADS_1


Pria itu melonjak kaget dan melihat siapa yang sudah berani mengganggu kesenangan nya..


Seorang pria bertopeng menatap pria itu dengan tatapan membunuh.Amarah nya sudah tidak bisa terbendung lagi.Pria bertopeng itu menghampiri Pria itu dan menendang nya begitu keras hingga menabrak dinding.


Pria bertopeng itu memandang Ariel yang sudah setengah telanjang.Mata mereka saling mengunci Dengan sigap pria bertopeng itu menutup tubuh Ariel dengan selimut.


Kini mata tajam nya beralih pada pria yang mencoba untuk berdiri .Dengan tangan yang terkepal pria bertopeng itu menghampiri pria itu dan menghadiahi dengan pukulan tepat di ulu hati nya hingga pria itu mengeluarkan darah dari mulut nya.


Tidak sampai di situ.Pria bertopeng itu terus memukul wajah dan tubuh pria itu tanpa memberi kesempatan Pria itu untuk membalas nya.


Pria bertopeng itu mengangkat kerah pria yang kini sudah tak berdaya itu dan memukul nya tapi suara yang dia kenal menghentikan ke beringasan nya..


"Hentikan...!!!Kau bisa membunuh nya.."


Pria bertopeng itu menoleh menatap tajam orang yang menghentikan aksi nya itu


"Se-setidak nya jangan bi-biarkan dia mati dengan mudah..Mu-mungkin kita akan mendapatkan informasi berharga dari nya.."


Kini dia mendekati Ariel dan membawa nya keluar dari rumah terkutuk itu.Dia akan menghilangkan efek obat itu bagaimana pun cara nya.


"Pastikan dia mendapatkan balasan yang lebih mengerikan.."ucap Pria bertopeng itu sebelum keluar dari sana.


"Hah...Kau memilih lawan yang salah Lex.."Pria itu memerintahkan anak buah nya untuk membawa Alex ke markas


***


Sementara itu Mia kini di bawa oleh kedua anak buah Alex di tengah hutan yang sepi.


"Tolong lepaskan Aku..hiks hiks.."Mia terus meronta-ronta saat di bawa paksa oleh kedua pria itu.


"Diam kau...Dasar gadis bodoh..."Ucap pria bertubuh tambun

__ADS_1


"Hai jangan terlalu kasar pada nya.Bagaimana jika sebelum kita membunuh nya kita nikmati dulu tubuh indah nya itu."seru teman nya


Mia hanya bisa menangis dan menggelengkan kepal nya.Dia tidak ingin berakhir begitu tragis.Dia lebih baik mati dari pada menjadi budak nafsu kedua pria itu.


"Kau benar..Gadis kecil.Kami akan berbaik hati memberimu kenikmatan sebelum ajal menjemput mu.."Pria bertubuh tambun itu mendorong keras tubuh Mia hingga perut nya terbentur batu.


"Aaakhhh..."Mia meringis karena benturan yang cukup kuat.Untung tangan nya sigap melindungi perut nya.


"Ma-mau apa kalian..Jangan mendekat.."Kedua pria itu terus mendekati Mia dan mulai memegangi kedua tangan dan kaki gadis itu.


"Lepas kan...Tolong...Tolong...!!!Teriak Mia histeris.


Kedua pria itu tertawa karena tindakan bodoh gadis itu.Di tengah hutan ini tidak akan ada yang datang menolong nya..Dan mereka tidak akan menyia-yiakan kenikmatan yang ada di depan mata mereka.


"Diam.. !!"hardik pria bertubuh tambun.Tapi Mia masih saja memberontak dan berteriak hingga pria itu menghadiahi nya tamparan berulang kali di kedua pipi Mia.


Melihat Gadia itu tak berdaya kedua pria itu mulai melancarkan aksi nya tapi tiba-tiba


DOR....


Pria tambun itu jatuh tewas seketika..Pria yang melihat teman nya mati seketika menghentikan aksi nya dan mulai menodong senjata pada gadis itu sebagai sandera.


"Si-siapa kau...??Cepat keluar..!!!"teriak pria itu.


Sraak sraak sraakk


Terdengar langkah kaki yang menabrak dedaunan bagaikan alunan musik kematian yang menyeramkan di tengah gelap sunyi malam itu


"Si-siapa kau..??"hardik pria itu.


Mia yang melihat siapa yang datang sejenak menipiskan bibir nya..

__ADS_1


"Aku adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawamu.."


__ADS_2