Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Episode 51


__ADS_3

Flashback masa lalu saat Dimas remaja dan Rendi remaja jalan berpapasan. Rendi jalan begitu saja seakan tidak melihat Dimas. Lalu Dimas menoleh memanggil Rendi, bertanya kenapa Rendi menghindar darinya. Namun Rendi berdalih siapa yang menghindar.


Dimas bertanya apa Rendi menghindarinya karena merasa malu, atas kejadian yang mereka lihat 2 hari yang lalu. Seperti nya mereka melihat ayah Rendi bersama pacar gelapnya.


Rendi menarik kerah baju Dimas, "Memangnya ada apa 2 hari yang lalu..Kita lihat apa?".


"Itu tidak memalukan,Tapi menyakitkan" ucap Dimas. Rendi semakin marah, mencengkram jas Dimas semakin kuat, "Apa yang kau tahu?".


"Semua orang melalui sesuatu seperti itu, sesuatu hal atau kondisi yang menyakitkan. Begitu juga denganku. Sebenarnya, aku bukan putra dewan direktur" kata Dimas.


"Apa?" Rendi melepas cengkramannya.


"Aku punya ibu lain.. Aku cuma bilang ini padamu. Jadi ..".


"Kau ini anak haram?" potong Rendi. "Jadi..Jika wanita yang kita lihat 2 hari lalu memiliki anak dari Ayahku...Dia akan seperti kau" vonis Rendi dengan nada melecehkan.


Dimas terdiam, terluka dan terkejut dengan perkataan Rendi. Dimas mengatakan rahasianya agar Rendi tidak merasa malu atau pun minder. Tapi reaksi yang ia dapat dari Rendi, jauh berbeda dari perkiraannya.


Itulah penyebab putusnya persahabatan Dimas dan Rendi..


Apa sebenarnya Sandi juga menilai Dimas dengan cara yang sama seperti Rendi?. Apakah itu alasannya kenapa Sandi selama ini bersikap dingin, merasa terganggu, dan terancam dengan keberadaan Dimas?.


Kedudukan Rendi dan Sandi sama, mereka anak dari istri sah yang benci melihat ayahnya bermain wanita. Dan kebencian itu membuat mereka membenci anak yang lahir dari rahim wanita tersebut.


***


Pulang sekolah..Tias, Sinta dan Aldi jalan keluar bersama. Tias senang mendengar kabar kalau Dimas memukul Rendi. Sayang ia tak ada disana melihat kejadiannya secara langsung. Aldi membela Rendi, "Dia tidak kena..Dia menghindar".


"Kau bisa saja bilang kalau rahangnya dihajar lebih dulu" tukas Tias kesal, "Berhenti bergaul dengan Rendi, atau kau benar-benar tidak akan bisa kuliah".


"Dalam hukum kita harusnya membenci kejahatan bukan orangnya" jawab Sinta yang menyukai Rendi pun ikut membela, bukankah posisi Rendi kali ini adalah korban. Aldi tersenyum, menilai perkataan Sinta itu benar.


"Kau berpihak pada Rendi setelah apa yang dia lakukan padaku?" tanya Tias kesal.


Sinta heran,"Apa sekarang Tias berpihak pada Dimas? ".

__ADS_1


"Itu cinta lama" tungkas Aldi.


Tias makin kesal, "Cinta lama apanya? Aku sudah melupakannya!".


"Sst" Sinta menyuruh Tias mengecilkan suaranya, karena ada Kimi lewat di depan mereka. Tias tidak peduli, "Kenapa? Apa kita harus berhati-hati dengan tunangannya Dimas juga?".


Tias teriak memanggil Kimi, yang dipanggil pun menoleh, "Kau ingin mengatakan sesuatu?".


"Kau tidak?" sergah Tias lalu meminta Sinta dan Aldi jalan duluan.


Tias mendekati Kimi, ia marah karena Kimi memberitahu Steven bahwa ia pernah pacaran dengan Dimas, "Apa hakmu menceritakan masa laluku? Kau sudah gila?" .


"Apa yang aku katakan itu bukanlah bohong, Harusnya kau urus pacarmu..Kau membiarkan dia bicara dengan gadis lain (Dewi)".


"Kau sudah tahu, aku sudah mengurus pacarku sendiri. Aku merasa, sepertinya Dimas dan Eun Dewi memiliki hubungan. Begitulah yang terlihat olehku" balas Tias.


"Kau tidak perlu memancing kemarahanku" jelas Kimi.


Tias membalas ia hanya ingin memberitahukan itu.


Kimi masuk ke dalam mobil, Veni sendiri yang datang menjemput. Kimi berkata ini adalah kejutan. Veni tersenyum, "Aku ada di dekat sini, dan hati nurani ku tergerak untuk menjemputmu".


Kimi menyindir, sebaiknya hati nurani ibunya itu digunakan untuk memikirkan pernikahannya. Disindir seperti itu, maka Veni berkata jangan sampai ia merasa menyesal telah menjemput Kimi


Saat ingin menyalakan mesin mobil, Veni melihat Dimas di depan, ia pun langsung membunyikan klakson mobil meski Kimi melarangnya. Dimas sontak menoleh. Veni mengomel di dalam mobil, "Anak itu! Sudah pulang tapi tidak datang memberi salam padaku".


Dimas mendekati mobil. Veni menurunkan kaca mobil, menyapa Dimas dengan ramah, "Lama tidak bertemu".


Dimas membungkuk mengucapkan salam dengan sopan. Dengan wajah tersenyum dan nada ramah, Veni sedikit menyindir sayang sekali ia harus bertemu Dimas disini. Padahal Dimas sudah lama kembali ke Indonesia. Dimas beralasan sibuk sekali, sehingga tidak sempat berkunjung kerumah Veni.


Veni mengajak Dimas makan siang bersama. Dimas tak segera menjawab, raut wajahnya menunjukkan rasa keberatan. Kimi diam dengan perasaan terluka. Sudah tahu jawaban Dimas.


Dalam perjalanan pulang, Veni kembali mengomel. "Tak bisakah Dimas sedikit berbasa-basi demi sopan santun".


" Lebih baik begitu dari pada menahan malu, Hari ini Dimas memukul Rendi!".

__ADS_1


Veni sontak kaget, "Apa? Kenapa?".


"Apa maksud Ibu kenapa? Karena dia pantas mendapatkannya" jawab Kimi. "Aku bisa tebak seperti apa tunangan ibu, hanya dengan melihat Rendi yang merupakan putra dari tunangan Ibu. Sudah jelas tunanganku lebih baik daripada tunangan ibu".


Veni marah dan tersinggung, mendadak menepikan mobil dan menyuruh Kimi turun. Sebelum turun, Kimi bilang jika ibunya menurunkannya di tengah jalan seperti ini, kenapa juga harus datang menjemput.


Selanjutnya, Veni pergi ke hotel mencari Rendi Manager hotel bilang Rendi belum datang. Veni lalu minta manager menghubunginya kalau Rendi sudah datang. Manager Hotel menyanggupi.


Manager Hotel hendak pergi, tapi Veni mengajukan satu pertanyaan, "Apa Presdir Sandi dari Grup Ahmad tinggal di sini?". Manager membenarkan. Dengan alasan ingin menyapa Sandi sebagai keluarga besan, Veni bertanya apa boleh ia minta nomor kepala sekertaris Rudi.


***


Dilain sisi Rudi sedang menemani presdir Ahmad check up ketika menerima telpon dari Veni. Di ponsel Rudi tertera nomor Veni, berarti dia punya nomor Veni tapi tidak mau menelpon lebih dulu.


Rudi lalu menjawabnya. Veni mengaku lebih putus asa hingga menelpon Rudi lebih dulu.


"Benarkah kau berpikir begitu?" tanya Rudi.


Veni minta Rudi berhenti bersikap ambigu, "Aku sudah mengambil resiko meminta nomormu".


"Aku memberimu kesempatan untuk berpikir apa itu benar-benar sepadan. Aku akan menelponmu kembali" ucap Rudi melirik ke presdir Ahmad yang duduk disebelahnya.


"Kau menutup telponku sekarang?" tanya Veni tidak percaya.


"Kututup" ucap Rudi mengakhiri pembicaraan.


Dokter dan perawat keluar setelah selesai memeriksa presdir Ahmad. Presdir Ahmad mendengar pembicaraan tadi dan mengira Rudi memiliki pacar.


Rudi menyungging senyum dan berkata lebih tepatnya hubungan gelap. Presdir Ahmad heran setelah apa yang terjadi padanya, kenapa Rudi memilih hubungan seperti itu. Presdir Ahmad minta Rudi melaporkan hasil pengamatannya.


Rudi menjelaskan, "Presdir Veni dari RS Internasional memiliki 1.4% saham dari Grup Ahmad. Dia mewarisi 1.2%. Dia juga membeli 850,000 saham ketika Dimas dan Kimi bertunangan. Veni juga memiliki 2.1% saham Hotel Hilton. Dia sudah memiliki hak voting dalam dewan. Setelah dia menikahi Presdir Ferdian dari hotel Hilton. Veni akan memiliki 3.4% saham hotel Hilton dan 1.8 saham Ahmad Grup".


"1.8%" gumam presdir Ahmad, "Menurutmu pernikahan ini akan terjadi?".


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2