
Aku masih diam memandangi baju pemberian ayah. Sebenarnya itu adalah dress warna hitam dengan panjang selutut,sungguh cantik modelnya simple dan elegan. Sangat cocok di kulitku yang putih,tapi aku masih ragu untuk mencobanya. Aku masih berpikir darimana ayah mendapatkan uang untuk membeli baju semahal ini?
Akhirnya kuputuskan untuk menyimpan baju itu di lemariku,aku pun bergegas ke kampus aku tidak mau terlambat. Ya untuk orang miskin seperti ku waktu sangatlah berharga,aku tidak ingin menyia-nyiakan waktuku hanya untuk hal yang tidak penting.
"anne!!", panggil sasya.
" hai sya bagaimana kabarmu?",kataku.
"yah seperti yang kau lihat princess aku sangat baik", katanya tersenyum.
Kami pun bergegas masuk ke ruangan karna sebentar lagi kelas akan di mulai. Aku duduk agak jauh dari sasya,aku duduk paling depan dan dia paling belakang di sudut pula. Entah ada apa dengan anak itu dia sangat benci duduk di depan. Tapi ya itulah dia sekuat apapun kalian membujuknya dia tidak akan pernah mau,kalian tahu dia sangat keras kepala.
Kuliah pun di mulai aku begitu serius mendengar penjelasan dari dosen sedangkan sasya entahlah apa yang dia lakukan di belakang,bukannya aku tidak peduli hanya saja aku ingin berkonsentrasi pada mata kuliah ini. Mengingat ini adalah mata kuliah yang cukup sulit. Jam demi jam berlalu tidak terasa waktu kuliah sudah selesai,aku bernafas lega rasanya tadi cukup menegangkan.
Kulihat sasya di belakang dia tampak seperti baru bangun tidur. Apa jangan-jangan sepanjang kuliah tadi dia tertidur?ah dasar anak itu benar-benar keras kepala pantas saja dia suka duduk di belakang. Aku pun menghampirinya.
" sya ke kantin yuk aku lapar nih",kataku.
"ok princess cusss",dengan semangat 45 nya.
__ADS_1
Aku tersenyum melihatnya,giliran makan dia paling semangat tapi soal pelajaran dia malas meskipun dia termasuk anak yang cerdas.
Sesampainya di kantin kami langsung memesan makanan favorit kami berdua yaitu bakso dan es jeruk. Bahkan hampir tiap hari kami memakannya,andai saja kami tidak takut kolesterol mungkin kami akan memakannya tiap hari. Tidak lama pesanan kami pun datang,bakso yang mengepul panas di tambah dengan sambal jeruk nipis dan juga daun bawang yang banyak sunggun kenikmatan yang luar biasa, dan ya 1 hal lagi kami adalah penggila makanan pedas hampir semua makanan yang kami makan ada cabenya. Untung saja kami tidak punya riwayat sakit maag hingga lambung kami bertahan dengan sangat baik.
Selesai makan kami tidak langsung pergi kami masih bercerita seputar kampus dan kehidupan di rumah. Tiba-tiba seseorang datang pada kami.
" anne kau di panggil dosen PA tuh katanya penting",katanya.
"hmm baiklah aku akan segera ke sana", kataku sedikit cuek.
" sya aku pergi dulu yah nggak apa-apa kan aku tinggal kamu sendiri",kataku merasa tak enak
Aku segera menemui dosen PA ku dia terkenal sangat galak, aku jadi takut dan gugup. Jujur saja aku tidak tahu kenapa aku di panggil oleh nya. Akupun mengetuk pintunya dan dia mempersilahkan aku masuk. Dia menatapku seolah-olah ingin memakanku hidup-hidup.
" anne selamat kau terpilih mewakili kampus untuk ajang lomba menggambar desain istana negara yang baru",kata dosen tersebut.
"sungguh pak ini benar-benar kabar yang baik,aku sangat senang mendengarnya", kataky dengan mata berkaca-kaca.
" kau membuatku bangga nak lakukan lah yang terbaik jangan pikirkan soal menang atau kalau yang penting niatmu baik maka Tuhan akan mempermudah jalan mu",nasehatnya.
__ADS_1
"tentu pak aku akan ingat sekali lagi terima kasih pak,saya permisi dulu", kataku.
Aku pun segera keluar dari ruangannya aku tak sabar menceritakan semua ini pada sasya orang tuaku dan adikku. Mereka pasti sangat bahagia dan bangga padaku.
.
.
.
.
.
.
.
#happy reading
__ADS_1