
Aku Braylen Kusuma panggil saja ray. Aku seorang pewaris bisnis keluargaku yang lumayan terkenal di kalangan pebisnis. Aku hidup dengan ibu dan adikku, dan ayahku dia telah tiada sejak aku berumur 5 tahun dan adikku berumur 3 tahun. Ayahku mati karna di bunuh oleh rivalnya.
Aku tumbuh tanpa kasih sayang yang cukup ibuku lebih mementingkan kehidupan pribadinya dari pada kami anaknya. Itu sebabnya aku tumbuh menjadi pribadi yang egois dan bahkan dingin. Tidak ada senyuman atau pun kasih sayang yang ku tunjukkan kecuali kepada adikku.
Adikku adalah orang yang paling ku sayangi dan paling berharga bagiku. Adikku saat ini masih kuliah dia tumbuh menjadi gadis cantik yang lemah lembut dan sangat bertolak belakang denganku. Meskipun aku sangat menyayangi adikku tapi aku benci wanita. Bagiku mereka sungguh merepotkan. Kalian tahu aku bahkan pernah menyiram seorang wanita di cafe hanya karna dia hampir menabrakku. Tapi sejujurnya dia wanita pertama yang membuatku tertarik. Penampilannya sangat sederhana dan tentu saja dia sangat cantik tanpa polesan make up tebal.
Dewi keberuntungan sedang berpihak padaku saat lomba mendesain istana negara aku bertemu dengannya. Aku sangat bahagia dan juga gugup,ini pertama kalinya aku akan berbicara secara baik-baik dengannya setelah kejadian tempo hari. Kami pun berkenalan dan aku mengantarnya pulang tak lupa juga kami bertukar nomor hp. Sungguh ini hari terbaik dalam hidupku.
Kami pun kadang komunikasi lewat aplikasi WA ya ada saja yang kami bahas dan dia sangat menyenangkan. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini dia jarang membalas pesan ku. Kalau pun dia balas pasti sangat singkat. Aku bingung apakah aku melakukan kesalahan padanya ataukah dia ingin menjauh dariku?tapi kenapa?
Aku juga berpikir positif ya mungkin saja dia sibuk. Sebulan telah berlalu dan komunikasi ku dengannya tidak membaik sama sekali bahkan semakin buruk. Dia tidak membalas pesan ku sama sekali. Akhirnya aku putuskan untuk mendatangi rumahnya semoga saja aku tidak lupa alamat rumahnya.
Setelah berjam-jam aku tersesat aku sampai depan rumahnya. Dan bertepatan dengan itu dia keluarga bersama seorang wanita paruh baya dan aku pikir itu ibunya. Aku menghampirinya dan aku lihat mereka tengah menangis sambil memegang sebuah baju yang berlumuran darah.
__ADS_1
Aku sangat terkejut.
"anne apa yang terjadi dan darah siapa itu", kataku panik.
" ini baju adikku yang hilang tapi darah ini aku tidak tahi darah siapa,tadi ada orang yang mengirimnya ke rumahku",katanya tanpa ekspresi.
"lalu sekarang kalian mau kemana?", kataku.
"kantor polisi", jawabnya singkat.
Kini aku tengah berada di ruang tunggu sendiri sedangkan anne dan ibunya sedang berbicara dengan seorang polisi di sebuah ruangan. Aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi akupun menguping mereka. Aku terkejut dengan apa yang ku dengar ternyata adik anne di culik. Mungkin itu sebabnya selama ini dia tidak membalas pesan dariku. Aku turut bersedih dengan keadaannya. Ya ini pertama kalinya aku merasa sedih dengan keadaan orang lain. Mungkinkah aku jatuh cinta padanya?dadaku terasa sesak melihatnya menangis. Jangan sedih lagi anne aku berjanji aku akan menemukan adikmu dan membawanya ke hadapanmu dengan selamat. Aku janji,inilah janji seorang Braylen Kusuma.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
akankah ray menemukan adik anne dalam keadaan hidup?
ikuti terus ya?
__ADS_1
happy reading