
Pagi itu,,Rendy melajukan mobil nya menuju Apartemen Jessika.Dia ingin memberikan Dokumen yang sudah dia ubah sesuai keinginan wanita itu..
"Masih ada waktu sebelum berangkat ke kantor.Lebih baik gue ke sana dulu dan memberikan dokumen ini.Lalu nanti malam gue akan bersenang-senang lagi dengan nya..."Seringai Rendy.
Sesampainya di apartemen Jessika,Rendy menekan bel dan tak berapa lama pintu terbuka.
ceklek
Terlihat wanita itu menggunakan gaun tidur transparan yang memperlihatkan gunung kembar dan lembah nya yang tertutup pembungkus berwarna merah menyala..
"Kau sudah datang Ren..Ayo masuk.."ajak Jessi
"aku buatkan minum dulu,Kau duduk lah di sini.."
"Baik Nona."
Sepeninggalan Jessi,,Rendy melihat sekeliling ruangan itu..
"Si Bos gagal memasang penyadap di sini.Tapi bukan nya dia sudah memberikan cincin itu pada Jessika..?!Tapi kenapa cincin itu tidak merekam apa-apa..??!!Apa Cincin itu rusak,,atau sudah di jual..!!??Aisshh..walaupun di jual harusnya tetap bisa merekam keadaan sekitar..Kenapa gue mendadak bodoh kaya gini.."batin Rendy
"Silahkan di minum Ren.."Jessi meletakkan minuman di depan Rendy tapi tidak ada respon dari pria itu.
"Ren."panggil Jessi
"I-iya Nona..."jawab Rendy tergagap
"Kamu kenapa..Apa yang kamu pikirkan.."
"Tidak ada Nona..Oh iya ini berkas yang sudah saya ubah isi nya,,Nona bisa membaca nya dulu.Jika sudah sesuai apa yang Nona ingin kan Saya akan membawa nya untuk di tanda tangani oleh Tuan Azlan."Rendy menyerahkan map berisi dokumen pada Jessi.
__ADS_1
Wanita itu nampak serius mempelajari isi berkas itu.Dia tidak ingin ada kesalahan nanti nya.
Rendy mengamati jari-jari wanita itu."Dia tidak memakai nya.Jadi di mana cincin itu.."batin Rendy
Terlihat senyum wanita itu mengembang .Dia terlihat puas dengan tugas Rendy
"Kau yang terbaik Ren.Sesuai janji ku.Aku akan memberikan servis terbaik ku sekarang.."Jessi naik ke atas pangkuan Rendy dengan melingkarkan kedua kaki nya pada pinggang Pria itu.
"Maaf Nona.Saya harus segera kembali ke kantor.Karena akan ada rapat penting pagi ini.."ucap Rendy
Jessi memanyunkan bibir nya.Dia merasa kesal di tolak oleh pria itu.
"Tetaplah di sini Ren.Aku menginginkan mu.."Pinta Jessi
"Kita bisa melakukan nya nanti malam Nona.Di tempat yang sama.Dan nanti malam saya yang akan menjemput Nona langsung .Bagaimana..??"ucap Rendy yang tidak ingin wanita itu marah..
"Baik lah..."
"Dari mana kau tau..??!"
"Jelas saya tau Nona..Cincin itu kan saya yang memilih nya.Tapi seperti nya Anda tidak menyukai pilihan saya.Bukti nya Nona tidak memakai nya.."lirih Rendy sedih
"Jadi cincin itu kamu yang memilih nya..??!!Aku pasti akan memakai nya Ren.Kamu jangan sedih .Okay..
"sekarang kau minum dulu kopi buatanku..."
Jessi turun dari pangkuan Rendy dan mengambilkan kopi yang berada di atas meja dan memberikan nya pada Rendy.
"Ini..minumlah.."
__ADS_1
Rendy menyeruput kopi itu.Tak berapa lama tubuh nya merasa tak nyaman.Hawa panas tiba-tiba menjalar di tubuh nya..
"Oh Shit..."
"Kalau begitu saya permisi dulu Nona.."Rendy beranjak dari duduk nya.Tapi di cegah oleh Jessi.
"Kau mau kemana Sayang..Apa kau mau meninggalkan ku..hemm"Jessi menggoda Rendy dengan mengusap tongkat sakti Rendy yang nampak menegang.Dia yakin obat itu sudah bekerja.
Tapi Rendy diam saja tidak merespon sama sekali.Beruntung ponsel nya berdering tepat waktu.
"Maaf Nona saya angkat telepon dulu.."
".........."
"Baik saya segera kesana.."
tut tut tut
Setelah sambungan telepon terputus,,Rendi pamit undur diri pada Jessi.Walau Wanita itu terus mrncegah nya tapi Pria itu terus berusaha meloloskan diri..
"Oh Shit...Dasar Wanita bre*****.."umpat Rendy saat sudah berada di dalam mobil nya.
"Hampir Saja.Gue harus cepat-cepat pergi dari sini.."
Dia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke apartemen nya.Dia harus segera menghilangkan efek obat ini.
Tapi tiba-tiba pandangan nya melihat seorang gadis yang di lecehkan oleh beberapa orang.Tidak ada yang menolong gadis itu.
Mau tidak mau akhir nya Rendy menepikan Mobil nya dan menolong gadis itu.
__ADS_1
Rendy tidak tau bahwa yang dia lakukan sekarang akan berpengarus pada masa depan nya.